4 Mei 2026
Tentang Nusyuz, Khulu' dan Sunnah Dalam Mencapai Kebahagiaan Rumah Tangga
Beliau menghampiriku disela-sela istirahatku di pagi ini. Lalu beliau berkata:
"Wahai Ahmad, sungguh emas permata yang terbungkus cermin yang kokoh lagi tebal, lalu di balut dengan kain yang berlapis tebal, tidak akan merusak dan merubah nilai dan keindahan walau kain itu terlepas karena usang atau harus dilepaskan disebabkan terkotori oleh debu dan pasir. Yang demikian itu perumpamaan bagi hamba-hamba Allah yang meletakkan cahaya iman dan cahaya ketaqwaan jauh didalam lubuk hati terdalam terbungkus dengan cermin keyakinan dan harapan hanya kepada Allah, hingga tiada rasa sakit hatinya jika Allah menguji kadar cintanya kepada Rabbnya, yakni dengan kehilangan kesenangan dunia. Sungguh aku tidaklah melihat adanya goresan pada permukaan hatimu hingga masa sekarang ini. Walau Allah senantiasa mengujimu dengan kepahitan."
"Wahai Ahmad, sungguh apa yang terjadi hakikatnya Allah menghendaki agar Ummat Nabi Mulia Muhammad kembali kepada fitrah hukum Nya yang indah. Sebagaimana yang aku ajarkan kepadamu, sungguh hal itu bersumber dari sunnah Kakekmu yang Mulia Muhammad. Tulislah dengan tanganmu tentang NUSYUZ, yakni kedurhakaan seorang istri kepada pasangan halalnya yang beriman kepada Allah dan Rasulullah. Sungguh Nusyuz adalah dosa besar yang tidaklah mudah untuk melakukan taubatnya.
- Dan tidaklah wajib bagi seorang laki-laki memberikan nafkah yang pasangan halalnya melakukan dosa nusyuz,
- dan wajib bagi laki-laki menasihatinya dengan mendatangkan seorang hakim yang adil diantara keduanya,
- jika tidaklah menjumpai kedamaian, maka wajib di asingkan dengan cara yang baik, yakni dengan meminta kepada orang yang dipercaya ( dari kalangan keluarga ) yang alim atau pemimpin / hakim yang amanah dan terpercaya untuk menjaganya,
- jika tidak pula ditemui jalan terbaik dan tidak pula perempuan itu kembali ke jalan Allah ( tetap melakukan dosa-dosa kepada suaminya ), sungguh wajiblah seorang laki-laki menjatuhkan talak kepadanya,
- jika nusyuznya disertai dengan perzinahan dan perbuatan yang melanggar hukum dan syariat, maka telah wajib seorang laki-laki menceraikan tanpa adanya jalan untuk kembali rujuk, lalu memberikan persoalan hukum kepada hakim yang amanah lagi alim dan bijaksana,
yang demikian itu adalah lebih baik seorang laki-laki mengerjakannya."
Baca juga :
"Wahai Ahmad, tahukah Nusyuz itu? Nusyuz adalah perbuatan dzalim secara nyata
- dan perempuan yang sombong,
- perempuan yang berzina ketika pasangan halalnya jauh darinya,
- perempuan yang dengan sengaja membuka auratnya dihadapan ramai orang dengan tujuan agar dipuji kaum laki-laki,
- perempuan yang mengangkat kepala dan suaranya ketika marah kepada pasangannya,
- istri yang menghina rizki yang dibawa suaminya,
- istri yang gemar bercampur dengan laki-laki dan perempuan dalam tempat-tempat maksiat,
- istri yang meninggalkan sholat dan puasa tanpa uzur,
- istri yang banyak mengeluhkan nasibnya kepada selain Allah,
- istri yang menolak ajakan pasangannya untuk ke tempat tidurnya,
- istri yang mendebat pasangannya,
- istri yang gemar membuka aib pasangannya,
- istri yang memanggil pasangannya dengan panggilan yang najis, yakni nama-nama hewan yang buruk,
- meninggalkan rumahnya tanpa seizin pasangan halalnya,
dan sungguh itulah nusyuznya perempuan, dan tidaklah wajib bagi laki-laki memberikan nafkah zahir dan batin kepadanya, sungguh kebanyakan penghuni neraka adalah kaum perempuan."
"Wahai Ahmad, tidaklah seorang perempuan berdosa jika melakukan khulu'
- dengan sebab kemaksiatan dan kedzaliman dari pasangan halalnya, dengan bukti-bukti dan saksi-saksi yang adil dan alim,
- tidak pula berdosa seorang perempuan meminta perceraian ( khulu' ) dengan sebab ia khawatir akan mengancam keselamatan dirinya
- dan tidak pula berdosa seorang perempuan melakukan khulu' dengan sebab pasangan halalnya adalah pecinta perbuatan kaum sadum ( LGBT ),
- dengan sebab berpindah agama,
- dengan sebab penyakit akibat kemaksiatan ( kotor akibat zina dengan banyak perempuan penghibur ),
- yang gila judi dan khamr,
yang demikian itu adalah hukum-hukum Allah yang wajib di fahami. Maka wajiblah mereka ( suami istri yang berselisih ) mendatangkan seorang yang alim ( berilmu ) dari keduanya sebagai hakim yang baik. Yang demikian itu lebih baik mereka lakukan. Sungguh Allah Maha Adil dan Maha Pengampun."
