Memahami Istiwa’: Allah Berbeda dengan Segala Ciptaan-Nya

   
Memahami Istiwa’: Allah Berbeda dengan Segala Ciptaan-Nya

Memahami Istiwa’: Allah Berbeda dengan Segala Ciptaan-Nya



27 Maret 2026

Memahami Istiwa’: Allah Berbeda dengan Segala Ciptaan-Nya


Beliau ( Nabi Khidr a.s ) mendatangiku dengan memakai pakaian ihram, lalu beliau berkata,

"Wahai Ahmad, sungguh tidak ada yang luput dari pandangan Allah atas apa-apa yang ada dalam doa sahabat-sahabatmu dan aku di tanah suci Makkah, sungguh Allah menjaganya hingga akhir perjalanan ibadah sunnah itu, dan menahan guncangan diatas tanah suci sebagai mana janji Allah atas perahumu, sungguh hujan dan petir yang telah dan akan terjadi hari ini diatas tanah suci itu -

  • sebagian menjadi tanda kekuasaan Allah atas rencana-rencana kaum yang melampaui batas,
  • dan sebagian menjadi tanda keberkahan di hari ini kepada orang-orang yang ikhlas dalam ibadah umrah mereka."


"Wahai Ahmad, tulislah. Sungguh Allah adalah Tuhan yang Maha Satu, tidak ada sekutu bagi Nya, dan tidak ada satupun yang menyerupaiNya, janganlah mereka mengatakan bahwa Istiwa' itu adalah "duduk", hendaklah mereka mengatakan bahwa Istiwa' adalah tinggi lagi menguasai atas segala ciptaan Nya, dan ilmu Nya meliputi segala sesuatu dan seluruh makhluq-makhuq Nya dari awalnya hingga akhirnya. Sungguh Allah berbeda dengan segala ciptaan Nya."


"Dialah Allah yang Maha Pemilik "Segala Maha" yang disandang para Makhuq-Makhluq Nya, yang memiliki sifat-sifat Maha Sempurna, yang memiliki Nama-Nama Maha Indah dan Mulia tanpa bilangan dan masa, yang tidak ada satupun nama dan sifat-sifat Nya dapat di sandang makhluq-makhluq Nya. Sungguh Allah berbeda dengan segala ciptaan Nya."


"Dialah Allah yang wajib mutlak disembah dengan kesempurnaan syari'at Nya ( hukum-hukum Nya ), Dialah Allah yang wajib mutlak dipuji dan segala pujian hanya untuk Nya. Sungguh Allah berbeda dengan segala ciptaan Nya."


"Dialah Allah yang menciptakan dengan sangat ringan segala ciptaan Nya, yang meninggikan dan merendahkan, yang memiliki rencana-rencana terbaik untuk ummat manusia yang mengenal dan menyembah Nya, dan memiliki rencana-rencana buruk untuk manusia-manusia yang lalai lagi kufur. Sungguh tidaklah Allah menghukum seseorang yang lalai dan kufur itu, kecuali yang seberat dan seringan apapun kedzaliman yang mereka kerjakan,

  • sebagian Allah timpakan hukuman atas diri-diri mereka sebagai peringatan
  • dan sebagian sebagai hukuman agar mereka kembali kejalan Nya,
  • sebagian lagi sebagai hukuman mutlak yang Allah kekalkan atas diri manusia-manusia yang kafir lagi sombong hingga ajal-ajal mereka datang namun mereka tetap tidak beriman kepada Alllah dan kepada apa-apa yang Allah turunkan kepada Nabi Mulia Muhammad.

Sungguh Allah berbeda dengan segala ciptaan Nya."


"Dialah Allah yang tidak ada satupun hamba-hamba Nya ( manusia ) yang luput dari "pandangan" Nya, tidak ada satupun yang luput dari "perhitungan" Nya, yang tidak ada satupun yang mampu menghindari hukum-hukum Nya dan segala qodha dan qodar yang di tuliskan Nya. Tidak ada satupun yang boleh di "nisbat" kan dengan sesuatupun segala sifat dan zat Nya. Sungguh Allah berbeda dengan segala ciptaan Nya."


