Ganjaran di Akhirat buat Istri yang Sabar dan Taat, dan Hukuman buat Pelaku Qodzaf

   
Ganjaran di Akhirat buat Istri yang Sabar dan Taat, dan Hukuman buat Pelaku Qodzaf

Ganjaran di Akhirat buat Istri yang Sabar dan Taat, dan Hukuman buat Pelaku Qodzaf

Ganjaran di Akhirat buat Istri yang Sabar dan Taat, dan Hukuman buat Pelaku Qodzaf



30 Mei 2026

Ganjaran di Akhirat buat Istri yang Sabar dan Taat, dan Hukuman buat Pelaku Qodzaf


Nabi Khidr a.s mendatangiku menjelang subuh tiba. Beliau meneteskan air mata dengan senyum kepadaku. Beliau berkata,

"Wahai Ahmad, sungguh aku dapat merasakan apa yang kamu rasakan, tidaklah kesabaran itu manis pada awal melainkan pada hikmah dan pada akhirnya. Tidakkah seseorang yang sampai pada usiamu kecuali dua perkara,

  • Allah turunkan hidayah kepadanya atau
  • Allah berpaling karena kemaksiatannya.

Sungguh dirimu berada pada hidayah yang berbalut kasih sayang Nya, hingga Allah berikan penderitaan dalam sakitmu dan permasalahan dengan rumah tanggamu dan permasalahan dalam perjuanganmu menjalankan amanah. Sungguh Allah menginginkan aku menghiburmu dengan khabar-khabar untukmu yang tidak perlu dirimu menuliskannya. Dan khabar-khabar yang wajib dirimu tuliskan. Dan janganlah dirimu menguranginya hanya karena dirimu enggan menuliskannya."


"Wahai Ahmad, sungguh jika mereka (Istri-istri) mengetahui indahnya syurga yang diberikan kepada mereka atas ketaqwaan dan ketaatan mereka terhadap hukum-hukum Allah, niscaya mereka akan berfikir sebagaimana seorang perempuan di zaman saudaraku Nabi Nuh a.s, andai ia hidup di zaman ini menjadi Ummat Nabi Mulia Muhammad, ia tidaklah akan melakukan apapun dengan urusan dunia melainkan hanya mengabdi kepada Allah dan pasangan halalnya, perempuan itu merasa hairan ketika Nuh a.s menyampaikan bahwa usia ummat Nabi Mulia Muhammad di akhir zaman tidaklah sampai pada usia seratus atau dua ratus tahun lamanya, sedangkan hamba-hamba Allah dimasa Nabi Nuh a.s berusia lebih dari lima ratus tahun lamanya, dan Nuh a.s menceritakan keadaan ummat manusia diakhir zaman, sungguh teramat hairanlah perempuan itu mendengar khabar bahwa usia yang singkat mereka (manusia) berani bermaksiat kepada Allah dan Rasulullah. Dan lalai terhadap kewajiban-kewajibannya serta berani memakan riba dan berzina. Lalu perempuan itu berkata kepada Nuh a.s,

"Wahai Nabi Allah, dengan usia sesingkat itu, alangkah bodohnya mereka yang masih nerani bermaksiat dan lalai, jika aku berada dizaman mereka, aku akan duduk diam di dalam rumah mengabdi kepada Allah dan mentaati segala perintahnya dengan usia yang sangat singkat itu, bagaimana mereka bisa bermaksiat sedangkan hidup mereka tidaklah sampai pada usia 100 tahun?"


"Wahai Ahmad, satu cawan racun hanya membinasakan satu atau dua orang saja, namun satu cawan racun yang dimasukkan ke dalam sumur akan membinasakan banyak orang yang meminumnya, yang demikian itu perumpamaan dari perbedaan dosa zina dan riba. Sungguh dosa riba yang melakukannya mengetahui akan hukumnya akan lebih banyak membinasakan akal dan hati manusia dibandingkan dosa zina. Hendaklah hamba-hamba Allah tidak memakannya dan tidak memberi makan keluarganya dari hasil riba sedangkan ia mengetahuinya."


"Wahai Ahmad, katakanlah, sungguh قذف (Qodzaf) adalah dosa besar yang di lakukan seorang istri kepada pasangannya, tidaklah terampuni dosa qodzaf hingga seorang suami memaafkan dan redha, dan dengan menerima had sebanyak delapan puluh kali pukulan (cambuk) atau sang suami memaafkan dan dengan hukuman yang lebih ringan dalam keredhoannya. Sungguh Allah mencintai hamba-hamba Nya yang saling memaafkan dan bertaubat."


