Matahari dan Bulan yang Menghijau tanda Nabi Khidr a.s Diakui sebagai Ummat Nabi Mulia Muhammad Saw

   
Matahari dan Bulan yang Menghijau tanda Nabi Khidr a.s Diakui sebagai Ummat Nabi Mulia Muhammad Saw

Matahari dan Bulan yang Menghijau tanda Nabi Khidr a.s Diakui sebagai Ummat Nabi Mulia Muhammad Saw

Matahari dan Bulan yang Menghijau tanda Nabi Khidr a.s Diakui Ummat Nabi Mulia Muhammad Saw


5 Maret 2026

Matahari dan Bulan yang Menghijau tanda Nabi Khidr a.s Diakui sebagai Ummat Nabi Mulia Muhammad Saw


Beliau mendatangiku dengan senyuman dan nampak sangat tergesa-gesa, lalu beliau berkata,

"Wahai Ahmad, tulislah dan jangan sedikitpun dirimu menguranginya, sungguh khabar ini untuk ummat Nabi Mulia Muhammad dariku, dan Allah Azza Wajalla mengizinkan aku menyampaikan apa-apa yang lama aku impikan dan telah lama aku nantikan dan sebagian khabar yang wajib kamu tuliskan."


"Wahai Ahmad, aku telah mendapatkan pengakuan dari Kakekmu yang Mulia Muhammad sebagai ummat beliau yang mulia lagi kurindukan, sungguh akan nampak matahari dan bulan berwarna kehijauan sebagai tandanya, namun aku merasa sedih disebabkan Allah melarangku untuk berjihad dijalan peperangan karena jalan syahidku tidak sama dengan anak-anak Aqsha yang indah lagi membahagiakan."


"Wahai Ahmad, tidaklah ada perintah untukku melainkan tetap berada pada QOF dan pada perjumpaan-perjumpaan kita sebagaimana yang telah Allah tetapkan untukku. Sungguh janganlah engkau mengurangi kata-kata hatiku ini wahai Abu Turob dan jangan pula dirimu menghindari ciumanku pada keningmu hanya karena merasa dirimu berlumur dosa dan malu. Sungguh aku Balya bin Malkan hanya menunjukan kasih sayang dan penghormatan hanya karena Pesan Nabi Mulia Muhammad, "Hendaklah ummat Nabi Mulia Muhammad tidak menghina anak keturunan PamanKu Abul Uzza bin Abdul Muthallib yang telah bersyahadat dan mengikuti SunnahKu, sekalipun PamanKu itu adalah musuh Allah yang nyata."


"Wahai Ahmad, sampaikan kata-kataku ini, sungguh selama aku bersamamu atas perintah Allah, tidaklah sedikitpun aku menjumpai dan merasakan sifat hubuddunia pada "rabaku diatas dadamu", sebagaimana sangkaan beberapa istri-istri pengikutmu, mereka yang menolak berbaiat hingga membebani hati pengikutmu. Sungguh Allah tidak akan membiarkan beban itu dalam waktu yang lama, sebagaimana Allah menghapus beban pada hati orang-orang yang sabar dimasa yang terdahulu."


"Wahai Ahmad, tahukah sifat sabar yang benar ? Yakni orang-orang yang jika mereka mendapatkan musibah fitnah dan hinaan dengan keji (ghibah), sangat cepat mereka menghilangkan rasa sakit dihatinya dengan muhasabah. Dan tidak ada dalam hati mereka rasa dendam dan tidak pula mereka mengharapkan balasan yang pahit bagi orang-orang yang mendzaliminya. Dan pada lisan dan hati mereka orang-orang yang sabar itu penuh kasih sayang... Karena mereka telah sampai pada hakikat dan tujuan."


"Wahai Ahmad, sungguh aku dan beberapa saudaraku sangatlah heran, selama ratusan tahun di negerimu hingga saat ini masih saja ada orang-orang yang berkata "Aku telah berjumpa dengan Nabi Khidr dan telah berjumpa dengan Nabi Ilyas", sedangkan Allah telah banyak menjatuhkan hukuman atas diri sebagian dari mereka, hingga mereka tidaklah sampai kepada "tempat yang tinggi" sebagai mana yang mereka khayalkan, bahkan sebagian dari mereka saat ini hidup dalam kemiskinan dan ditinggalkan para pengikutnya. Sungguh yang demikian itu nyata terjadi di negerimu, dan merekalah para pendusta yang membuka jalan bagi para pengikut Dajjal di negerimu."