"Dialah Allah Pencipta dan pemilik "pena" dan kitab-kitab sebagai "Al Huda" yang ditulis Nya sebelum adanya segala sesuatu, sungguh "sesuatu" itu adalah ciptaan Nya, tidaklah Allah "bertempat" dan membutuhkan tempat, apakah tempat itu ? Tempat adalah ciptaan Allah untuk segala ciptaan Nya, dan Allah menciptakan segala sesuatu dengan mudah, kemudian Allah menguasai segala ciptaan Nya dengan kekuasaan yang tak terbilang dan tak ternilai, karena bilangan dan nilai mempunyai batas, dan kekuasaan serta ke besaran Allah tak terbatas, sebagaimana "tinggi dan "atas" yang mempunyai batas. Katakanlah wahai Ahmad, Dialah Allah Tuhan yang ber "istiwa'" yang Maha Tinggi lagi Maha Berkuasa, yang menyandang nama-nama yang Maha Indah dengan segala sifat-sifat Nya yang hanya Dialah Pemilik segala sifat yang tertinggi lagi Maha Mulia. Sungguh Allah berbeda dengan segala ciptaan Nya."


Baca juga :


"Wahai Ahmad, khabarkanlah kepada seluruh kaum muslimin, sungguh Allah Azza Wajalla tidaklah menyukai "dinding-dinding" yang mereka dirikan, apakah dinding itu ? Yakni dinding ilmu yang mereka miliki yang mereka bina dengan penuh kesombongan, tidaklah adanya adab yang mereka amalkan dengan ilmu-ilmu mereka, sebagaimana yang engkau adukan kepadaku, hingga Allah mendengarNya, tidaklah akan Allah turunkan keberkahan ilmu kepada mereka yang berilmu, dan tidak pula amal ibadah mereka mampu menyelamatkan diri mereka di dunia dan akhirat, yakni mereka yang berilmu namun tidak mempunyai adab dan sifat tawadhu', yakni seorang yang berilmu lalu menyalahkan amaliyyah orang lain dengan lisan yang merendahkan dan merasa ia yang paling benar, sedangkan yang ia salahkan dan rendahkan lebih tua darinya dan beramal dengan ilmunya dengan kesabaran dan keikhlasan. Sekalipun ia ( yang menyalahkan ) dengan pendapat yang benar sekalipun."


"Wahai Ahmad, sungguh Kakekmu yang Mulia telah membangun "bangunan" yang megah dan luas serta indah ( Al-Islam ), dengan empat tiang penyangga dan penjaga yang indah ( Sayyidina Abu Bakar, Sayyidina Umar, Sayyidina Utsman, Sayyidina Ali ) lalu dengan itu Allah melindungi, menjamin dan menolong mereka dengan kemenangan yang nyata, lalu Allah pilihkan empat orang wali-wali Nya yang menjadi pewaris Empat Hamba yang terdahulu, kemudian datanglah kelompok perusak hingga mempersempit dan menghapus keindahan dalam Islam, merekalah orang-orang yang hubuddunia lagi serakah dan sombong, kebanyakan dari mereka adalah orang-orang yang berilmu. Hendaklah dirimu memelihara diri dan kelompokmu dari mereka. Sungguh telah banyak saudara-saudaramu senasab denganmu yang terdzalimi hingga terbunuh. Sungguh dunia membutakan hati orang-orang yang mencintai dunia lagi pendusta."


"Wahai Ahmad, katakan kepada pengikutmu, apakah Rasulullah tidak pernah menegur sahabat-sahabat Beliau ? Katakan !!! Teguran Rasulullah kepada sahabat beliau disebabkan cinta kepada mereka,

  • sebagian dengan teguran bertatapan,
  • sebagian dengan didiamkan dan diasinglan selama 40 hari,
  • sebahagian diberikan hukuman dengan Al-Gharomah dan ta'widh, dengan Kafarat atau dengan ta'zir.