"Wahai Ahmad, ajarkanlah kepada mereka para pengikutmu ( laki-laki ), yakni hal yang akan membuat mereka bahagia di dalam rumah-rumah mereka, yakni
- yang pertama, hendaklah seorang laki-laki menghargai penat dan lelahnya sang istri dalam mengurus rumahnya, dan meringankan pekerjaannya,
- yang kedua, janganlah banyak berbicara hal yang menyakiti hati pasangannya,
- dan yang ketiga, memperhatikan dan mendengarkan setiap keluahan pasangan ( istri ) mereka lalu berkata-katalah yang bijak lagi menentramkan hati pasangannya ( Istrinya )."
"Wahai Ahmad, tidaklah batu yang keras itu melunak ( lembut ), melainkan titisan air yang berteruskan akan melubanginya dan menghancurkannya, yang demikian itu adalah perumpamaan bagi kesabaran seorang laki-laki dalam menjaga dan mendidik pasangan halalnya disebabkan takut akan datangnya murka Allah atas diri mereka, sungguh tidaklah mudah mengukir permata menjadi indah dan berharga sebagaimana seorang laki-laki yang sabar atas kekurangan pada diri pasangannya, lalu ia berusaha berjuang untuk menjadikan rumah tangganya bersesuaian dengan perintah Allah Azza Wajalla dan Sunnah Rasulullah Kakekmu yang Mulia. Sungguh kesabaran seorang laki-laki akan mendatangkan kebahagiaan dunia dan akhirat."
"Wahai Ahmad, janganlah seorang laki-laki yang belum menikah lalu ia berputus asa disebabkan tidak adanya wanita yang menyukainya, atau ia ditinggalkan seorang wanita yang ia cintai. Katakan !!! Apakah dirinya merasa seperti Adam dan Hawa? Hanya ada satu wanita didalam dunia?? Sungguh alangkah bodohnya seorang laki-laki menghabiskan masa hanya untuk meratapi nasibnya itu ( perbuatan sia-sia yang meratapi seorang perempuan ). Sementara Allah masih membentangkan dunia ini dengan banyaknya perempuan-perempuan sebagai perhiasan yang indah lagi baik diatas dunia. Hendaklah mereka ( para pemuda ) menjaga dirinya dari kemaksiatan ( zina )."
"Wahai Ahmad, katakanlah, sungguh tidaklah seorang laki-laki mendapatkan kebahagiaan didalam hidupnya, hingga ia berjuang dengan keras untuk mencapai cita-cita hingga sampai pada kejayaan yang nyata, dan mencari rizki dari yang halal lagi baik. Sungguh kerusakan akhlaq dan hati seorang perempuan dan anak- anak nya disebabkan bercampurnya kadar rizki dengan yang diharamkan Allah. Sungguh nafkah yang didapati dari yang diharamkan Allah akan mengeraskan hati dan merusak akal. Hendaklah mereka berfikir. Sungguh kemuliaan dari Allah adalah bagi orang-orang yang bertaqwa, yakni yang berlomba-lomba mengerjakan kebaikan dengan ilmu dan amal yang diridhoi Allah."
"Wahai Ahmad, tidaklah ada bencana yang diturunkan Allah tanpa adanya makna yang tersirat didalamnya. Dan tidaklah ada satu bencana yang Allah timpakan kepada suatu kaum melainkan disebabkan tangan-tangan mereka sendiri. Yang demikian itu sebagai peringatan dan contoh bagi kaum setelah mereka. Hendaklah kalian berfikir."
"Wahai Ahmad, bukankah telah sampai khabar bahwa Allah hendak menyuburkan ladang-ladang mereka dengan "tetesan air" ( karya-karya ) dari tanganmu, lalu mereka menjadi gembira dengan apa-apa yang mereka tanam, hendaklah mereka memperhatikan zakat dan infaq dijalan Allah didalam perahumu, hingga sampai pada orang-orang yang berhak menerimanya. Yang demikian itu lebih dicintai Allah atas usaha dan perjuangan mereka dalam musim panen."