Baca juga :


"Wahai Ahmad, tulislah!!! Sungguh Dajjal semakin tersenyum lebar disebabkan para pendusta yang berdusta atas Namaku dan nama Kakekmu yang mulia Muhammad, yang melengkapi kedustaan mereka dengan kisah-kisah karomah dan lisan-lisan manisnya. Hingga akan sangat tersamarkan dan membutakan mata ummat Nabi Mulia Muhmmad dari kebenaran, sungguh jika demikian keadaan negerimu, maka ketika Dajjal mengutus seseorang pengikutnya datang ke negeri-negeri di tanah Arkhabil, lalu ia memakai pakaianmu, lalu menunjukan kemampuan mengeluarkan emas dan uang yang banyak dan mampu mengabulkan permintaan-permintaan mereka, sungguh yang tersisa hanya aku dan dirimu saja pada jalanNya."


"Wahai Ahmad, katakanlah!!! Sungguh kepadaku dan dirimu yang MAKHFIY,

  • mencari tidak akan berjumpa,
  • menanti tidak akan datang,
  • menilai tidak akan berbilang,
  • memandang tidak akan nampak,
  • memikirkan tidak akan sampai,
  • mengejar tidak akan tercapai,
  • meraba tidak akan terasa,
  • memeluknya hilang rasanya,
  • mempelajari tidak ada akhirnya...

Karena aku telah mendatangiNya, berjumpa Dia, memandangNya, selalu memikirkanNya, mengejar cintaNya, dan meraba setiap sentuhanNya dan aku dalam pelukanNya hingga Dia mendidikku sepanjang masa, dan aku hanya ditakdirkan bersamamu di zaman yang semakin akhir."


"Wahai Ahmad, janganlah takut ataupun ragu menuliskan kata-kataku ini. Janganlah risaukan penghinamu dengan sebab apa-apa yang dirimu tuliskan lalu mereka mencela, sebagian meragukan dan menganggapmu pendusta, sungguh merekalah yang tanpa sadar telah mencuri "Selendang Allah" hingga jatuh kedalam lubang "Al-Kibr", 

  • sebagian dari mereka bukan orang yang berilmu,
  • sebagian bukan penyembah Allah,
  • namun ada pula kehati-hatian Ulama di negerimu yang memilih diam pada lisan namun mencela dalam hati,
  • ada pula yang berilmu namun menyebutmu pendusta,

aku menyukai Ulama yang diam dan berhati-hati dalam lisan-lisannya."


"Wahai Ahmad, sungguh aku saat bulan memerah, aku bersamamu hingga menjelang masa sahur tiba, lalu sikap Malamatiyyahmu sebelum dirimu sampai kepada tempatmu itu membuatku tersenyum, disebabkan sejak awal dirimu menjalankan perintah Allah hingga saat itu, tidak ada rasa malu atau takut dihina oleh orang-orang yang tidak mengenalmu dan tidak ada kekhawatiran dirimu dijauhkan oleh pengikutmu yang ragu."


"Wahai Ahmad, bukankah telah Allah buktikan kepada para pengikutmu bahwa salah satu pengikutmu itu bersama istrinya tengah bermushawarah untuk pulang ke kampung halamannya pada minggu depan ? Sungguh yang demikian itu cara Allah untuk penghibur hatimu yang risau akan keadaan orang-orang yang ada dalam perahumu di Bulan Suci ini, sangat mudah bagi Allah membuatmu tersenyum dengan sebab memperlihatkan keadaan pengikutmu yang lembut hatinya terhadap istrinya."


