01 Mei 2026
Peringatan Kepada Para Pemimpin, Pejabat, Pengusaha & Ulama Dan Menanti Sosok Yang Telah Allah Janjikan
Bismillahirrahmanirrahim
Nabi Khidr berkata kepadaku, "Wahai Ahmad, katakanlah: Aku tidak menginginkan apa pun dari kalian. Cukup Allah-lah tempat aku berserah diri dan memohon pertolongan." Tulislah!!!
"Wahai para pemimpin di atas dunia, wahai para ulama, para pejabat, dan para pengusaha di atas dunia, apakah kalian mengira akan masuk surga dengan jabatan, harta, kepemimpinan, dan usaha kalian? Tidak!!! Sekali-kali tidak. Kalian tidak akan mencium bau surga hingga fakir miskin dan yatim piatu mendapatkan haknya di negeri yang kalian pimpin.
- Hingga kalian para pemimpin menghapuskan kemaksiatan (kaum Sadum), khamr, serta kemaksiatan yang nyata di atas negeri kalian.
- Hingga para pejabat mampu menghapus air mata fakir miskin dan yatim piatu dengan kebijakan yang benar dalam pandangan Allah, dan dengan pangkat serta jabatan kalian mampu menghapus kezaliman dan kemaksiatan.
- Hingga para pengusaha menjalankan perintah Allah, membayar zakat dengan benar menurut syariat dan hukum di negeri kalian dengan benar.
- Hingga para ulama tidak hanya mampu berkata sendiri-sendiri dan merasa aman dengan pakaian serta nama besar, lalu merasa akan mati husnul khatimah, sementara para budak (pelacur) tidak mendapatkan solusi untuk keluar dari jeratan daibub (germo) dan kemiskinan.
Lalu untuk apakah surban-surban kalian jika tidak mampu menyejukkan dan menghapus air mata anak-anak yatim dan anak-anak yang ditinggalkan orang tuanya yang melacurkan diri akibat dosa-dosa kedua orang tuanya? Dan surban kalian serta ilmu kalian tidak mampu membuat kaum Sadum bertaubat dan menjalani hukuman yang membuat mereka bertaubat, sementara kalian hanya mampu berdebat dan merasa telah sampai pada maqam yang tinggi hanya karena pujian sekelompok manusia. Sedangkan kalian tidak menyadari bahwa kalian hanya memecah belah umat Islam dengan umat Islam, bahkan memecah belah antara umat beragama dengan surban-surban kalian (Alla innahum humul mufsiduna wa lakin la yas'urun). Dan Allah memperingati kalian dengan firman-Nya: "Celakalah kalian yang hanya berkata-kata dengan ilmu kalian, dengan jabatan kalian, pangkat serta kedudukan kalian, namun tidak mengamalkannya." Atau kalian lebih suka menunggu datangnya azab dunia dan azab akhirat dari Allah, karena menganggap peringatan dan teguran Allah ke atas negeri kalian bukanlah karena dosa dan kelalaian kalian? Hendaklah kalian menyadarinya dan bertaubat, bersatu menciptakan keadilan dan ketegasan dalam hukum, menciptakan kedamaian dan ketentraman dengan saling menghargai pendapat, serta keras terhadap para pengkhianat agama dan bangsa. Atau kalian memilih Allah mengabulkan doaku (Balya bin Malkan), menyegerakan orang bersamaku menempati takdirnya pada abad ini? Sungguh aku termasuk orang-orang yang menunggunya sampai pada maqamnya. Bersegeralah menuju ampunan Allah, yang surga-Nya seluas langit dan bumi."
- Menanti Sosok Yang Telah Allah Janjikan
"Dan wahai umat Islam, hentikanlah peperangan di tanah para nabi, dengan bersatu kalian menghentikannya melalui jabatan, pangkat, dan kekuasaan yang Allah titipkan di bahu kalian. Sungguh, jika ia sampai pada tanah itu, tidaklah akan ada satu pun pasukan kalian mampu berdiri, dan tidak akan ada satu pun istana kalian serta benteng-benteng kalian berdiri tegak, melainkan sang bumi menjalankan perintah Allah menenggelamkan semua yang ada di atasnya. Dan tidak akan datang hujan ke atas negeri yang sombong di tanah barat, hingga kalian merasakan haus dan lapar yang dialami fakir miskin yang lama kalian abaikan. Sungguh, kalian di tanah barat telah aku (Balya bin Malkan) saksikan bagaimana kalian mempersiapkan datangnya Dajjal dan membuat bangunan untuk menyembah iblis dan Dajjal. Lalu kalian menipu dunia dengan akal-akal kalian. Sungguh keji dan menjijikkan apa yang kalian lakukan dan kalian rencanakan pada bangunan itu selama ini—rencana-rencana yang membuat kaum muslimin menjadi bodoh (hubbud dunia) dan menganggap perbuatan kalian adalah benar. Tunggulah masa kehancuran kalian hingga Dajjal yang kalian nantikan terbunuh dan mati, setelah beberapa tahun yang lalu Allah telah menandai sebelah matanya yang terluka. Dan kami menyaksikan Allah menggagalkan rencana-rencana kalian dengan peringatan dan bencana. Sungguh kami telah lama menantikan datangnya seorang yang dijanjikan Allah."
"Wahai para penghancur kitab-kitab di Damaskus, bukankah kalian telah membaca tanda-tandanya? Lalu kalian menghancurkan kitab-kitab yang menuliskan sejarah kelahirannya, karena dalam kitab itu ia tidak dilahirkan di tanah para nabi, tidak berbahasa yang sama dengan kalian. Sungguh kalian benar-benar menciptakan kisah kelahirannya dengan nafsu serakah kalian, menghapus kisah kelahiran dan tanda-tandanya, lalu mengarang kisah bahwa ia lahir di tanah kalian. Tidaklah ada seorang kakek yang rela anak keturunannya kembali kalian khianati dan siasati lalu kalian bunuh dengan keji seperti masa-masa sebelumnya. Jika Allah menyelamatkan Yusuf ‘alaihis salam dengan cara-Nya hingga ia sampai pada takdir Allah, maka Allah pun akan melindungi cucu Nabi mulia Muhammad dengan cara-Nya pula. Hanya hati yang mampu mengenalinya, bukan mata kalian. Hingga Allah akan mengizinkan Rasulullah membenarkannya dalam mimpi kalian. Karena pandangan mata kalian tidaklah akan mengenalinya walau ia berada bersama kalian sejak ia dilahirkan hingga saat ini, walau ia sangat dekat denganmu."
Ahmad F. A. Alwi Syams
.png)