30 April 2026
3 Keadaan Yang Dibenarkan Membuka Aib Seseorang dan Mimpi Ulama Dunia Tentang Al-Mahdi
Beliau memperdengarkan suaranya dengan salam yang biasa Beliau ucapkan. Lalu Beliau ( Nabi Khidr a.s ) berkata,
"Wahai Ahmad, tahukah kamu bahwa Allah lah yang membuat hukuman kepada seseorang yang diharapkan taubatnya? Sungguh tidaklah Allah menghukum hamba Nya yang beriman kepada Nya,
- melainkan akan Allah datangkan peringatan pada awalnya,
- kemudian Allah akan mendatangkan peringatan kedua yang lebih keras kepadanya,
- lalu yang ketiga kalinya Allah mendatangkan hukuman baginya.
Sungguh jika seseorang itu bersabar dan bertaubat dengan Taubatan Nasuha ( dengan syarat-syarat taubat ) tidaklah tertolak taubatnya hingga ia menjalani hukuman yang bersesuaian dengan hukum Al-Qur'an. Sungguh Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang kepada hamba-hamba Nya yang bertaubat lagi berserah diri."
"Wahai Ahmad, sungguh di negrimu telah Allah khabarkan kepadaku dalam mimpiku yang nyata, satu peristiwa yang membuatku merasa bahwa mereka tidak memahami syariat walaupun di kepala mereka terikat kain GHUTROH dengan seratus kali lingkaran, sungguh satu kesalahan Hamba Allah tidaklah menjadi benar jika dibalaskan dengan membuka aibnya. Sungguh membuka aib seorang muslim diluar "DARUL QODHI" adalah kedzaliman."
"Wahai Ahmad, di negrimu seorang dianggap berdosa dengan perbuatan kaum sadum, apakah jika seseorang hamba Allah melakukan dosa kemudian mereka yang mempunyai bukti-bukit membuka aib seseorang yang berdosa itu dengan ringannya untuk menyebarkan aib seorang muslim yang bersalah itu seakan makhluq Allah sedunia wajib mengetahuinya. Sungguh hendaklah mereka memahaminya."
"Wahai Ahmad, sungguh Allah dan Rasul Nya melarang membuka aib seseorang kecuali didalam DARUL QODHI' hingga terang dan jelas, hukuman bagi yang bersalah yang Allah telah tetapkan dalam Al-Qur'an, dan apakah mereka yang menyebarkan aib dan dosa-dosa saudaranya sesama muslim diluar DARUL QODHI' ( pengadilan / persidangan ) tidak mendapatkan hukuman ? Sungguh mereka telah masuk kepada perangkap iblis dengan alat-alat dunia, tidakkah mereka memahami ? Bahwa masa yang dibenarkan Allah dalam membuka aib seseorang ada dalam beberapa keadaan, yakni
- dalam mencari keadilan kepada orang-orang yang faqih dan 'alim,
- mengadukannya kepada Umara dengan saksi-saksi yang amanah dan 'alim,
- dan di dalam DARUL QADHI'.
Sungguh kebanyakan mereka yang membuka aib saudaranya diluar tiga keadaan itu telah mengerjakan dosa yang besar ( Ghibah ), hendaklah mereka bertaubat."
"Wahai Ahmad, aku bacakan sebuah kisah dizaman para Nabi, yakni seseorang kakek yang mencintai sebelas cucu-cucunya, lalu yang paling akhir adalah cucu kesayangan sang kakek yang senantiasa ia ceritakan kepada orang-orang di kota tempat mereka tinggal tentang cucu kesayangannya itu, lalu setelah dewasa satu persatu cucu sang kakek itu wafat di tempat yang berbeda-beda akibat fitnah yang keji, tinggallah sang Kakek dengan cucunya yang masih bayi itu. Lalu sang kakek berdusta untuk mengatakan kepada semua orang disekitarnya bahwa cucunya itu dan berkulit sama dengannya dan mengatakan sang cucu masih tinggal bersamanya, kemudian orang-orang kepercayaan dan terdekat itu pun ikut menyebarkan khabar yang sama. Dengan tujuan menyembunyikan sang cucu saat itu dan seterusnya. Sungguh kedustaan untuk melindungi seseorang dari kedzaliman adalah Rahmat dari Allah yang terdapat ampunan Allah, dan Allah lah yang Maha Keras Hukum Nya lagi Maha Penyantun."
