11 Maret 2026 / 21 Ramadhan 1447H
Sifat Manusia Boneka Kayu Akhir Zaman
Nabi Khidr berkata kepadaku, "Wahai Ahmad, Allah Azza Wajalla menyampaikan kepadaku,
Demi bintang yang saling terikat dan saling mengitari, tidaklah Ahmad itu berdusta. Sungguh ia hanyalah manusia yang terikat denganmu, dan tidaklah ia berlaku kecuali atas kehendakKu... Bukanlah ia seorang Nabi dan bukan pula seorang pengkhayal gila... Sungguh Aku memberikan petunjuk kepada beberapa pengikutnya sebagai bukti kekuasaanKu."
Lalu Beliau (Nabi Khidr) membentakku, "Tulislah !!! Jangan mengurangi apa-apa yang aku katakan, sungguh tidaklah akan terhina apa-apa yang Allah muliakan... Dan tidak pula akan mulia apa-apa yang Allah hinakan... Bukankah dirimu mengatakan sungguh betapa kecilnya dirimu masa berada pada puncak gunung dimana beberapa bulan yang lalu kita berdiri disana, sedangkan puncak itu adalah yang tertinggi dan dirimu berada pada gunung terbesar diatas dunia. Begitulah perumpamaan orang-orang yang zuhud lagi memahami, tidaklah seseorang yang zuhud itu merasa besar dan tinggi walaupun ia berada pada puncak makrifat tertinggi, hingga lisan dan pandangannya tertutup taqwa yang benar, dan syahwatnya terperangkap pada dinding khouf dan wara', terikat tali kekang akal dan hati yang bersih..."
"Wahai Ahmad, tidaklah Kakekmu Nabi Mulia Muhammad berkehendak dan bukan pula Beliau telah mengetahui apa-apa yang terjadi dalam perahumu, melainkan atas izin Allah Beliau ada dalam mimpi-mimpi beberapa pengikutmu, dan dalam mimpi beberapa Ulama di beberapa negeri diatas dunia,
- sebagian Ulama mengamati dan ragu setelah membaca khabar yang kamu tuliskan,
- sebagian berhati-hati dan diam,
- sebagian mengabaikan dan meremehkan,
- sebagian menolak dengan kebodohan.
Sungguh kelak mereka akan menyaksikan kebenaran dihadapan Allah Azza Wajalla..."
- Cahaya Rasulullah Saw Yang Telah Berpindah ke Negeri Arkhabil
"Wahai Ahmad, sungguh para pencela sahabat Rasulullah tidaklah diterima seluruh ibadah dan puasa mereka, meski mereka berpuasa dibulan Ramadhan dengan penuh keyakinan dan memenuhi hukum syariat yang benar. Disebabkan hukum berpuasa yang mereka kerjakan atas jasa beberapa sahabat Kakekmu Yang Mulia Muhammad. Sedangkan mereka menyembunyikan kebenarannya."
"Wahai Ahmad, tidak akan mencapai kemenangan diatas tanah mereka walaupun Takbir mereka kumandangkan dalam peperangan, sungguh Kakekmu yang mulia telah lama berpaling dari mereka, tidaklah mereka dalam kebenaran sedangkan Allah menganggap mereka hanyalah pembuat kerusakan yang nyata, sungguh cahaya kasih sayang Kakekmu yang Mulia telah nyata Allah turunkan pada Negeri Arkhabil, tidakkah mereka perhatikan...? Sungguh Allah menahan murkaNya atas Negeri Arkhabil dengan sebab itu... Kecuali sebagian timur Negeri Arkhabil adanya taufan dan hujan badai di Hari Raya Iedul Fitri yang tidaklah membuat banyak kerusakan, yang demikian itu sebagai tanda peringatan yang nyata."
"Wahai Ahmad, persiapkanlah dirimu, sungguh dibulan masa dirimu dan pengikutmu berjumpa selama 4 hari, Allah kembali menyembuhkan pengikutmu yang sakit hingga sampai pada kesehatan yang lama ia rindukan. Dan beberapa laki-laki dan perempuan dari pasangan halal pengikutmu berbaiat dan peluklah mereka dengan cinta yang diwariskan Kakekmu yang Mulia Muhammad, dan berdoalah dengan doa yang biasa diucapkan dari bibir Mulia Muhammad keatas diri mereka, yang demikian itu adalah warisan terbaik yang Allah berikan kepada mereka sebagai tanda kasih sayang sesama ummat Nabi Mulia Muhammad."