"Wahai Ahmad, sungguh kisah kehidupan Kakekmu yang Mulia Muhammad tidaklah terjadi atas kehendaknya, melainkan kisah yang Allah tanamkan penuh hikmah dan petunjuk Allah yang tersirat di dalam kehidupan Beliau yang dapat dijadikan contoh tauladan terbaik bagi ummatnya. Tidaklah Allah titiskan ke dalam kisah hidupmu melainkan hanya setitis air yang menempel pada hujung sehelai benang sarang lawa-lawa. Hendaklah dirimu bersabar."


"Wahai Ahmad, tidaklah seseorang berlaku dzalim kepada pasangan halalnya lalu pasangannya itu bersabar bersama Allah disebabkan ia takut akan murka Allah, sungguh pertolongan Allah ke atas diri orang yang di dzalimi dengan sebab ia sabar sedangkan ia mampu membalasnya, melainkan Allah akan menimpakan hukuman kepada si dzalim yang lebih menyakitkan dari pada kedzaliman orang yang dzalim itu di dunia dan kelak di akhirat. Sungguh kebanyakan dosa yang menghinakan dengan azab yang memilukan berasal dari hati yang keras dan lisan yang kasar. Apakah ia merasa akan mendapatkan ketenangan dan kebahagiaan dengan meluapkan amarah ? Sungguh tidaklah demikian."


"Wahai Ahmad, tidaklah seseorang itu dikatakan "mustanji" hanya karena ia masuk ke dalam tandas disebabkan hanya membersihkan tandas, yang demikian itu perumpamaan seseorang yang berada di tempat maksiat sedangkan ia melakukan kebaikan dan bukan melakukan maksiat, hendaklah seseorang yang melihatnya itu berbaik sangka dan menjauhi berprasangka bahwa ia adalah ahli maksiat. Sungguh dosa menuduh zina kepada saudaranya hanya karena melihat saudaranya itu berada di tempat maksiat adalah dosa besar, janganlah seseorang berlaku demikian, sungguh kebanyakan siksa kubur dan siksa neraka kebanyakan berasal dari dosa memfitnah dan berburuk sangka."


"Wahai Ahmad, sungguh aku memandangi para pengikutmu di negeri ini,

  • kebanyakan mereka menantikan datangnya keberkahan rizki dari Allah dengan usaha dan pekerjaan yang sangat sedikit hasilnya,
  • sebagian mereka berharap terbebas dari hutang dan kepayahan,
  • sebagian dari mereka bersedih dan khawatir akan masa depan anak-anak mereka,
  • ada pula yang pasangannya dalam keadaan sakit dan tidak mampu menjalankan kewajiban mereka,

khabarkanlah kepada mereka, tidaklah Allah memberikan hukuman dan ujian ke atas diri mereka melainkan sesuai dengan batas kemampuan mereka. Hendaklah mereka bersabar, sungguh ke atas dirimu dan beberapa sahabatmu lah wahai Ahmad berjuang agar Allah meringankan beban mereka.

Khabarkan kepada mereka, untuk menanam pohon-pohon yang dirimu butuhkan, lalu atasmu kewajiban mengajarkan mereka cara membuat pohon-pohon itu bermanfaat di tanganmu, lalu belilah dari mereka dengan harga yang tidaklah merugikan mereka dan tidak pula merugikan perniagaanmu. Sungguh yang demikian itu akan mendatangkan keberkahan di atas perahumu."