"Wahai Ahmad, sungguh telah aku sampaikan kisah istri-istri Kakekmu yang Mulia Muhammad, dan kisahmu dalam perjalanan hidupmu hanyalah setitik kecil saja dari kisah yang tidaklah jauh berbeda dengan Nya yang Mulia Muhammad dan Al-Hasan. Katakanlah kepada istri-istrimu. Aku Balya bin Malkan menjadi saksi atas dirimu, tidaklah aku melihat adanya kedustaan Ahmad kepada mereka, sungguh tidaklah akan terjadi mimpi berjumpa dengan Kakekmu yang Mulia Muhammad hingga ia mentaati mimpi yang terakhir bersama Nabi Mulia Muhammad, tidaklah Allah menunjukan adanya dirimu wahai Ahmad dalam mimpi itu, melainkan Rasulullah yang Mulia hanya menyampaikan kepadanya, yang demikian itu sebagai tanda tidak adanya kesalahan pada dirimu, melainkan hanya ujian untukmu dan untuk mereka yang ada dalam perahumu dan tidaklah ada dosa dirimu menceraikan dengan diam atas istrimu yang melakukan dosa nusyuz dan memfitnahmu disebabkan kebodohannya yang nyata. Tulislah wahai Ahmad, sungguh aku menjadi saksi atas keadaanmu saat ini yang benar-benar jauh dari sangkaan istri-istrimu."


"Wahai Ahmad, katakanlah... Sungguh tidaklah sama api yang di kelilingi kayu-kayu kering dan kain dengan api yang di kelilingi kaca dan besi ? Yang demikian itu perumpamaan bagi hati seseorang yang kering dari cahaya Allah disebabkan selalu menunda-nunda taubat hingga nafsu menguasainya, dengan hati yang sampai pada kesejukan dan ketenangan buah dari jalan sabar dalam bertaubat. hendaklah mereka (istri-istrimu) tidak berprasangka buruk kepadamu."


"Wahai Ahmad, katakan kepada orang-orang didalan perahumu. Sungguh tidaklah akan berjaya satu kaum yang tercerai-berai, apakah mereka mengira makna tercerai-berai itu saling berjauhan pada tempat ? Ataukah mereka mengira tercerai-berai itu tidak saling mengunjungi atau menyapa ? Sungguh tidaklah dikatakan tercerai-berai bagi satu kaum yang mentaati segala aturan dan perintah pemimpinnya dan menjalankan rencana-rencana pemimpinnya yang adil dengan bersungguh mengerjakan dan menjaganya meskipun saling berjauhan, sungguh sebagian dari mereka membaca khabar langit lalu diam dan abai, sebagian merasa berat, sebagian merasa khawatir akan hilangnya khasiat dalam karyamu, sungguh mereka mengira khasiat itu akan hilang sebagaimana prasangka dalam akal mereka. Sedikit saja mereka merasa sia-sia menolongmu dalam perniagaan. Sungguh Allah tidak akan menyia-nyiakan usaha-usaha mereka diatas perahumu. Sungguh Allah Maha Mengetahui keikhlasan hati sebagian besar para pengikutmu yang ada dalam empat bangunan yang Allah perintahkan untuk dirimu membinanya. Dan tidaklah ada perintah dari Allah keatas diriku untuk mencabut khasiat didalamnya melainkan hanya memintaku menyampaikan kepadamu perintah untuk membina bangunan yang baru sebagai tempat memenuhi harapan orang-orang yang menginginkan kesembuhan dengan sentuhanmu dan obat-obatan dari tanganmu atas penyakit yang tidak ada obatnya menurut sebagian cendikiawan dan orang-orang yang menginginkan taubat dari yang haram (narkoba) hendaklah mereka berfikir."


"Wahai Ahmad, tidaklah akan mencapai ketenangan diatas dunia disebabkan peperangan yang mereka ciptakan, sungguh Allah Maha Mengetahui apa-apa yang mereka rencanakan, hendaklah dirimu tidaklah memikirkan Ramadhan hingga hari raya tiba, melainkan menjalankan perintah Allah atas dirimu yang hanya beberapa orang saja yang mengetahuinya. Cukuplah Allah sebagai pelindung hingga kedatanganmu ke ketiga negeri itu tidaklah ada yang memahaminya kecuali badai dan getaran yang kuat di tiga tanah itu sebagai tanda Peringatan."


