Janji Allah Yang Akan Terjadi Pada 2027 : Kehancuran Kaum Yang Melampaui Batas

   
Janji Allah Yang Akan Terjadi Pada 2027 : Kehancuran Kaum Yang Melampaui Batas

Janji Allah Yang Akan Terjadi Pada 2027 : Kehancuran Kaum Yang Melampaui Batas

Janji Allah Yang Akan Terjadi Pada 2027, Kehancuran Kaum Yang Melampaui Batas


18 Mei 2026

Janji Allah Yang Akan Terjadi Pada 2027 : Kehancuran Kaum Yang Melampaui Batas


Nabi Khidr a.s mendatangiku di tepi kolam sepi. Beliau berkata,

"Wahai Ahmad, sungguh aku melihat dirimu dalam keadaan lemah dan sakit, lalu aku mendengar engkau berkata: 


أَقْبَلُ عِقَابَكَ، أَقْبَلُ عِقَابَكَ يَا رَبِّ فَاغْفِرْ لِيْ ذَنْبِيْ وَاغْفِرْ لِيْ وَلِوَالِدَيَّ وَلِجَمِيْعِ الْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ، سَامِحُوْنِيْ يَا أَصْدِقَائِيْ عَنْ تَقْصِيْرِيْ اَللّٰهُمَّ ارْحَمْنِيْ وَأُمَّةَ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كُلَّهَا


Aqbal 'iqoobaka ya Rabb... Aqbal 'iqoobaka ya Rabb... Faghfirly dzanbiy wagh firli wali walidayya walijami'il muslimiina wal muslimaat wal mu'miniina wal mu'minaat, samihniy ya Asdiqooiy 'an taqsiriy. Allahummarhamniy wa ummata Sayyidina Muhammad kulluh.


"Aku menerima hukuman-Mu, aku menerima hukuman-Mu, ya Tuhan. Maka ampunilah dosaku, dan ampunilah aku, kedua orang tuaku, serta seluruh kaum muslim laki-laki dan muslim perempuan. Maafkanlah aku, wahai sahabat-sahabatku, atas segala kekuranganku... Ya Allah, rahmatilah aku dan seluruh umat Baginda Nabi Muhammad."


Sungguh kalimat yang dirimu ucapkan sangatlah baik dan bijak dalam menerima ujian Allah kepadamu."


"Wahai Ahmad, katakanlah, sungguh tidaklah akan mampu ikan-ikan di bawah kakimu hidup di atas daratan bersama beberapa ekor semut yang berada di tepi kolam, dan tidak akan juga semut-semut itu mampu hidup berlama-lama di dalam air bersama ikan-ikan. Begitulah perumpamaan diri mereka para jin-jin muslim yang berusaha memperlihatkan diri mereka kepadamu, dengan maksud mereka ingin agar dirimu mendengar keluhan mereka berada pada bangunan yang kotor, yang dahulu adalah sebuah tempat pendidikan Agama Islam yang ramai santri-santri di dalamnya berdzikir dan bersolawat."


"Wahai Ahmad, Allah lebih mengutus aku untuk menasihati mereka dan mmbawa mereka ke "Qof", sungguh benarlah dirimu mengabaikan salam mereka dan berpaling dari mereka yang berusaha menampakkan diri mereka dengan sebab kamu berhati-hati untuk menjawab salam dan menjawab ucapan-ucapan mereka. Sungguh aku telah menasihati mereka agar mereka tak menilaimu sebagai hamba Allah yang sombong. Dan mereka jin-jin yang baik dan memahami apa yang aku sampaikan kepada mereka. Sungguh Allah menyukai hamba-hamba Nya yang memelihara diri dan saling memaafkan."


