02 Maret 2026 (12 Ramadhan 1447)
Agenda Sesungguhnya dari Perang Dua Kekuatan
Beliau Nabi Khidr a.s berkata kepadaku dari Qof,
"Wahai Ahmad, sungguh di salah satu malam ganjil Allah memberi perintah kepadaku, untuk membukakan satu kisah leluhurmu yang dapat dirimu mengambil hikmah di dalamnya. Tidaklah Allah ciptakan matahari melainkan untuk senantiasa menyinari dan memberi manfaat kepada seluruh makhluk Allah. Sebagaimana Allah menciptakan seorang lelaki yang membawa cahaya lebih terang dari matahari, yang berbeda dari manusia lainnya, dialah Nabi Mulia Muhammad. Lalu Allah ciptakan bintang-bintang dengan bermacam warna dan bentuknya, yang demikian itulah perumpamaan para wali-wali Allah dan para Ulama Faqih sebagai pewaris para Nabi."
"Wahai Ahmad, telah aku terangkan kepadamu dan para pengikutmu, atas apa-apa yang kamu jalani dan yang mereka rasakan manfaatnya. Hendaklah mereka taat dan tunduk kepada ketetapan Allah atas diri mereka, tidaklah akan mampu bercampur sesuatu yang subhat terlebih yang haram kedalam perahumu melainkan mereka akan menjumpai rasa gelisah dan ketidaktenangan, hendaklah mereka berfikir dan hendaklah mereka kuat menjaga diri dan keluarga mereka dari yang subhat dan yang haram. Sungguh menjaga diri dari yang subhat dan haram tidaklah akan menjumpai kebuntuan, dan Allah hanya menguji kadarnya taubat seorang hamba hingga Allah Azza Wajalla memberikan apa-apa yang dibutuhkannya pada masa yang telah ditetapkanNya."
"Wahai Ahmad, tidaklah seorang yang berilmu itu mendapatkan kemuliaan Allah melainkan ia mampu 'menundukan kepalanya' kepada orang yang lebih tua darinya walaupun orang tua itu tidaklah mempunyai bekal ilmu yang cukup, tahukah bahwa syarat faqihnya seseorang itu terdapat pada amal, akhlaq dan adabnya. Bukan seberapa banyak ilmunya. Sungguh hina seseorang yang berjalan dengan bertelanjang sedangkan ia mempunyai pakaian yang banyak lagi berharta, yang demikian itu perumpamaan seorang yang berilmu tanpa adab dan akhlaqul karimah lagi bersifat kasar. Tidak akan mampu seseorang merubah kemunkaran dengan kemunkaran."
"Wahai Ahmad, aku melihat dalam surbanku, sungguh banyak manusia-manusia yang memotong tubuh saudara-saudaranya lalu memberikan bahagian yang sedikit kepada saudara-saudaranya itu, sedangkan bagian yang besar ia kumpulkan kedalam mulut dan perutnya, yang demikian itu perumpamaan bagi orang-orang yang memanfaatkan jabatannya lalu ia mengambil haknya secara berlebihan hingga rakyatnya tetap dalam kemisiknan dan kelaparan, sungguh yang demikian itu mereka akan Allah tetapkan kelak di dalam kubur-kubur mereka dan didalam neraka dengan mulut dan perut penuh makanan dan minuman dari api neraka, dan mereka menjadi bahan bakar api neraka kekal didalamnya."
"Wahai Ahmad, bukankah telah Allah perintahkan atas dirimu membina empat bangunan yang mengikuti hukum Allah ? Lalu sebagian dari para petinggi diperahumu mendapatkan perintah-perintah kepada diri mereka ? Sungguh aku Balya bin Malkan mendapatkan perintah dari Allah agar menutup apa-apa yang mereka kerjakan dengan caraNya. Apakah mereka merasa berat sedangkan Allah menjamin mereka ? Jika demikian, sungguh Kakekmu yang Mulia akan terbunuh jika mereka berada di zamannya. Namun hampir seluruh pengikutmu dan Ummat Nabi Mulia Muhammad berkhayal jika berada disisi Kakekmu akan berjuang bersamanya dan mengabdi kepadanya. Sedangkan saat ini keadaan mereka seakan mata dan telinga mereka tutupi dengan ayat-ayat dunia dan seakan menutup pintu dan jendela rumah mereka dari tangisan fakir miskin dan yatim piatu yang lapar, dan beberapa pengikutmu dengan jelas aku mendengar berkata, biarkan saja Ahmad tidak perlu mengetahui apa-apa yang kita kerjakan kepada fakir miskin dan yatim piatu kita, agar tidak menyibukkan Ahmad, apakah mereka mengira telah mampu membuat Allah dan Rasulullah menyukai perbuatan mereka setelah kesalahan yang mereka lakukan ? Sungguh aku Balya bin Malkan menyaksikan keadaan mereka, yang diantara mereka menjadi miskin dan diantara mereka ada yang memikirkan pasangannya yang masih jauh dari halal. Sungguh aku Balya bin Malkan memintamu menuliskan ini atas nama Kakekmu yang Mulia Muhammad. Yang menangisi dirimu dan mereka. Tidaklah baik membuat Kakekmu bersedih atas apa-apa yang dirimu alami diatas perahumu... Sebagaimana Kakekmu menangisi Munzir yang ditinggalkan beberapa pengikutnya yang hubuddunia."
