3 Pintu Ramadhan Sebelum Mendapatkan Lailatul Qadr, dan Fitnah Terhadap Al-Hasan r.a yang Diluruskan oleh Nabi Khidr a.s

   
3 Pintu Ramadhan Sebelum Mendapatkan Lailatul Qadr, dan Fitnah Terhadap Al-Hasan r.a yang Diluruskan oleh Nabi Khidr a.s

3 Pintu Ramadhan Sebelum Mendapatkan Lailatul Qadr, dan Fitnah Terhadap Al-Hasan r.a yang Diluruskan oleh Nabi Khidr a.s

3 Pintu Ramadhan Sebelum Mendapatkan Lailatul Qadr, dan Fitnah Terhadap Al-Hasan r.a yang Diluruskan oleh Nabi Khidr a.s



25 Februari 2026

3 Pintu Ramadhan Sebelum Mendapatkan Lailatul Qadr, dan Fitnah Terhadap Al-Hasan r.a yang Diluruskan oleh Nabi Khidr a.s


Beliau Nabi Khidr a.s menghampiriku, lalu beliau berkata.

"Wahai Ahmad, sungguh aku tidak meninggalkanmu sebagaimana sangkaan beberapa hamba-hamba Allah yang sangkaan mereka dapatku dengar di kaki QOF dan NUN, tidak pula Allah memisahkan antara aku dan dirimu melainkan sangat dekat dalam bait-bait doaku diantara NUN dan QOF, tidaklah sama seseorang yang menyelam ke dasar samudra tanpa "ilmu dan alat" dengan seseorang yang berilmu dan mempunyai alat, hingga ia mampu membaca dan menyelami luasnya samudera musyahadah, sungguh prasangka-prasangka akan memerangkap mereka dalam kekecewaan."


"Wahai Ahmad, sungguh Ramadhan yang mulia mempunyai tiga pintu, barangsiapa yang mampu membuka dan melalui ketiganya, maka ia menjadi Ahli Siyam, mendapatkan kemenangan besar yang akan disempurnakan dengan "Al-Qadr", tidaklah sampai padanya kecuali hamba-hamba yang membersihkan hati dan dirinya dari sifat-sifat tercela sebelum Ramadhan tiba. Sungguh merekalah hamba-hamba Allah yang bersih hati mereka dari iri, dengki dan sombong."


"Wahai Ahmad, tulis dan janganlah mengurangi satu kalimat pun apa-apa yang aku sampaikan kepadamu, meskipun hatimu enggan dan merasa berat disebabkan rasa takutmu untuk mengecewakan orang-orang yang membacanya, dan sebagian manusia akan menganggapmu gila dan pendusta, sabar dan tenangkanlah hatimu, sungguh seseorang yang hanya bersandar kepada Rabbnya tidaklah ia akan menjumpai apapun kecuali ketenangan dan pertolongan Allah Azza Wajalla. Maka bersabarlah... Sungguh aku Balya bin Malkan telah mengetahui hatimu atas izin Allah dalam perjalanan kita selama 7 tahun, sungguh kehati-hatianmu pada awal perjumpaan kita adalah hal yang membuatku yakin."


"Wahai Ahmad, tidaklah Allah berpaling dari hamba-hambaNya melainkan jika mereka berpaling dari jalan Kakekmu yang Mulia Muhammad. Sungguh Kakekmu Al Hasan bukanlah pelaku "Mitlaq" sebagaimana yang difitnahkan atas dirinya, tidaklah ia menikahi wanita melainkan atas kehendak Allah. Tidaklah ia menikahi seorang budak semata-mata disebabkan kecantikannya, melainkan atas izin Allah melalui apa-apa yang Allah izinkan agar Aku mendampinginya. Tidaklah melebihi dari 18 perempuan yang ia nikahi, 11 orang wanita atas izin Ayahnya dan 7 orang wanita setelah Ayah Beliau Syahid. Sungguh tidaklah Ia Kakekmu menjalankan "Mitlaq" dan bukan pula Hamba Allah yang melampaui batas hukum dalam Al-Qur'an. Sungguh ke 18 istri Beliau Al Hasan mengalami perpisahan atas dasar hukum dan qadha yang telah Allah tetapkan. Tidaklah Allah membiarkan Anak Keturunan Kekekmu yang Mulia Muhammad dari kehinaan melainkan Allah menjaga dan melindungi hati dan diri mereka dengan cahayaNya, hingga datang ketetapan Allah yang mensyahidkan kedua cucu Kakekmu yang Mulia Muhammad sesuai dengan waktu yang telah ditetapkanNya."


"Wahai Ahmad, aku kisahkan tentang Al Hasan hingga bersih diri dan nama Al Hasan dari tuduhan dan fitnahan yang melampaui batas. Sungguh kehinaan bagi mereka yang menghina Ahlul Bait, dan agar tidak ada hinaan atas dirimu yang hakikatnya merugikan diri mereka sendiri yang menghinamu dan menganggapmu pendusta."