"Wahai Ahmad, telah Allah ringankan dirimu atas tempat itu, hendaklah dirimu bersegera membinanya, tidaklah Ahmad Lutfi telah aku fahami kedudukannya di tempat itu, lalu berilah nama pada tempat itu dengan nama MAHDIYYINARROSYIDIIN, lalu tetapkanlah bilik untuk isteri pertamamu sebagai pendampingmu selama dirimu berada di tempat itu, berilah nama bilik itu dengan nama AL WALIDATUL UMMAH pada pintu masuk ketiga setelah pintu masuk pertama, lalu As-Syari'un pada pintu ketiga, hendaklah dirimu membuat tempat sebagaimana anjing-anjingmu berada ditempat itu sebagai permulaan. Lalu berilah nama pada bilikmu dengan nama "Abu Kilab Al - Hadiqoh", yang demikian itu sebagai ujian Allah atas dirimu dan para pengkuitmu serta orang-orang yang beriman. Tulis lah...!!!"
"Wahai Ahmad, telah aku saksikan mereka di tanah para Nabi tengah didatangi Kakekmu yang Mulia Muhammad didalam mimpi-mimpi mereka, hingga mereka saling berselisih atas kebenaran mimpi-mimpi mereka. Sebagian dari mereka menyembunyikan mimpi-mimpi mereka kecuali kepada orang-orang yang mereka percayai dan amanah. Sungguh akan bertambah-tambah para Cendikiawan dan Ulama di negri itu yang bermimpi dengan kisah yang sama didalam mimpi mereka. Hendaklah dirimu bertenang hati... Dan ucapkanlah "Cukuplah Allah menjadi penolong kami dan Allah adalah sebaik-baik pelindung" dan janganlah dirimu mengerjakan semua pekerjaan yang membuat dirimu melupakan hak-hak tubuhmu kembali. Bukankah telah aku katakan kepadamu ? Sungguh Nabi Mulia Muhammad tidaklah menyukainya."
"Wahai Ahmad, sungguh tidaklah seseorang itu mampu melihat apa-apa yang ada dihadapannya jika pada kedua matanya ditutupi oleh kain yang tebal lagi keras, yang demikian itu perumpamaan bagi orang yang berada pada jalan menuju syurga Allah, akan tetapi mata mereka tertutupi amarah dan cemburu kepada pasangan-pasangan mereka. Sungguh kebanyakan kehancuran didunia dan siksa kubur bagi ummat manusia disebabkan cinta buta."
"Wahai Ahmad, tidaklah peperangan itu menjadikan mereka berjaya, melainkan kehancuran bagi negri-negri mereka dalam waktu yang singkat, hendaklah kaum Muslimin tidak menutup sebelah mata mereka kepada Tanah Suci Kiblat yang lurus dan Madinah yang bercahaya. Hendaklah kaum muslimin bijak dalam menilai, tidaklah mereka yang berperang di tanah Para Nabi dahulu bagaikan saudara yang saling memberi keuntungan untuk menghancurkan negri-negri yang terdapat pemimpin yang adil dan bijaksana hingga kemiskinan dan kebingungan menimpa negri-negri yang mereka hancurkan dahulu, sungguh tidaklah kaum muslimin memperhatikan ? Sungguh aku menginginkan Allah Azza Wajalla mengabulkan doaku. Namun tidaklah ada kebaikan bagiku dengan hal itu, melainkan kaum musliminlah yang diharapkan kesabaran dan kesadarannya, sungguh apa yang terjadi didalam peperangan itu tidaklah sama seperti yang kaum muslimin saksikan pada alat-alat ditangan mereka. Hendaklah mereka bertawakal dan berteguh hati dijalan lurus yang Allah bentangkan dihadapan mereka."
"Wahai Ahmad, sungguh tidaklah seseorang itu mencapai apa-apa yang diinginkannya, jika ia tidak mengenal siapa pemberinya, tidaklah sampai keberkahan Allah kepada seseorang jika ia tidak memahami cara dan tujuannya. Apakah sampai seseorang meraih apa-apa yang ada pada tangan si pemberi lalu ia menerimanya dengan membelakangi si pemberi dan dengan tangan tertutup ? Sungguh yang demikian itu perumpamaan bagi orang-orang yang meminta kepada Allah Azza Wajalla namun ia tidak mengerjakan solat dan puasa di bulan Ramadhan."
