Dosa - Dosa Yang Dianggap Ringan Namun Mendapatkan Siksa Kubur

   
Dosa - Dosa Yang Dianggap Ringan Namun Mendapatkan Siksa Kubur

Dosa - Dosa Yang Dianggap Ringan Namun Mendapatkan Siksa Kubur

Dosa - Dosa Yang Dianggap Ringan Namun Mendapatkan Siksa Kubur

 



18 April 2026

Dosa - Dosa Yang Dianggap Ringan Namun Mendapatkan Siksa Kubur


Beliau menghampiriku disela-sela istirahatku di sebuah masjid di Cirebon, lalu duduk menghadapku dan beliau berkata.

"Wahai Ahmad, sungguh Allah benar-benar memintamu mengabaikan alat ditanganmu pada awal perjalananmu ini. Sebagai ujian bagi istri-istrimu dan para pengikutmu, apakah mereka mengira dirimu akan kekal di atas dunia ? Sungguh diam dan perhatikanlah mereka... Dan jalankanlah apa-apa yang menjadi kewajibanmu sebagai mana Kakekmu yang Mulia Muhammad katakan kepadaku."


"Wahai Abal Yatiim... Sungguh aku memanggilmu demikian disebabkan uluran "tangan" mu kepada sahabat-sahabatmu sejak dirimu masih berusia muda, hingga sikapmu kepada anak-anak sahabat-sahabatmu yang wafat, secara rahasia maupun terang-terangan, sungguh tidaklah mudah menjalankannya tanpa keinginan dunia."


"Wahai Ahmad, sungguh pada bangkai hewan terdapat sekawanan ulat yang memakan hingga bangkai tak tersisa, lalu ketika perut-perut mereka (ulat-ulat itu) penuh dengan bangkai, lalu mereka menggunakan "pakaian" (pupa/kepompong) yang menutupi seluruh tubuhnya dengan aman, lalu didalam pakaian itu mereka (ulat-ulat) memanjakan diri hingga memiliki kaki-kaki dan sayap-sayap, kemudian mereka menjadi sekawanan "lalat-lalat" yang besar, lalu mereka kembali mencari tempat-tempat yang kotor untuk mencari makan, pada diri dan kaki mereka ada penyakit-penyakit, begitulah perumpamaan bagi sekelompok Al-Qolla (penjilat para penguasa) dan penguasa yang memperkaya diri mereka dengan tipu daya yang kotor serta pemakan hak-hak rakyat dan fakir miskin secara dzalim lagi keji, hingga mereka menjadi hina pada akhirnya."


"Wahai Ahmad, sungguh perjalananmu kali ini adalah perjalanan "sunyi", hingga kebanyakan mereka (istri-istrimu) dan pengikutmu mengira dirimu sedang marah dan merahasiakan sesuatu, sungguh tidaklah demikian seharusnya sikap mereka. Apakah mereka tidak melihat pada tanda-tanda di langit dan bumi pada awal dirimu keluar dari rumahmu, dan Allah menurunkan hujan dan gemuruh sepanjang perjalananmu di hari kamis menjelang malam jumat, lalu Allah membuat sunyi makam leluhurmu di tanah Cirebon pada malam jumat itu hingga dirimu leluasa mendekati makam leluhurmu, katakanlah dan tuliskanlah apa yang dirimu saksikan, yang demikian itu menjadi bukti kebesaran Allah pada malam jumat di atas makam-makam para wali-wali Allah. Hingga pohon-pohon dan batu-batu bertasbih memuji Allah bersamamu, dan aku Balya bin Malkan saat dirimu menuliskan ini benar-benar bersamamu. Sungguh apa-apa yang dirimu diizinkan Allah untuk di saksikan melainkan sedikit saja, yakni mereka yang menyesal di dalam kubur-kubur mereka, disebabkan dosa-dosa yang mereka kerjakan di atas dunia, sungguh mereka mengira yang demikian itu adalah "wajar" dan tidaklah termasuk ke dalam dosa besar, lalu mereka diberikan adzab (hukuman) di dalam kubur-kubur mereka dengan sebab hal itu, sungguh 