"Wahai Ahmad, jin-jin itu mengatakan rasa syukur kepada Allah, atas dibersihkannya tempat ini, dan memperhatikan para pengikutmu yang sholat dan mengabdi pada perahumu di tempat ini, hingga tempat ini jauh dari perbuatan maksiat dan judi ( khamr dan perjudian ), sungguh mereka menginginkan Allah menjadikan tempat ini sebagai tempat bertemunya para pengikutmu dan mereka inginkan tetap dirimu berada di tempat ini lebih lama lagi, sungguh mereka para jin muslim berhubungan dengan jin-jin muslim lainnya di seluruh pelosok bumi dengan cara mereka dan dengan izin Allah. Hingga jin-jin muslim di negeri saudaramu dan di tempat-tempat lainnya telah mendengar tentang kisahmu dan perahumu. Hendaklah hamba-hamba Allah saling mengasihi dan saling menghormati dengan adab dan ketetapan yang Allah telah jelaskan di dalam Al-Qur'an, yakni sebatas saling mendokan dan tidaklah Allah mengizinkan saling meminta pertolongan dalam urusan alam dunia yang nyata. Sungguh para jin dahulu adalah barisan malaikat yang taat dan sebagian telah berbuat kerusakan hingga Allah membinasakan sebagian yang berbuat kerusakan hingga terlempar ke daratan dan gunung-gunung lalu binasa."


"Wahai Ahmad, dan sebagian mereka ( para jin ) yang berada di atas bumi menanti khabar yang akan datang kepada Nabi mereka ( Azazil ) hingga yang terjadi adalah kemurkaan Allah kepada Azazil, sungguh Azazil adalah "Ablasa" dan Bapak Moyang kesesatan ( Syayathiin ) hingga Allah menetapkan abadi pada dirinya dan pada kesesatan tanpa ampunan, sungguh telah aku kisahkan kepadamu tetang Azazil dan para pengikutnya. Yang demikian itu tertulis pada kitab-kitabmu. Hendaklah mereka ( para pengikutmu ) memahaminya."


"Wahai Ahmad, sungguh mereka kaum yang melampaui batas saling bertikai dan saling berlomba menjatuhkan dengan akal-akal dan alat-alat buatan mereka. Sungguh mereka tidaklah menyadari bahwa bumi di bawah kaki mereka menantikan perintah Allah setelah mereka menghancurkan tanah Muqaddasah, sungguh mereka berada pada jurang kebinasaan yang nyata."


"Wahai Ahmad, katakanlah kepada mereka kaum yang melampaui batas dalam menguasai Aqsha dan tanah Muqaddasah, bukankah Allah telah kali kedua memberikan peringatan kepada nenek-nenek moyang mereka dahulu dan mereka ( nenek moyang mereka ) mengikat janji kepada para Nabi dan Allah...? Bukankah Allah telah berfirman kepada mereka,


"Kemudian Kami berikan kepadamu giliran untuk membalas mereka, Kami membantumu dengan harta kekayaan dan anak-anak serta Kami jadikan kamu kelompok yang lebih besar."


"Jika kamu berbuat baik, (berarti) kamu berbuat baik untuk dirimu sendiri. Dan jika kamu berbuat jahat, maka (kerugian kejahatan) itu untuk dirimu sendiri."


Lalu mereka ingkar. Dan Allah kembali memberikan janji Nya kepada mereka, 


"Maka apabila datang saat hukuman bagi (kejahatan) yang kedua, (Kami datangkan orang-orang lain) untuk menyuramkan wajahmu dan mereka masuk ke dalam masjid (Masjidil Aqsa), sebagaimana mereka memasukinya pertama kali dan mereka membinasakan apa saja yang mereka kuasai."