"Wahai Ahmad, apakah dirimu menyangka malam ketetapan terbaik laksana Seribu Bulan itu tidak terjadi keatas beberapa pengikutmu ? Katakanlah !! Tidaklah ia merasakan melainkan Allah lah menanamkan rasa tenang dan membersihkan hati mereka dari sifat-sifat tercela. Hendaklah mereka menjaga cahaya itu hingga akhir masa mereka... Yakni mereka yang berpuasa dengan kesedihan disebabkan kekurangan harta namun mereka tetap menyembunyikannya darimu dan dari orang-orang disekelilingnya. Disebabkan mereka tidaklah menginginkan menjadi beban dirimu dan orang lain di setiap Bulan Ramadhan, sungguh Aku Balya bin Malkan telah memberikan nama-nama mereka kepadamu hingga kita tersenyum haru dan mendoakan mereka. Menjaga rahasia mereka, dan dirimu memberikan sedikit dari baitul mal hak-hak mereka, yang demikian itu atas perintah Rabb kita yang Maha Pengasih lagi Maha Bijaksana. Hingga dirimu hanya membolehkan menuliskan tanda-tanda diri mereka. Sungguh pasangan itu benar-benar mencintaimu hingga salah satu dari keduanya itu telah disembuhkan Allah atas penyakitnya yang menahun. Dan Allah muliakan mereka dengan hadiah di akhir Ramadhan dari jalan yang tidak mereka sangkakan dan diantara mereka ada putri dan putra mereka yang penghafal Al-Qur'an..."
"Wahai Ahmad, tulislah semua nama-nama yang telah Aku khabarkan kepadamu hingga baitul mal yang ada didalam tanggung jawabmu sampai kepada mereka, dan janganlah dirimu menjadi ragu disebabkan keadaan rumahnya yang besar, sungguh Allah lebih mengetahui keadaan mereka. Dan bukanlah dirimu yang meminta akan tetapi Aku Balya bin Malkan mendapatkan perintah Allah Azza Wajalla yang meminta kepada dua pengikutmu yang memegang tanggung jawab atas apa-apa yang dirimu amanahkan. Apakah mereka mengira semua atas kehendak nafsumu ? Sungguh aku Balya bin Malkan telah menyaksikan dirimu menunda khabar perintah ini dariku. Lebih dari 50 kali dirimu enggan menuliskannya. Tulislah !!! Lalu berserah dirilah kepada Allah atas apa-apa yang dirimu tuliskan."
"Wahai Ahmad, tidaklah menjadi kebaikan atas dirimu dan pengikutmu, dan atas mereka yang membaca apa-apa yang dirimu sampaikan. Kecuali mereka memahami apa yang mereka baca dan hendaklah dirimu bersabar."
"Wahai Ahmad, sungguh telah aku sampaikan sifat-sifat istrimu yang ia disebutkan dengan sebutan Zainabatain, tidaklah ia mengetahui melainkan Kakekmu yang Mulia Muhammad telah menjumpainya dalam mimpinya yang terdahulu, sungguh aku Balya bin Malkan menjadi saksi perkataan indah tentangnya dalam mimpiku. Hingga menjadi syair pada batas langit di masa pertama dirimu berkumpul bersama pengikutmu hingga bumi bergetar masa itu. TULISLAH untuknya walau hanya dua bait !!!"
"Wahai Ahmad, tidaklah berguna permata yang ada pada genggaman, tidaklah sampai cahaya pada ruang gelap yang tertutup batu besar yang keras, yang demikian itu perumpamaan bagi mereka yang memahami Al-Qur'an namun keras hati mereka dari petunjuk Allah didalamnya."
"Wahai Ahmad, tidaklah ada yang mampu bersembunyi dari padangan Allah. Sungguh kebanyakan manusia gemar menyembunyikan kebodohannya pada lisan-lisan yang berdusta, hingga mereka merasa aman setelah mengatakan kedustaan agar nampak dirinya terdzalimi, dan sebagian manusia merasa mampu bersembunyi dari Allah dengan lari dari apa yang mereka ucapkan disebabkan merasa tidak ada perhatian dari seseorang lalu memilih jalan yang dianggapnya lebih benar. Sungguh seseorang tidak akan ditanya oleh Allah kelak di Yaumul Hisab melainkan apa yang mereka kerjakan, sungguh tidaklah ada hijab bagi Allah atas apa-apa yang mereka nyatakan dan apa-apa yang mereka sembunyikan, hendaklah dirimu bersabar atas orang-orang yang nampak jelas mengatakan fitnah yang nyata tentangmu. Hingga mereka lebih suka duduk bersama pembencimu, sedangkan mereka tidak bertanya kepadamu tentang apa-apa yang mereka dengar dari orang yang hasad. Sementara saudaranya telah bermimpi tentang cahaya Kakekmu yang turun dihadapanmu lalu dirimu memeluknya. Apakah mereka tidak berfikir...? Sungguh hina keadaan orang-orang nifaq yang hasad dan yang mempercayai kedustaan dari si hasad kelak didalam kubur-kubur mereka. Sungguh tidaklah lama wajah-wajah mereka dihiasi senyum bangga melainkan "sehari" saja... Hendaklah dirimu memperhatikan dan bersabar."
"Wahai Ahmad, tidaklah aku menjadi marah melainkan merasa hairan akan keadaan manusia di zamanmu ini, mereka lebih gemar mendekati dan memuliakan orang-orang yang berharta dan orang-orang yang mempunyai jabatan, memenuhi "pintu-pintu" rumah mereka dengan penuh harap mendapatkan kebahagiaan dan rizki, bahkan mereka rela saling menjatuhkan dan menginjak "kepala" saudaranya agar nampak wajah-wajah mereka dalam pandangan si pejabat lagi kaya, sungguh sangat menjijikkan keadaan mereka dalam pandangan Allah.