"Wahai Ahmad, tidaklah Allah halalkan yang haram dan tidak pula Allah haramkan yang telah ditetapkan halal atasnya. Sebagaimana Allah Azza Wajalla mengharamkan atasmu menceraikan istri-istrimu, bukanlah mereka (istri-istrimu) adalah perempuan-perepuan yang telah Allah tetapkan sebagai tauladan kepada perempuan-perempuan di atas perahumu ? Lalu Aku Balya bin Malkan atas kehendak Allah Azza Wajalla mengkhabarkan kepadamu dan Allah Azza Wajalla menetapkan mereka ke dalam kisah wanita-wanita terbaik akhir zaman. Bukankah beberapa perempuan di dalam perahumu telah mencontohi kesabaran dan keikhlasan istri pertamamu, hingga suami-suami mereka merasa aman dan tentram di dalam rumah tangga mereka, yang demikian itu sebagaimana yang telah terjadi pada masa Kakekmu Yang Mulia Muhammad, sungguh kelak di yaumul qiyamah, pada guncangan yang dahsyat, Allah akan menampakkan wajah-wajah perempuan yang tenang, dengan "sayap-sayap" yang indah. Lalu mereka berada pada pintu-pintu syurga, para bidadari dan malaikat penjaga-penjaga pintu syurga bertanya-tanya hairan, sungguh mereka mengira bahwa barisan perempuan-perempuan itu adalah bidadari-bidadari yang Allah ciptakan dengan kecantikan mengalahkan bidadari-bidadari di taman syurga Nya."


Baca juga :


"Wahai Ahmad,

  • tidaklah mereka perempuan-perempuan itu merasakan guncangan sakarotul maut,
  • tidak pula mereka merasakan alam barzakh dan alam kubur,
  • tidak pula mereka merasakan guncangan-guncangan hari kiamat,
  • tidak pula mereka melalui yaumul hisab
  • dan tidak pula mereka melewati shirat,

melainkan mereka telah berada pada pintu-pintu jannah bersama istri-istri para Nabi dan Rasul yang beriman kepada Allah dan beriman kepada para Nabi dan Rasul. Lalu mereka dengan suka cita masuk ke dalam jannah dari pintu manapun yang mereka sukai. Allah Azza Wajalla berkata kepada mereka,

"Wahai jiwa-jiwa yang tenang, perempuan-perempuan yang sabar lagi taat, masuklah ke dalam syurga Ku dari pintu manapun yang kalian sukai, carilah orang-orang yang kalian cintai selama kalian hidup di alam fana...".

Lalu mereka saling berpandangan seraya berkata,

"Ya Rabb... Dimanakah ayah ibu kami... ? Dimanakah pasangan-pasangan kami selama di dunia... ?".

Setelah itu, sungguh mereka mendapatkan hadiah dari Allah Azza Wajalla hingga pasangan-pasangan halal dan ayah ibu mereka yang berada di dalam jahannam dapat bersama mereka atas Rahmat dan kasih sayang Allah. Sungguh seorang saleh dan salehah dapat menjadi syafaat untuk tujuh, tujuh belas, hingga empat puluh orang yang mereka cintai, sungguh tidaklah Allah menolak doa-doa dan keinginan para-para salehah, sungguh mereka menempati syurga firdaus, yakni kepada wanita-wanita yang

  • menjaga shalat lima waktu,
  • yang berpuasa di bulan Ramadhan,
  • yang menjaga kemaluan dan kehormatan diri mereka
  • dan yang taat dan patuh kepada suami-suami mereka dalam kebaikan.

Sungguh mereka mendapatkan sambutan yang indah dari Kakekmu yang Mulia Muhammad bersama istri-istri Beliau, sungguh laki-laki yang menempati syurga firdaus kebanyakan dari mereka mendapatkannya dengan sebab kasih sayang istri-istri mereka hingga Allah mengampuni mereka dengan rahmat Nya. Katakanlah kepada istri-istrimu dan perempuan-perempuan di dalam perahumu,

tidaklah akan masuk ke dalam rahmat dan kasih sayang ke atas diri mereka

  • jika "suara dan kepala" mereka lebih tinggi dari pasangan halal mereka,
dan tidak pula akan mendapatkan pandangan kasih sayang Allah dan Kakekmu yang Mulia

  • bagi perempuan-perempuan yang mempunyai kecemburuan yang berlebihan hingga memberatkan langkah pasangan halal mereka dan memberatkan hati pasangan halal mereka."


"Wahai Ahmad, katakanlah, kepada perempuan-perempuan di dalam perahumu, tidaklah seorang laki-laki pasangan halal mereka yang dzalim lagi kasar dan bermaksiat, melainlan Allah Azza wajalla yang menjadi hakim yang sangat cepat hukuman Nya kepada mereka, perempuan yang sabar lebih dekat ke atas mereka pertolongan Allah dan pasangan halal mereka yang dzalim lebih cepat hukuman Allah atas diri mereka."