  • sebagian dari mereka selama di dunia melakukan dosa dalam bergurau untuk menggembirakan orang lain,
  • sebagian dari mereka mengambil sebatang pohon dari tetangganya tanpa izin dari pemiliknya, walau hanya ranting yang kering,
  • sebagian dari mereka ada wanita-wanita memanggil suami-suami mereka dengan panggilan yang buruk,
  • sebagian wanita-wanita itu enggan menyusui, 
  • dan sebagian wanita-wanita ada yang melakukan dosa meninggalkan suami dan anak-anak mereka untuk perkara yang sunnah,
  • sebagian dari mereka adalah suami yang melakukan dosa meninggalkan rumah-rumah mereka dan anak dan istrinya di malam hari untuk pekerjaan yang sia-sia, sedangkan ia mampu memberikan nasihat agama kepada istri-istrinya, 
  • sebagian dari mereka melakukan dosa membuang cairan hidung dan cairan pada tenggorokan mereka tanpa memikirkan orang-orang disekitarnya sedangkan ada diantara tetangga-tetangga mereka yang dalam keadaan makan dan minum bersama keluarganya,
  • sebagian dari mereka melakukan dosa dengan suara tawa mereka yang keras, dengan suara-suara kendaraan mereka yang keras,
  • dan sebagian dari mereka disiksa Allah disebabkan enggan mengembalikan/membayar hutang dan enggan mengembalikan benda-benda kepada pemiliknya setelah ia meminjamnya,
  • sebagian dari mereka wanita-wanita yang melembutkan suaranya dalam berbicara kepada laki-laki selain pasangan halalnya dengan tujuan menarik hati,
  • sebagian dari mereka adalah laki-laki dan perempuan yang masuk ke tempat tidurnya tanpa bersuci dan membersihkan dirinya hingga menyebabkan penyakit bagi pasangan halalnya.

Sungguh apa-apa yang kamu hampir-hampir tak sadarkan diri melihat siksa mereka, yang demikian itu adalah siksaan paling rendah didalam kubur hamba-hamba Allah yang lalai."


Baca juga :



"Wahai Ahmad, sungguh dalam perjalanan sunyi ini dirimu bersabar hendaklah dirimu memberikan khabar kepada beberapa pengikutmu dan istri-istrimu dalam khabar ini setelah dirimu menuju tempat pengikutmu yang aku sebutkan nama mereka. Lalu ajaklah mereka perniagaan dan beberapa pengetahuan yang wajib dirimu ajarkan kepada mereka, dan janganlah dirimu memegang alatmu sebelum sampai pada tujuan akhir perjalananmu ini, kecuali pengikutmu yang berjalan bersamamu. Sungguh ia yang berjalan bersamamu akan dibukakan keberkahan dan kemudahan dalam perniagaan dan dalam beberapa persoalannya. Hendaklah ia bersabar bersamamu."


"Wahai Ahmad, berdiamlah ditepi laut *** lalu berdoalah hingga Allah memberikan peringatan keras terhadap orang-orang yang membiarkan perzinahan dan kemaksiatan di tepinya. Janganlah berdiam diri terlalu lama pada rumah-rumah pengikutmu yakni selama antara waktu maghrib dan isya' dirimu duduk bersama mereka, lalu berjalanlah menuju tepian yang aku arahkan kepadamu sepanjang perjalanan. Hendaklah dirimu bersabar."


"Wahai Ahmad, katakanlah... Dialah Allah yang memperjalankanmu dalam sebuah "perjalanan sunyi", dan Dialah Allah yang mengatur segala sesuatu di atas bumi Nya... Dan Allah lah yang memberikan keamanan dan perlindungan bagi mereka yang berjalan di atas bumi milik Nya, yang menetapkan kadar rizki kepada seluruh makhluq-makhluq Nya. Sungguh Allah hendak memperlihatkan beberapa ciptaan Nya yang bermanfaat bagi perniagaanmu, hendaklah dirimu mengambil air yang Allah perlihatkan kepadamu di antara dua batu besar yang berada pada tempat yang dirimu lalui, abaikan yang menarik hatimu di tempat itu, lalu bawalah air itu ke tempat berikutnya lalu berdoalah, dan minumlah seteguk air yang kamu bawa, basuhlah wajahmu dengan air itu, dan bertasbihlah sebagaimana tasbih yang aku ajarkan kepadamu, dan simpanlah air itu, hingga datangnya perintah kepadamu setelah sampai dirimu pada rumahmu. Hendaklah dirimu bersabar dan janganlah bertanya-tanya kepadaku disepanjang perjalanan ini."


"Wahai Ahmad, sungguh kemarahan itu berasal dari hubuddunia dan rasa takut kehilangan pujian dan kebahagiaan dunia, sungguh tidaklah seseorang itu sempurna kesabaran dan imannya hingga hilang "nafsu amarahnya" ketika Allah menguji kesabaran mereka. Sungguh malamatiyyah adalah jalan sunyi yang tak berakal dan jalan yang tinggi "tanpa anak tangga dan tali" hingga kebanyakan mereka hanya menduga-duga dan hanya berkhayal sampai pada jalannya. Sebagaimana seorang yang mengaku sebagai sufi lalu ia berkata-kata tentang sufi pada dirinya. Begitulah Malamatiyyah yang tersembunyi di dalam terang."


Tulislah... Dan sampaikanlah... Lalu diamlah...


Ahmad F. bin Abdullah A. Syams

Last update
Add Comment

Translate

Pengunjung