Sungguh Allah tidak akan mengingkari janjinya. Sungguh pada 2027 itu Allah menepati janjinya, hingga Ayat-Ayat Allah menjadi nyata pada lidah Musa dan Harun saudaraku. Lalu binasalah Fir'aun dan hancurlah kerajaannya dengan kehancuran yang nyata. Sungguh keadaan mereka tidak akan berbeda dengan Fir'aun dan Kaum Sadum. Hendaklah dirimu mendatangiku pada ahad, lalu pukulkanlah tongkatmu bersamaku di atas negeri mereka. Sungguh Allah hendak memberikan peringatan dan menunaikan janji Nya. Yang demikian itu sebagai bukti nyata atas kebenaran yang kamu sampaikan. Sungguh mereka akan menghadapi badai pasir dan gemuruh yang tak mampu alat-alat mereka halau dan tak mampu akal-akal mereka berfikir. Sungguh sebagian dari mereka yang bertikai hendak memancing kemarahan dan murka sebagian pemimpin negeri di atas dunia. Hendaklah mereka menyadarinya."


Wahai Ahmad, tuliskanlah. Wahai Para Pembesar Dunia, sungguh apa-apa yang kamu ciptakan dengan "tangan-tanganmu" tidaklah akan mampu menundukkan kekuasaan Allah di atas tanah dan tiga kota suci Nya. Sungguh jika cahaya dari langit itu memenuhi tanah-tanah mereka, niscaya tidaklah ada satupun alat-alat mereka mampu "berjalan" melainkan akan membinasakan mereka sendiri dan menenggelamkan kota-kota mereka. Sungguh mereka takut akan kemiskinan dan kebangkrutan, sungguh negeri mereka akan mengalaminya, mereka termasuk kaum yang menukar Ayat-Ayat Allah dengan dunia."


Baca juga :


"Wahai Ahmad, hendaklah para pengikutmu bersabar dan berteguh hati dalam perjuangan, sungguh bukan kehendakmu dan bukan pula keinginan nafsumu di atas tanah-tanah itu. Melainkan agar dapat hidup beberapa fakir miskin dan yatim piatu di atasnya, dengan perniagaan dan peternakan hewan-hewan yang memberikan manfaat atas apa-apa yang kamu butuhkan sebagai penyubur. Yang demikian itu adalah perniagaan yang bersih dari riba dan dari kedustaan. Sungguh aku telah menyaksikan cara perkiraan istrimu yang pertama, tidaklah ada kekhilafan dan tidak pula ia luput dari perhitungan dalam timbangan dan perniagaan, sungguh ia taat dengan apa-apa yang kamu ajarkan, sungguh aku melihat cara yang dirimu lakukan adalah menambahkan takaran disetiap perniagaan adalah cara yang menjauhi dirimu dari riba dan berat yang kurang. Hendaklah mereka yang menjalankan perniagaan di atas perahumu, mengikuti cara-cara perkiraan ( penghitungan ) yang dilakukan oleh istri pertamamu, yang demikian itu menjaga perniagaan-perniagaan dari luputnya perkiraan dalam jumlah dan barang serta keuntungan yang diridhoi Allah. Sungguh jelas keadilan dalam perniagaan yang dirimu dirikan di atas perahumu hingga kembali ke dalam baitul mal yang ada dalam perahumu, janganlah mereka membantah dan menolak segala yang dirimu perintahkan, apakah mereka tidak mengetahui ? Sungguh bukanlah dirimu yang berkehendak dengan perintah-perintah itu...? Melainkan aku yang mengajarkan kepadamu."