"Wahai Ahmad, bukankah telah Allah berikan keberkahan dengan pohon-pohon yang bergembira dengan apa-apa yang kamu buat untuk mereka ? Lalu dengan ciptaan tanganmu segala macam pohon-pohon itu menjadi subur dan membawa keberkahan, katakan kepada para pengikutmu, hendaklah mereka menasihati tentang zakat atas pertanian mereka, walaupun mereka bukan orang-orang yang berada didalam perahumu, katakanlah kepada para pengikutmu, jika mereka hendak mengikat perniagaan, ikatlah dengan ikatan perjanjian yang diridhoi Allah dan Rasulullah, dan utamakanlah yatim piatu dan fakir miskin yang ada dalam perahumu sebagai pekerja-pekerja pada ladang-ladang di negri itu, dan perhatikanlah mereka dengan penuh kasih sayang. Yang demikian itu lebih baik kamu dan para pengikutmu kerjakan dan mendatangkan ridho Allah serta keberkahan dari Nya. Perhatikanlah zakat dan berikan zakat-zakat pada baitul mal dalam perahumu dengan adil dan bijaksana, dan berlaku keraslah dengan mantapkan hukum yang adil lagi bijaksana dalam menjalankan amanah Allah pada baitul mal itu, hingga seluruh pengikutmu mendapatkan keadilan dan kebahagiaan. Wahai Ahmad, bukankah Kakekmu yang Mulia Muhammad telah menasihatimu ? Jika pengikutmu hanya memakan tiga butir kurma dalam satu hari yang diambil dari baitul mal perahumu, hendaklah dirimu hanya memakan setengah biji kurma sebagai makananmu yang halal dari satu buah kurma dalam satu hari, jika pengikutmu meminum segelas air setiap harinya, maka hendaklah dirimu hanya meminum setetes air dari tangan mereka para pengikutmu. Dan janganlah dirimu mengambilnya dengan tanganmu, yang demikian itu mendatangkan kebaikan dan syafaat Kakekmu yang Mulia Muhammad kepadamu. Sungguh tidak akan mendapat syafaat Kakekmu yang Mulia Muhammad, jika ada suara tangis dan air mata fakir miskin didalam perahumu."
"Wahai Ahmad, bukankah seorang pemuda didalam perahumu mengadukan keinginannya bertaubat dengan sungguh-sungguh, dan ingin melepaskan "kuku syetan" ( Narkoba ) yang mengikat dirinya ? Janganlah dirimu mendiamkannya, hendaklah dirimu memberikan apa-apa yang telah Allah letakkan pada jari-jarimu, lalu mintalah ia meminumnya, yang demikian itu lebih baik dirimu lakukan, dan janganlah dirimu berpaling atau berdiam diri atas permintaan sahabatmu itu, sungguh Allah mencintai hamba-hamba Nya yang saling berkasih sayang."
"Wahai Ahmad, katakanlah kepada sahabat-sahabatmu di barat, timur, selatan, utara dan borneo, sungguh aku memahami bahwa mereka adalah orang-orang yang hanya menginginkan kejayaan didalam perahumu. Hendaklah mereka yang memimpin itu mendapatkan hak dari baitul mal walau satu dirham. Agar Allah memudahkan seluruh pengikutmu kelak menjadi MUZAKKI yang ikhlas lagi terpuji, dan tetapkanlah olehmu kilang-kilang untuk membuat apa-apa yang aku ajarkan kepadamu. Hingga di tempat-tempat mereka memimpin ada sebuah perniagaan yang terjaga dari dosa riba, buatlah aturan dengan mereka dalam perniagaan hingga rumpai yang sebagian orang membencinya mampu menjadi sesuatu yang bermanfaat didalam perahumu."
