Kedustaan Kaum Syiah Terhadap Keturunan Rasulullah

   
Kedustaan Kaum Syiah Terhadap Keturunan Rasulullah

Kedustaan Kaum Syiah Terhadap Keturunan Rasulullah

gambar hanya sebagai ilustrasi, dibuat menggunakan ai copilot


18 Disember 2023

Kedustaan Kaum Syiah Terhadap Keturunan Rasulullah


Nabi khidr a.s berkata,

"Wahai Ahmad, aku kisahkan padamu sebuah kisah, ditandai dengan akan terjadinya badai di tanah arab dan terputusnya jalan di barat, serta kabut gelap di langit, getaran bumi di tengah lautan yang tidak jauh  dari ainul hayat,  akan menjadi saksi kebenaran kisah Ahmad."


"Wahai Ahmad, tulislah kisah dua leluhurmu yang dicintai Rasulullah yang aku kisahkan ini, agar Ummat Muslimin memahami kedustaan Kaum Syi'ah yang memuja tanah merah yang akan bersaksi kelak di yaumul qiyamah, yang akan memasukkan mereka ke dalam neraka jahanam."


"Wahai Ahmad, ingatlah... Bahawa dua kelompok yang menyebabkan kematian Husain adalah dalang kelompok pendengki terhadap Rasululah dan anak keturunannya adalah daripada bangsa Yahudi yang terusir dari kota Madinah.


Yaitu seorang laki-laki Yahudi yang satu matanya buta karena lemparan api dari penduduk najran (Yaman) ia bernama Sirn Dhashad (Tokoh Yahudi yang di hormati dan terpandang dari Bani Quraizah) dan berumur panjang sehingga 137 tahun, yang memiliki dua putra dan satu putri bernama Basat Shamer (perempuan) dan Dijal, yang mendendam dan mengisahkan kepada putra-putranya hal-hal buruk terhadap Rasulullah dan anak keturunannya, ia (Sirn Dhashad) merupakan kendaraan iblis yang di hatinya penuh dengan dendam.


Kelompoknya telah menghapus beberapa lembar kitab taurat dan merubah beberapa kalimat yang menunjukkan keutamaan dari sifat Rasululah, kecerdasan dan kepintarannya membaca dan menulis juga dalam bidang perniagaan membuat ia bernafsu untuk menguasai Najd dan Kota Madinah yang subur.


Ia membentuk perkampungan Yahudi yang jauh dari kota Mekah dan Madinah (perbatasan Yaman), ia dan anak-anaknya melarikan diri ketika sebelum kaum yahudi di habisi oleh penduduk Najran, dan menetap di lembah yang terlarang hingga mencipta beberapa kabilah, ia mencatat banyak kedustaan hingga tulisannya menimbulkan dendam yang berkepanjangan, dengan segala siasatnya ia berhasil membuat tiga kelompok yang pandai dalam bidang politik, agama dan perniagaan.


Anak keturunannya dan pengikut setianya yang terlatih telah menyebar ke pelosok tanah Arab, terutamanya kaum perempuan yang dipandang cantik digunakan untuk mendapatkan keturunan yang cerdas.


Hingga kelompok itu mampu memecah-belah kaum muslimin dan Umat Nasrani di Kota Mekah, dan Madinah. Sehingga kelompok di Kota Mekah berhasil membuat Husain keluar untuk mereka bunuh, yang sebelumnya kelompok di Madinah mampu memasukkan racun yang mematikan kepada Hasan bin Ali." 


"Wahai Ahmad, kisahkan kepada mereka ummat Islam di dunia, agar mereka menyadari bahwa dendam berkepanjangan dari kelompok mereka telah berakar dan menjadi alat perusak ummat Islam yang di gunakan kaum kuffar dalam menjatuhkan kekuasaan, hingga anak keturunan 'Sirn Dhashad' telah menguasai beberapa bahasa dan kelompok pertama Sirn Dhashad membuat Injil yang di palsukan demi memecah-belah ummat Nasrani di sekita kota Mekah dan Madinah, dan membunuh para tokoh Nasrani dan Yahudi yang tidak mengikuti cara dan jalannya."


"Wahai Ahmad anak keturunan Sirn Dashad dan anak keturunan dari kelompok merekalah yang menguasai bidang peternakan, pertanian dan perdagangan di Najd dan disekitar jazirah arab, kelompok mereka pulalah yang memecah belah ummat Islam di Mekah dan Madinah, hingga kisah palsu mereka tentang pembunuhan Husain berubah menjadi dendam perkepanjangan terhadap penguasa Kota Mekah dan Madinah."


"Wahai Ahmad, sehingga kini, akibat kedustaan dan propaganda mereka yang semakin menyebar di Najd dan di beberapa daerah seluruh jazirah arab, mereka telah mampu menimbulkan dua aliran (Sunni dan Syi'ah)."