Sungguh yang dilakukan Kakekmu yang Mulia adalah atas perintah Allah, sungguh Allah Maha Adil lagi Maha Bijaksana. Apakah mereka (pengikutmu) mampu berdusta kepadamu ? Ya, benar wahai Ahmad, tetapi mereka tidak akan mampu mendustai Allah, sungguh mereka kelak akan ditanya oleh Allah atas kedustaan mereka, bukan dirimu... Apakah mereka mengira diamnya dirimu dan dengan mereka mengatakan "Janganlah takut, Ahmad bukanlah Nabi, yang tidak akan datang khabar dari Allah kepadanya, tentang binaan yang kita kosongkan demi membela fakir miskin dan yatim piatu didalamya". Tulislah wahai Ahmad !!!!! Jangan merasa iba, ibalah jika mereka termasuk yang ditetapkan Allah dengan hukuman-hukuman di atas dunia hingga kedalam kubur-kubur mereka, sebagaimana yang telah terjadi kepada pencelamu dan para pengkhianat dalam perahumu, hendaklah mereka menyadarinya."


Baca juga :



"Wahai Ahmad, tahukah mereka, tidaklah Allah menyukai peperangan diatas tanah para Nabi, tidaklah akan datang pertolongan Allah keatas mereka, apakah mereka lupa ? Sungguh selain menginginkan kekuasaan atas harta didalam tanah-tanah itu, sebagian menginginkan kekuasaan keatas tiga kota suci yang terpelihara, hendaklah kaum muslimin menyadarinya, dan memahami tujuan mereka. Wahai Ahmad, persiapkanlah dirimu. Sungguh apa-apa yang akan Allah perintahkan kepadamu adalah sesuatu yang berat, janganlah dirimu menjadi ragu untuk meninggalkan rumahmu dan merasa takut untuk menjalankan apa-apa yang telah "direncanakan", hingga para pengikutmu menyadarinya."


"Wahai Ahmad, janganlah kali ini dirimu menolak permintaan Ayahmu, sungguh dahulu salah seorang Sahabat Kakekmu enggan menolong seorang sahabat yang menfitnah putrinya, lalu Allah mewahyukan kepada Kakekmu yang Mulia Muhammad atas apa yang wajib dilakukan Sahabatnya yang dermawan itu, lalu ia menghilangkan rasa "enggan" dan menyantuni orang yang telah melukai hatinya. Bukankah yang meminta itu Ayahmu ? Bersabarlah sebagaimana kesabaranmu selama ini terhadapnya. Sungguh jika dahulu dirimu tidak pernah di asingkan dan dilupakan oleh Ayah dan keluargamu, tidaklah akan Allah memelukmu dahulu dengan perlindungan Nya, dan tidak pula aku memelukmu saat Ramadhan dan sebagaimana pelukan Kakekmu yang Mulia Muhammad dalam mimpimu dan mimpi beberapa sahabatmu. Hendaklah dirimu bersabar... Tulislah !!! Hingga tulisan ini dapat dirimu jadikan pengingat. Tidaklah akan terbayar kebaikan seorang ayah dengan satu jari beliau (saat menuntunmu belajar berjalan) walau dengan harta seluas bumi, dan tidaklah dianggap dzalim ayahmu walaupun dirimu terasing dan terlupakan bertahun-tahun di negeri orang bersendirian tanpa pertolongannya, lalu siapakah yang menolongmu saat itu ? Siapakah yang menolongmu di usia muda di tanah Muqaddasah ? Dialah Allah yang mengabulkan doa ibumu dan Allah lah yang menolongmu atas dasar cinta Kakekmu yang Mulia Muhammad Rasulullah."


Ahmad F. bin Abdullah A. Syams

Last update
Add Comment

Translate

Pengunjung