"Wahai Ahmad, tidaklah ada keraguan atas apa yang kamu upayakan... Hendaklah mereka para pengikutmu yang berada pada garis terdepan memahaminya. Sungguh sangkaan orang-orang atas dirimu dan sebagian hinaan telah menjadi kuat mereka yang duduk bersamamu pada garis terdepan. Dan tidaklah dianggap sebagai barisan terbelakang walau sebagian dari mereka jauh darimu dan sebahagian ada yang belum berjumpa denganmu baik mereka yang laki-laki dan kaum perempuan sedangkan mereka semua mentaati perintah yang ada dalam perahumu."


"Wahai Ahmad, sebagian mereka yang mengira dirimu hubuddunia adalah mereka yang buta dan tuli, dan sebahagian mereka dibutakan dan di tulikan dengan sikap dan pakaian dzahir yang Allah berikan kepadamu dalam perintahNya. Sedangkan mereka tidak pernah bersamamu dalam masa yang lama, sungguh aku Balya bin Malkan mengenali mereka yang diam karena kesabaran dan keikhlasan berjuang dan mereka yang diam dengan rasa kecewa dan diam dengan rasa ingin dirimu menyentuh mereka dengan kata-kata."


"Tulislah !!! Aku Abul Abbas menasihati mereka dalam tulisan ini,

Wahai Ummat Nabi Mulia Muhammad, sungguh tidaklah ada yang di MAKHFIY kan harus terbuka hijabnya hanya karena kebodohan orang-orang yang bodoh, tidaklah yang disembunyikan lalu ia membiarkan dirinya berjalan dengan terbuka "auratnya". 

Apakah kalian telah membaca apa-apa yang ditulis oleh Ahmad ?

Dan beberapa kitab yg dituliskan Ahmad ?

Bacalah !!! Bacalah dengan membuang rasa benci dan kesombongan...

Sungguh tidaklah Ahmad akan menjawab apapun jika kalian bertanya... Karena Allah menjadikannya sebagaimana yang yang dikehendakiNya.

Sungguh alangkah bodohnya mereka yang memfitnah Ahmad adalah pendusta yang mengarahkan agar orang-orang menyangka ia adalah seorang Imam, dan sebagian menjadi bodoh disebabkan hanya membaca sebagian dengan kesombongan. Namun diatara semuanya itu, yang aku heran adalah yang bodoh setelah pintar, yaitu mereka didalam perahumu tapi tidak membaca kitab-kitab yang Ahmad ciptakan dan tidak memahami dan tidak pula mengamalkannya.

Sungguh pada majlis pada alat itu seorang pengikutmu yang Mufti (Ustadz dalam Safinatus syari'un) telah memberikan waktu mengajarkan kitab-kitabmu lalu dirimu ada dalam barisan pendengar, sungguh aku menyukai Bani Abdurrahman itu mengajarkan beberapa kitab, lalu aku duduk mendengarkannya... Sungguh tidalah semua pengikutmu turut mendengarkan. Lalu beginikah sikap mereka-mereka yang menginginkan syafaat Kakekmu yang Mulia Muhammad ? Sedangkan mereka tak mampu meluangkan masa untuk duduk dalam Majelis taklim itu ?

Sungguh janganlah kalian mencatat dengan suara yang kekal dalam alat itu (record) hingga mereka yang tanpa udzur yang dibenarkan dalam adab dan dalam keadaan darurat sesuai dengan kadarnya, akan nampak kesungguhan hamba-hamba yang ikhlas dan istiqomah kembali belajar bersama bani Abdurrahman jika mereka mengejar dan bertanya serta berjuang mengejar ilmunya."


"Wahai Ahmad, hendaklah para pengikutmu bersungguh-sungguh dalam perniagaan, hendaklah mereka berjuang untuk berniaga apa-apa yang kamu ciptakan dan bukan mengejar keuntungan dunia yang besar dengan mencampur apa-apa yang bukan dari tanganmu walaupun menyehatkan, yang demikian itu agar mereka berfikir dan berjuang bersamamu untuk kejayaan pada Baitul mal Safinatus Syari'un Arkhabil. Bukankah telah nyata perhitungan zakat membawa keberkahan lalu mereka memilih jalan yang penuh dengan kesempitan, mereka hanya membuat perahu lain berjaya... Tapi tidak berjuang untuk kejayaan As-Syari'un Arkhabil, hendaklah mereka menggunakan hati dan akalnya."


Ahmad F. bin Abdullah A. Syams

Last update
Add Comment

Translate

Pengunjung