"Wahai Ahmad, katakanlah kepada laki-laki di dalam perahumu,

  • hendaklah mereka memperhatikan dan menjaga hati istri mereka,
  • dan jangan pula mereka berputus asa atas sikap keras dan kasar istri-istri mereka,
  • diam dan bersabar lebih cepat mendatangkan ketenangan hati mereka dan mendatangkan keberkahan atas usaha-usaha mereka, hingga Allah lah yang akan "menundukkan kepala" istri-istri mereka.
  • hendaklah mereka (laki-laki) menjaga diri dan hati mereka bersama Allah, janganlah mereka mencari kesenangan dunia hanya karena istri-istri mereka berkata-kata kasar dan menyakitkan.

Katakan kepada mereka, sungguh Allah Maha Adil dan Maha Bijaksana kepada hamba-hamba Nya yang sabar lagi menjaga diri dari kemaksiatan. Sebagaimana kesabaran Adam kepada Hawa dan Allah menundukkan Hawa kepada Adam selama di atas dunia, dan sebagaimana Allah menundukan Sayyidah Aisyah binti Abu Bakar dan Sayyidah Hafsah binti Umar setelah mereka memberatkan hati Kakekmu yang Mulia Muhammad atas kecemburan mereka. Sungguh pada diri dan kisah kehidupan kakekmu yang Mulia Muhammad adalah contoh tauladan terbaik hingga akhir zaman."


"Wahai Ahmad, bukan aku Balya bin Malkan yang memilih, melainkan Allah Azza Wajalla dan Kakekmu yang mulia Muhammad yang menginginkan mereka (istri-istrimu) menjadi pendampingmu, sungguh Aku menjadi saksi atas mereka kelak di yaumul hisab. Tidaklah mereka akan menjadi tenang dan tidak pula mereka dapat disentuh selain dirimu, walaupun mereka menginginkan, sunggguh Allah Azza Wajalla akan menutup diri mereka dari sentuhan laki-laki lain selain dirimu. Tulislah!!! Dan jangan sekali-kali kamu menahannya. Apakah dirimu mengira aku yang memintamu ? Tidak...!!! Dia lah Allah Azza Wajalla yang memintanya."


"Wahai Ahmad, khabarkan kepada pemimpin negerimu dan negeri sahabatmu,

  • hendaklah mereka memperhatikan keadaan negeri mereka dan menjaga negeri mereka dari kejatuhan dan fitnah,
  • hendaklah mereka menyadari bahwa tanah air mereka mempunyai harta dan kekayaan yang mencukupi untuk kesejahteraan rakyat mereka,
  • dan hendaklah para pemimpin di atas tanah Arkhabil benar-benar berjuang menjaga kerukunan dan persaudaraan dan meninggalkan perdebatan dan permusuhan hanya karena menginginkan jabatan dan kekuasaan.
  • Dan hendaklah mereka benar-benar menghapuskan kaum sadum di atas tanah Arkhabil,
  • dan menghukum dengan hukuman yang berat bagi pemakan harta kekayaan negerinya (koruptor),
  • dan memperhatikan nasib fakir miskin dan yatim piatu dengan baik dan benar dalam pandangan Allah dan Rasulullah.

Yang demikian itu akan mencegah datangnya murka Allah ke atas negeri mereka. Sungguh api di bawah kaki gunung-gunung di negeri mereka dan di bawah lautan di negeri mereka adalah peringatan yang nyata dari Allah Azza Wajalla. Sungguh akan datang peringatan Allah ke atas tanah Arkhabil sebagai tanda kebenaran atas khabar yang dirimu sampaikan.

  • Sungguh biru dari langit dan gunung-gunung serta lautan akan memberikan tandanya.
  • Dan kematian seorang pemimpin di tanah Arkhabil akan menjadi tanda peringatan yang nyata.
Bukankah telah aku sampaikan kepadamu...? Bahwa di bawah negeri kaum yang melampaui batas di bagian bumi sebelah utara negeri itu akan menjadi awal peringatan dari Allah untuk mereka ? Apakah mereka tidak memperhatikan ? Atau mereka menunggu lubang besar itu menenggelamkan apa-apa yang ada di atasnya. Lalu mereka berkata, apakah yang terjadi ?? Katakan... Dia lah Allah yang Maha Keras Peringatan sebelum datang hukuman Nya kelak di dalam neraka bagi kaum yang dzalim lagi melampaui batas."


Ahmad F. bin A. Syams

Last update
Add Comment

Translate

Pengunjung