"Wahai Ahmad, sungguh mereka yang menuduhmu sesat dan pendusta, tidaklah memahami apa-apa yang terjadi ke atas para pencela, yang memfitnah dan menuduhmu pendusta pada masa yang lalu, bahkan pada diri perempuan-perempuan yang dirimu ceraikan dimasa yang lalu, dan perempuan-perempuan yang menuduhmu berkhianat sedangkan Allah Mengetahui merekalah yang berkhianat. Lalu Allah timpakan penyakit kepada seorang perempuan hingga berbau busuk karena hinaannya kepadamu dan melemparkan Al-Qur'an yang kamu baca di Bulan Ramadhan hingga terlempar ke dalam tempat yang kotor, hingga pada akhirnya terhina dan dihinakan hingga akhir hidupnya, lalu sebagian yang lain Allah timpakan dengan penderitaan selama delapan tahun setelah ia menikah dengan laki-laki yang bukan dirimu, hingga perempuan itu tetap terjaga kegadisannya hingga delapan tahun itu disebabkan menghina dan merendahkanmu, barulah Allah memberikan mereka jalan untuk bisa mempunyai keturunan setelah mereka meminta maaf atas kesalahan mereka. Lalu Allah menutup "pintu kesucian" dan menutup perasaan perempuan yang nusyuz hingga laki-laki yang mencintainya lari darinya dan Allah tutup hatinya dari hasrat kepada laki-laki, sungguh yang demikian itu adalah mudah bagi Allah untuk menjelaskan bahwa dirimu bukanlah pendusta dan Allah Maha Bijaksana Pertolongan Nya kepada hamba-hamba Nya yang sabar dan memahami hukum syariat Nya."


"Wahai Ahmad, sungguh tidaklah seorang laki-laki dan seorang perempuan yang berzina akan luput dari hukum-hukum Allah, walaupun mereka menyembunyikannya dalam pakaian syariat ( berzina sebelum akhirnya menikah / mempunyai anak di luar nikah kemudian menikah ), bagi mereka yang memelihara diri mereka ( setelah menikah ) dengan Taubatan Nasuha, maka Allah memberikan hukuman Nya dengan "sedikit penderitaan, kemiskinan dan ujian amarah di antara keduanya" hingga delapan tahun delapan bulan atau lebih, hingga Allah menetapkan kebahagiaan dan keberkahan bagi keduanya jika mereka bersabar dalam taubatan nasuha. Namun jika keduanya berpisah ( cerai ) Allah menunjukkan Kemahaadilan Nya, dengan Hukum-Hukum Nya, sungguh siapa-siapa yang mencari-cari jalan untuk bercerai di antara mereka disebabkan ingin lari dari kemiskinan dan penderitaan dalam rumah tangga, maka hukuman Allah atas mereka yang keras hati dan bersalah atas perceraian itu, merekalah yang mendapatkan hukuman Allah pada delapan dan delapan walaupun mereka tidak menyukainya. Sungguh mereka termasuk orang-orang yang ingkar lagi musyrik. Mereka mengira harta dunia akan menolong mereka."


"Wahai Ahmad, sungguh apa-apa yang dirimu dan istri pertamamu diperjalankan adalah cara Allah menunjukan hukum-hukum Nya ke atas perahumu, tidaklah ada yang menyimpang dari hukum-hukum syariat Nya."


"Wahai Ahmad, janganlah bersedih hati dan jangan pula memberatkan hatimu apa-apa yang dituduhkan para hasidin yang hasad ke atas dirimu dan perniagaanmu, sungguh di antara mereka telah Allah berikan peringatan dan hukuman, sungguh mereka yang merasa lebih tinggi drajatnya darimu adalah mereka yang hendak Allah hinakan ke atas diri mereka dan tanah-tanah mereka. Lalu mereka mengatakan, "Apakah Ahmad merasa dirinya seorang Nabi ? Ataukah seorang yang suci ? Dan mereka mengatakan, "Apa-apa yang dituliskan Ahmad pastilah bersumber dari khayalan dan akal nya saja". Katakanlah wahai Ahmad, "Tidaklah aku mengetahui apa-apa yang aku tuliskan melainkan datang dari BALYA BIN MALKAN atas izin Allah, dan tidaklah aku mengurangi dan menambah-nambah sedikit pun apa-apa yang diperintahkannya untuk aku menuliskannya, dan aku berlindung kepada Allah atas segala peringatan dan hukuman Allah, dan aku memohon ampunan kepada Allah atas diriku dan diri kalian."


Ahmad F. A. Alwi Syams

Last update
Add Comment

Translate

Pengunjung