"Tahukah kamu wahai Ahmad ? Merekalah Syi'ah (kelompok) yang mengarang kisah palsu tentang perseteruan antara Bani Hasyim, Muhajirin dan Anshar, kisah-kisah palsu ini membuat beberapa ummat Islam terpecah di dalam pemerintahan Abu Bakar yang secara halus membuat orang-orang yang jahil dan rakyat biasa mempercayainya.


Bermula pada masa wafatnya Nabi Mulia Muhammad, masa itu sebenarnya Bani Hasyim, Muhajirin dan Anshar tidak permah ada perseteruan dan perdebatan, melainkan mereka berkumpul untuk meminta kesediaan Sayyidina Ali menjadi Amirul mukminin, namun di tolak oleh Sayyidina Ali, begitu pula ketika menunjuk kepada Sayyidina Umar r.a, Sayyidina Umar pun menolak, lalu mereka bersepakat menunjuk Sayyidina Abu Bakar.


Dan telah terjadi perdebatan yang terdengar oleh banyak orang di masa itu, mereka bermusyawarah untuk memutuskan keputusan yang Adil, hingga Sayyidina Abu Bakar pun menerima ketetapan dari hasil musyawarah antara Bani Hasyim, Muhajirin dan Anshar. Serta menetapkan pusat pemerintahan kembali ke Kota Mekah, beberapa kaum yang lemah dari Muhajirin dan Anshar telah dapat di pengaruhi oleh kelompok Sirn Dashad yang berpusat di Khorasan." 


"Wahai Ahmad kepandaian kaum penyebar fitnah inilah yang membuat kitab-kitab palsu dan sejarah palsu dengan kepandaian mereka menggambar dan melukis, telah membuat beberapa lukisan-lukisan palsu tentang wajah Sayyidina Ali. Yang sebenarnya, di dalam kelompok mereka di negri mereka, gambar wajah itulah dianggap sebagai Wajah Rasuullah yang Mulia."


"Wahai Ahmad tuliskanlah ini, agar para pembesar ulama 'Ahlusunah Wal Jamaah' di negri Arkhabil menyadari, bahwa di zamanmu ini, di negri Arkhabil, kelompok pendusta itu pun telah berhasil menyusup dan membius para Ulama, yang pada akhirnya para ulama terjebak dengan perseteruan dan perdebatan yang tidak ada manfaatnya sedikitpun untuk dunia dan akhirat dan tidak pula bermanfaat untuk kedamaian dan kerukunan di tengah masyarakat.


Hanya menyebabkan kebingungan di tengah Kaum Muslimin, disebabkan lemahnya persatuan dan lemahnya kesedaran para Ulama di Negri Arkhabil terhadap kelompok yang bersiasat, dan tidak adanya kesedaran para pembesar Negri Arkhabil akan bahayanya kelompok yang memakai baju Ulama' namun tujuan mereka adalah menggelincirkan aqidah dan merusak kerukunan sesama kaum muslimin dan antara ummat beragama di negrimu.


Dan telah hilangnya Akhlaqul Karimah dan adab dalam bermasyarakat sesuai dengan Sunnah Rasullulah yang telah di contohkan oleh Sayyid Ali Zainal Abidin dan di sebarkan pula oleh leluhurmu Sayyid Abdullah Al Mahdi (Abdullah bin Hasan Al Mutsanna).


"Wahai Ahmad, aku Balya Bin Malkan, sampaikanlah salamku kepada seluruh Pembesar Islam dan Pembesar Agama di Tanah Arkhabil, apakah mereka inginkan sejarah terulang kembali ? Ketika kemunculan Sayyid Hasan Al Mutsanna bin Hasan dan  Sayyid Abdullah Al Mahdi bin Hasan Al mutsanna yang telah mendapat tekanan dari pemerintah dizaman itu.


Apakah mereka para pembesar Islam di negri Arkhabil menantikan kaum muslimin kembali terpecah...? Apakah mereka (Para Ulama) mengira mimbar-mimbar dan majlis-majlis mereka telah di redhoi Allah dan Rasulullah...? Apakah  mereka (para pembesar Negri dan Ulama) hanya diam dan tidak membuat hukum dan aturan untuk mencegah kaum kuffar dan penghianat mampu berkuasa kembali di Negri mereka...?


Dan hanya membiarkan kaum yang jahil terus berfatwa tanpa kendalian, dan ketika mereka (para pembesar Islam dan ulama) di Negri Arkhabil menyaksikan kemaksiatan dan kerusakan terjadi, barulah mereka menyesali...? 


Sungguh bodoh... Mereka sama saja membinasakan generasi penerus islam dan teramat buruk perbuatan mereka. Dan sungguh hinalah keadaan mereka kelak di Yaumul Qiyamah, dengan wajah tertunduk malu bercampur takut dan kengerian mendengar gemuruh api neraka, saat tangan para malaikat menepis diri mereka dari barisan Umat Rasululah Muhammad yang mulia dan menempatkan mereka pada kehinaan.