"Wahai Ahmad, sungguh berteguh hatilah dalam melaksanakan hukum-hukum dan aturan didalam perahumu, tidaklah mereka yang akan ditanya kelak di yaumul qiyamah, melainkan dirimu lah yang akan ditanya, sungguh jika dirimu berteguh hati dan keras dalam memberikan perintah kepada para pengikutmu yang berada pada garis depan, untuk melaksanakan keadilan, kejujuran dan amanah dalam menjalankan perintah, lalu diantara mereka mengabaikanmu dan menjauhimu, tidaklah ada kewajibanmu memikul dosa-dosa mereka atas kebodohan dan kelalaian serta kesombongan mereka, dan hendaklah dirimu bertegas hati untuk meletakkan mereka berada di barisan belakang, jika mereka lari dari perahumu, sungguh tidaklah akan bebas mereka dari azab dunia dan azab akhirat disebabkan kesombongan mereka dan kelak mereka akan diminta pertanggung jawabannya atas apa-apa yang dilakukan mereka di atas perahumu, apakah mereka setengah "biji kurma" yang mereka masukan ke dalam perut mereka tidak akan berubah menjadi batu di dalam neraka? Sungguh jika demikian, mereka termasuk ke dalam golongan orang-orang yang lalai lagi angkuh yang akan menempati tempat yang hina dalam pandangan Allah dan tempat siksa di dalam kubur-kubur mereka."
"Wahai Ahmad, telah kamu tuliskan semua khabar-khabar sejak lama kepada ummat Nabi Mulia Muhammad, sungguh setelah ini, segeralah membina tempat itu hingga dirimu mempunyai tempat bersama anjing-anjingmu dan beberapa sahabatmu sebagai peniaga di tempat itu, dan sebagai tempat belajar dan mengajarkan tentang hukum-hukum syariat dan amal shaleh yang baik lagi benar, sungguh anjing-anjing yang ada bersamamu akan menjadi contoh kesetiaan yang abadi dalam pandangan Allah, hinaan bagi hamba-hamba Allah yang tidaklah mempunyai rasa syukur atas segala karunia Allah atas diri mereka."
"Wahai Ahmad, katakanlah apakah Allah dan Rasulullah salah ketika mengajarkan tentang doa untuk menjauhi kejahatan syetan? Sedangkan syetan tidak nampak dan berada selalu dekat dengan manusia? Lalu apakah mereka tidak membaca doa ketika berhubungan dengan istri-istri mereka? Ataukah mereka tidak membaca doa ketika memakan makanan yang di makhruhkan dalam syariat? Sungguh yang demikian itu sama saja ketika orang-orang yang bertanya tentang doa yang aku ajarkan kepadamu dalam menghisap dukhon ( rokok ), sungguh mereka termasuk orang-orang bodoh yang tidak membaca kitab-kitab, diamlah hingga Allah kelak mendebat mereka di yaumul qiyamah, karena mereka termasuk golongan yang ingkar sunnah ( tidak meneliti dengan baik / tabayyun ) dan gemar berdebat."
"Wahai Ahmad, katakanlah, hendaklah istrimu yang pertama memperhatikan kesehatan dirinya, dan memperhatikan makan dan minumnya, sungguh pekerjaanmu telah banyak diringankan olehnya, hendaklah ia memperhatikan hak-hak pada tubuhnya, dan hendaklah ia bersabar bersamamu. Sungguh Allah hendak membuka keberkahan pada tempat yang dirimu bina dengan cara perhitungan perniagaan yang istrimu jalankan, hendaklah ia berteguh hati. Sungguh pada dirinya terdapat tauladan peniaga yang baik dalam pandangan Allah dan hukum-hukum Allah dalam perniagaan dan dalam mengatur baitul mal, hendaklah para pengikutmu mematuhi caranya dalam menjalankan amanah ummat didalam empat binaan yang telah dan tengah dirimu perjuangkan. Dan janganlah ada satu pun yang luput dari catatan dan perhitungannya."
"Wahai Ahmad, tidaklah ada kesalahan atasmu menolak menjawab pertanyaan dari istri-istrimu terhadap apa yang dirimu lakukan bersama beberapa sahabatmu, sungguh jika dirimu menjawabnya, hal itu mendatangkan kemurkaan Allah keatas dirimu dan perahumu, bukankah istri-istrimu telah menyaksikan bagaimana perjalananmu menuju tepi ainul hayat lalu menerima tiga belas perintah dan larangan serta nasihat kamu dapati dariku...? Apakah mereka hanya menjadikan hal itu kisah yang menakjubkan semata? Hendaklah mereka bertaubat."
"Wahai Ahmad, katakanlah, sungguh beberapa pengikutmu yang telah aku sebutkan nama mereka, hendaklah mereka membina bangunan perniagaan yang memudahkan mereka dalam menjalankan perintah untuk menyuburkan ladang-ladang disekitar mereka. Dan hendaklah mereka berteguh hati bersamamu, sebagian menjadi petani tumbuhan yang dibutuhkan untuk karya-karyamu, sebagian tanaman yang menjadi makanan pokok di negerimu. Yang demikian itu akan membawa kebahagiaan dan keberkahan dunia akhirat bagi mereka. Dan Allah Maha Mengetehui, Maha adil dan Maha Bijaksana."
Ahmad F. A. Alwi Syams
.png)