"Wahai Ahmad, sungguh telah nyata dan sedang terjadi apa-apa yang kamu khabarkan dahulu, sungguh di negeri yang jauh dari negerimu ini, setengah bangunan-bangunan mereka sebagaian aku perlihatkan kepadamu yakni di tanah Batuwe, Gallia dan Wari itu sebagian terendam oleh banjir dan sebagian tertutup es sebagai peringatan. Apakah mereka mengira hal itu hanya bencana yang terjadi sesuai dengan dugaan mereka saja ? Tidak !!! Sungguh bencana yang datang disebabkan kemurkaan Allah karena kaum sadum yang mereka halalkan. Apakah mereka mengira menjadi aman setelah bencana itu berlalu ? Allah Maha Keras hukumanNya jika mereka mengetahui. Akan datang peringatan keras keatas negeri-negeri yang menghalalkan kaum sadum diatasnya."


"Wahai Ahmad, katakanlah, bahwa apa-apa yang kamu tuliskan tidaklah berbeda dengan ajaran Kakekmu yang Mulia Muhammad. Sungguh tersesat mereka yang menganggapmu sesat dan kufur hanya karena adanya beberapa ekor anjing, tidaklah Allah memandang seorang hamba yang merasa lebih mulia dari seekor anjing, melainkan Allah berpaling darinya."


"Wahai Ahmad, sungguh merugi hamba-hamba Allah yang melalui Bulan Ramadhan dengan hati masih menyimpan sifat iri, dengki dan permusuhan, dan celakalah mereka yang memutus silaturrahmi dan menyimpan dosa kepada kedua orang tuanya. Sungguh dosa yang berkaitan kepada sesama manusia yang tidak terselesaikan adalah dosa yang menghalangi Ramadhan atas diri mereka, dan dosa mendzalimi makhluq-makhluq Allah ( Hewan-hewan dan Tumbuhan ) pun menghalangi cahaya Ramadhan atas diri-diri mereka. Hendaklah mereka bertaubat."


"Wahai Ahmad, sungguh aku memperhatikan beberapa orang di dalam perahumu dalam perniagaan, sungguh aku khabarkan kepadamu, hendaklah dirimu bertegas hati kepada pemimpin dalam perniagaanmu. Sungguh tidaklah ada yang terbaik melainkan mereka mengikuti cara yang aku ajarkan padamu dan istrimu, yang demikian itu lebih mendatangkan kejujuran dan keberkahan. Apakah mereka mengira Allah tidak mengetahui apa yang mereka lakukan ? Ataukah mereka hendak kembali jatuh kedalam lubang kesengsaraan ? Hendaklah mereka berteguh hati."


"Wahai Ahmad, diam dan tulislah jangan lagi dirimu menguranginya. Sungguh setitik cahaya Kakekmu yang mulia berada pada bahumu, apakah mereka mengira hal itu hanya kebetulan saja ? Dan kesabaran serta sikapmu yang selalu mengalah lalu seenaknya mereka mengaturmu...? Tidak... Sungguh aku Balya bin Malkan mendengar gemuruh di langit negerimu dan negeri saudaramu. Hendaklah para petinggi dalam perahumu menghisab diri dan memperbaiki sikap mereka kepadamu. Tuliskan ini jangan lagi kamu sembunyikan disebabkan dirimu takut akan sikap gholuw, sungguh adab dan akhlaq hamba-hamba Allah yang memuliakan Ahlul Bait bukanlah gholuw, melainkan mengikuti apa-apa yamg di katakan Kakekmu yang Mulia Muhammad, bahkan kepada anak keturunan Abu Jahal dan Abu Lahab pun Rasulullah melarang untuk membenci dan menyakiti dan menghinanya."


"Wahai Ahmad, sungguh jika dirimu tidak berlaku tegas dan keras, aku Balya bin Malkan tidak akan sudi memandang mereka dan menutup mata selamanya. Sungguh jangan sembunyikan kalimat ini, walau datang dariku. Seandainya Allah Azza Wajalla mengizinkan aku menjumpai mereka semua, sudah pasti akan aku ajarkan bagaimana menundukan kepala dan hati mereka kepada hukum Allah dan perjanjian yang mereka ikat sendiri kepadamu, dan aku berikan satu hari perjalanan bersamaku hingga mereka merasakan apa yang kamu rasakan. Apakah mereka mengira berjalan bersamaku dan duduk bersamaku sama dengan mereka berjalan dengan kendaraan-kendaraan mereka ?"


"Tuliskan dan janganlah dirimu mengurangi. Apakah mereka mengira telah bersih dari kedustaan kepadamu...? Sungguh sebagian mereka menyembunyikan perasaan takut, malu dan marah kepadamu. Sungguh Aku Balya bin Malkan bersaksi bahwa mereka salah atas sangkaan-sangkaan mereka. Dan hendaklah mereka takut akan hukuman Allah atas prasangka-prasangka mereka kepadamu. Bukanlah segala yang kamu lakukan untuk kebaikan mereka semua ? Atau mereka punya jalan lain yang lebih baik dari apa yang aku ajarkan kepadamu...? Jika mereka demikian... Sungguh aku diperintahkan Allah untuk menarik semua apa-apa yang kamu ciptakan dengan tanganmu, hingga hilang khasiat dan manfaat apa-apa yang mereka perjual belikan. Lalu mintalah mereka membuatnya sendiri dengan tangan mereka. Hendaklah mereka berfikir."


"Wahai Ahmad, janganlah mengurangi dan menghilangkan kata-kata yang aku khabarkan kepadamu ini. Hendaklah mereka yang memahami dan menyadari, bukanlah dirimu."


Ahmad F. bin Abdullah A. Syams

Last update
Add Comment

Translate

Pengunjung