"Wahai Ahmad, sungguh peperangan itu hanyalah
- siasat mereka untuk memberikan perlindungan kepada dua kota suci,
- dan siasat mereka untuk mendapatkan pandangan ummat,
bukankah dahulu para leluhurmu dan sahabat-sahabat Kakekmu terbunuh dan syahid oleh orang-orang yang mengatakan akan berbuat kebaikan atas negeri-negeri ? Sedangkan mereka memahami Al-Qur'an dan Hadits dari lisan Mulia Muhammad ? Hingga sebagian musuh-musuh leluhurmu dengan seenaknya membuat runtuhnya islam yang suci ? Lalu mereka membuang beberapa kitab dan menggantinya dengan membuat banyak perbedaan didalamnya. Tidaklah sama kitab-kitab syariat yang lama dengan apa yang ada setelahnya. Sungguh jika tidak Allah pelihara para Ulama terdahulu, telah hilang Dienul Haq ini, sungguh Allah lah yang menjaganya dari orang-orang yang melampaui batas... Hendaklah ummat Nabi Mulia berfikir."
"Wahai Ahmad, tulislah !!! Dan janganlah dirimu mengurangi apa-apa yang aku katakan kepadamu saat ini, sebagaimana beberapa kali dirimu menahan dan tidak menuliskannya disebabkan rasa takutmu akan pujian-pujian manusia. Jadilah dirimu bertenang hati dalam keberanian menerima pujian sebagaimana dirimu bersabar dan bertenang hati menerima hinaan dan cacian. Tidaklah seseorang menjadi sombong ketika menerima pujian lalu ia mengembalikan pujian kepada Allah Azza Wajalla."
"Wahai Ahmad, sungguh dimalam ganjil di bulan Ramadhan ini, Allah hendak menggetarkan tempatmu berdiri, dan mendatangkan angin keras yang tidak merusak sebagai tanda untukmu dan beberapa pengikutmu untuk mendirikan bangunan diatasnya yang banyak mengandung manfaat. Dan jalankanlah apa-apa yang telah Allah tetapkan diatasnya bersama istri pertamamu, sungguh iblis dan para pengikutnya tidaklah akan menyukainya. Dan hendaklah dirimu mengajarkan putramu yang kecil itu apa-apa yang kamu ketahui atas obat-obatan dan penyubur tanaman, hingga penuh hati dan akalnya dengan apa yang kamu ketahui, tidaklah ada kesalahan atasmu mewarisi hal itu hanya kepada salah satu anak keturunanmu. Hingga ia menjadi pemimpin yang adil bagi semua saudara-saudaranya. Disebabkan aku telah di perlihatkan Allah atas rupa dan hatinya yang lembut dan akalnya yang bijak sebagaimana rupa, akal dan hati Al Hasan leluhurmu."
"Wahai Ahmad, telah Allah tetapkan atasmu untuk mengambil alih semua perintah yang tidak dijalankan beberapa pengikutmu, dan Allah akan mencukupkan bilangannya dan kebutuhannya. Janganlah dirimu menolak orang-orang yang bertaubat dan menginginkan kembali sehat atas penyakit mereka, dan ketergantungan mereka atas barang-barang yang haram, janganlah dirimu memikirkan tempat untuk mereka, karena Allah lah yang telah menunjukan tempatnya kepadaku. Hendaklah dirimu lebih keras lagi berjuang diatasnya. Bukankah telah banyak amanah Allah berupa anak-anak yatim di bawah tanggung jawabmu ? Hendaklah dirimu bersabar."
Ahmad F. bin Abdullah A. Syams
.png)