"Wahai Ahmad, janganlah seseorang diantara pengikutmu merasa berkecil hati, sungguh tidaklah Allah mensia-siakan kebaikan mereka diatas perahu ini walau hanya sebait doa untuk kebaikan dan kejayaan, sungguh kalian telah pada tahun yang dijanjikan, dan bukanlah Musim Haji tahun ini melainkan Musim Haji ditahun ****, sungguh kaum penipu sejarah dan khabar tentang Al-Mahdi menguntungkan dan membuat kisah yang menjadi keamanan bagi Al-Mahdi, sungguh telah lama kaum serakah dan yang menghawatirkan kedudukan dan jabatannya hilang di negri para Nabi membuat kisah-kisah dusta tentang Al-Mahdi, sebagaimana dahulu ketika Kakekmu Nabi Mulia Muhammad di kisahkan dalam Taurat, Zabur dan Injil, kaum Yahudi, Nasrani dan Majusi bergembira dan berharap akan segera datangnya seorang Nabi terakhir, lalu mereka berkhayal bahwa Nabi terakhir itu lahir dari golongan mereka. Begitulah mereka saat ini di tanah Para Nabi, sebagian dari pembesar Ulama Dunia telah bermimpi tentang kedatangannya, akan tetapi
- sebagian mereka berpaling
- dan sebagian dari mereka takut kehilangan kedudukan
- dan sebagian dari mereka merasa dirinyalah Sang Mahdi,
- sebagian tekun berkisah disebabkan bukan dari golongan mereka, dan jauh dari khayalan mereka.
Apakah mereka tidak mengambil contoh pada masa kelahiran Kakekmu yang Mulia Muhammad ? Sungguh sebagian lagi adalah orang-orang yang merasa mengenal sejak dahulu lalu berpaling disebabkan ia bukanlah putra seorang pembesar, bukan pula putra seorang Ulama dan bukan pula seorang yang diharapkan sesuai nafsunya. Sungguh mereka buta dan tuli dan takut bertanya dengan tanda-tanda kelahiran dan sifat-sifatnya kepada ayah dan orang-orang yang dekat dengannya, sungguh sebagian telah bermimpi dijumpai Rasulullah dan menjelaskan ciri, sifat dan rupa Sang Mujaddid namun berpaling dan menyembunyikan mimpinya disebabkan takut dianggap gila dan pendusta, sungguh yang demikian itu adalah cara Allah melindungi Sang Mujaddid yang di cintai Nabi Mulia Muhammad."
"Wahai Ahmad, katakan kepada para pengikutmu, sungguh sejak aku memperhatikan mereka hingga masa saat ini, tidaklah mereka tercerai-berai, dan tidak pula mereka merasa ragu, hanya sebagian kecil saja yang berselisih faham dan sebagian merasa malu tidak mampu menolong perjuangan perahumu disebabkan mereka termasuk fakir miskin, katakanlah wahai Ahmad, sungguh cinta dan doa mereka kepada perahumu lebih berharga dalam pandangan Allah dibandingkan dengan luasnya QOF yang ada dibawah kakiku ini. Dan manisnya persaudaraan dan kasih sayang diantara kalian lebih manis dari Madu Qof yang pernah mereka rasakan. Hendaklah kalian berteguh hati, saling memaafkan dan berbaik sangka serta tolong-menolong dalam kebaikan. Yang demikian itu mengukuhkan cinta Allah dan Rasulullah ke atas diri kalian."
"Wahai Ahmad, bersiagalah, bersiaplah, dan teguhlah dalam perjuangan. Sungguh masa kejayaan itu akan datang ke atas perahumu karena sebab kesabaran para pengikutmu dalam menerima hinaan dan cacian, sungguh jika mereka memperhatikan letak TANAH 9 itu, pastilah mereka memahami apa-apa yang pernah di khabarkan oleh orang-orang terdahulu."
"Wahai Ahmad, bersabarlah dan katakanlah,
MAHA SUCI ALLAH DAN MAHA BESAR ALLAH ATAS KARUNIANYA, DAN CUKUPLAH ALLAH SEBAGAI PENOLONG DAN CUKUPLAH ALLAH SEBAGAI PELINDUNG DAN CUKUPLAH ALLAH TEMPAT KAMI BERSERAH DIRI, TIDAKLAH ADA YANG KAMI INGINKAN SELAIN KASIH SAYANG ALLAH DAN SYAFAAT NABI MULIA MIHAMMAD KE ATAS PERAHU KAMI."
Ahmad F. A. Alwi Syams
.png)
.png)