SUNGGUH MEREKA BAGAIKAN BONEKA KAYU DENGAN DUA KEPALA YANG BERSANDAR PADA TONGKAT KAYU YANG RAPUH DI DALAM KEGELAPAN MALAM, SEDANGKAN DENGAN TANGAN MEMBAWA API YANG MENYALA HINGGA KETIKA API ITU PADAM , TIDAKLAH MEREKA MAMPU BERDIRI DAN BERJALAN, HINGGA MEREKA TERJATUH DAN BINASA DI MALAM YANG GELAP.
Begitulah keadaan orang-orang yang bersifat nifaq yang jiwanya diselimuti perbuatan mudahanah, yang menganggap orang kaya dan pejabat adalah cahaya penyelamat mereka dalam kehidupan.
SEDANGKAN MEREKA YANG BERSANDAR KEPADA ALLAH DAN MENGIKUTI JALAN KAKEKMU YANG MULIA MUHAMMAD, BAGAIKAN SESEORANG YANG BERJALAN UNTUK PERNIAGAAN DIWAKTU SUBUH DENGAN SEDIKIT CAHAYA API, KETIKA CAHAYA ITU PADAM, MEREKA MENDAPATKAN PERTOLONGAN CAHAYA MATAHARI YANG TERANG, HINGGA TIBA PADA TUJUAN DISORE HARI DENGAN KESELAMATAN DAN KEUNTUNGAN BESAR YANG NYATA.
Yang demikian itu perumpamaan bagi orang-orang yang mengikuti petunjuk-petunjuk Allah dan berjuang di jalan Allah..."
"Wahai Ahmad, sungguh bukanlah satu penyakit, atau bukan pula sampai pada usia tua dirimu dengan apa yang kamu rasakan, melainkan dirimu berada pada keadaan dimana orang-orang terdahulu merasakan. Tidak pula Allah menghilangkan hasratmu kepada istri-istrimu dan perempuan-perempuan, sungguh hal ini pernah terjadi kepada beberapa orang terdahulu yang pernah Allah perintahkan aku bersamanya, hendaklah dirimu bersabar hingga telah sampai kepadamu apa yang Allah datangkan kepadamu segala yang telah Allah tetapkan. Yang demikian itu adalah ujian bagi istri-istrimu. Sungguh yang demikian itu tanda bahwa dirimu benar-benar berada pada jalan yang benar lagi tinggi."
"Wahai Ahmad, tidaklah Allah menguji hambaNya melebihi batas kemampuan diri seseorang itu, hingga Allah memperlihatkan Al-Qadr kepada istri pertamamu di Bulan Ramadhan ini dan kepada pengikutmu yang berada dalam kesedihan, sungguh ia adalah suri tauladan yang baik bagi anak-anak nya, yang aku mengetahuinya, namanya sama dengan drajatnya."
"Wahai Ahmad, apakah beberapa pengikutmu tidaklah menyaksikan ? Bahwa
- sebagian tanaman mereka disuburkan
- dan sebagian di uji dengan setengah kegagalan ?
Yang demikian itu tanda kekuasaan Allah atas ladang-ladang mereka. Hendaklah mereka bersungguh-sungguh memahami ilmunya."
"Wahai Ahmad, pergilah ke **** dan berdiamlah dalam barisan, dan serahkan segala urusan perahumu kepada istrimu dan sahabat istrimu yang ada dalam mimpimu. Dan beberapa pengikutmu yang aku katakan nama-nama mereka kepadamu. Janganlah dirimu merasa berat, dan merasa khawatir akan sangkaan orang-orang atas diri sahabat istrimu itu, bukankah ia adalah pengikutmu yang telah lama menjalin perniagaan dengan istrimu ? Hendaklah dirimu berteguh hati. Dan beberapa petinggimu adalah orang-orang yang ikhlas bersamamu. Dan jangan pula dirimu enggan mengambil hak-hakmu atas perniagaan itu, disebabkan dirimu merasa berat dengan harta-harta mereka yang ada dalam tanggung jawabmu yang belum sampai pada keuntungan atas mereka, sedangkan mereka adalah orang-orang yang ikhlas dan yakin. Sebagian diantara mereka ada yang diam dan tetap menjaga hatinya dan senantiasa berbaik sangka. Hendaklah dirimu berteguh hati."
"Wahai Ahmad, tidaklah ada kewajiban bagi ibu sahabatmu yang sakit untuk berpuasa, sedangkan hatinya dalam kesedihan disebabkan ia tidak berpuasa, katakan kepada sahabatmu, bahwa Allah tidaklah berpaling darinya hanya karena tidak berpuasa sebagaimana ia berpuasa masa yang lalu, sedangkan ia senantiasa memuji Allah dan membaca Al-Qur'an pada bulan Ramadhan ini. Sungguh Allah tidaklah menyukainya dalam menahan sakitnya. Hendaklah ia menyadarinya. Sungguh ia perempuan yang dicintai RAMADHAN.
Tulislah...!!!
Ahmad F. bin Abdullah A. Syams
.png)