Lalu mereka berbaris dalam barisan orang-orang yang mendustai ilmunya. Yang semasa di dunia hanya mencari kesenangan dan kenyamanan namun tidak sama sekali membela kebenaran yang Haq. Dan mereka merasa aman dengan perut yang kenyang dengan kenderaan yang mewah dan dengan pujian-pujian para pengikutnya, namun mereka tidak sama sekali mempedulikan nasib ummat yang jahil dan ummat yang teraniaya (fakir miskin yatim piatu)."  


"Wahai Ahmad, aku Balya bin Malkan, dengan kehendak Allah aku mengisahkan kepadamu tentang leluhurmu yang di khianati, dan dengan kehendak Allah aku mendatangimu, agar menyampaikan nasihat dan peringatan kepada kaum muslimin. 


Agar mereka para pembesar Islam dan Ulama di negri Arkhabil menghentikan segala kebodohan yang membuat Rasulullah Muhammad yang mulia bersedih dan gelisah dengan tingkah laku ummatnya, dan mereka yang mengaku ulama namun hanya mencari keuntungan dunia, dengan saling menjatuhkan dan merasa aman dengan harta-harta mereka yang mereka dapati dari menjilat pintu-pintu pejabat yang dzalim. 


Sungguh lisan mereka yang berzikir dan bersolawat tidak akan pernah sampai kepada Rabb mereka dan Rasulullah, disebabkan ilmu mereka hanya dipergunakan untuk membangun dunianya sedangkan bangunan akhirat mereka, dirusakkam sendiri dengan kesombongan dan keserakahan dengan membiarkan kedzaliman serta kemaksiatan. 


Sampaikanlah nasihat ini, sungguh dirimu dan aku hanyalah pemberi nasihat dan peringatan, agar Allah benar-benar menahan murka Nya kedasar bumi di tengah lautan di antara Negri Arkhabil, Tanah para Nabi dan Tanah yang dingin dan bersalju abadi,  dan gunung-gunung di seluruh dunia sebagai peringatan."


"Wahai Ahmad, sebarkanlah khabar ini, hingga sampai kepada mereka para pembesar negri dan para pembesar Ulama, hingga Allah memberi tanda di langit, di daratan dan lautan sebagai bukti kebenaran yang kusampaikan. Dan setelah nasihat ini  kamu sampaikan, tetaplah pada perintah Allah Azza Wajalla, agar dirimu bersabar dan tetap pada tempatmu yang aman, dan kita bersama memperhatikan, apakah mereka menyadari atau menganggapmu pendusta.


Mereka yang bijak dan pandai dan para ilmuwan pastilah mampu meneliti beberapa khabar yang kau tuliskan, namun mereka yang berpenyakit hati akan merasa diri mereka paling benar dan sebahagian dari mereka ada yang merasa lebih dekat darah mereka dengan Rasulullah Muhammad Saw.


Jika mereka hedak mengujimu, tersenyumlah, bahawa hari ini Aku mendengar, bahwa Allah akan menolongmu dengan pertolongan Nya, hingga mereka yang menghinamu dan merendahkanmu mendapatkan tanda yang jelas, lalu apakah mereka akan terus berpaling ?"


"Wahai Ahnad, katakanlah kepada pengikutmu, bahawa berdiri dibawah panji "Alif lam Mim" bukanlah berdiri pada kesejukan dan keindahan dalam khayalan semua, tapi berdiri di bawah panji ini, adalah menjunjung bara api dan menggenggam bara api di atas tanah lapang yang tandus, berjalan lurus hingga sampai kepada lautan Musyahadah dan pantai kebahagiaan."


"Wahai Ahmad, katakanlah kepada mereka para pembencimu, sungguh kebencian dan hinaan mereka tidaklah merugikan dirimu, dan cacian dan fitnahan mereka tidaklah pula menjatuhkan dirimu, tapi merekalah yang akan di minta pertanggung jawaban kelak di yaumul hisab, yang menguntungkan dirimu dan menjadikan mereka bangkrut dihadapan Allah.


Bukankah mereka telah mengetahui, bahwa ghibah, fitnah dan hinaan yang mereka lemparkan akan menjadi pembuka jalan menuju syurga Allah untukmu wahai Ahmad...? Sungguh merugilah perniagaan mereka kepada Rabb mereka dengan sebab kebodohan mereka."


"Wahai Ahmad, tulis dan khabarkan kepada mereka agar mereka memahami, bahwa kemenangan dunia akhirat bukan terletak dari pintar dan bijaknya mereka berkata-kata untuk mendebat sesama Muslim dan bukan pula terletak keberhasilan dan kepintaran dalam menghina dan menjatuhkan sesama saudaranya.


Kemenangan yang Haq adalah masuk kedalam kubur tanpa dihisab, dan masuk kedalam Jannah tanpa hijab. Kekalahan yang buruk adalah keluar dari dunia tidak membawa bekal iman dan amal."


Ahmad

Last update
Add Comment

Translate

Pengunjung