Kemarau Panjang & Zaman Kegelapan Yang Mendatang

   
Kemarau Panjang & Zaman Kegelapan Yang Mendatang

Kemarau Panjang & Zaman Kegelapan Yang Mendatang

Wahai Ahmad, akan datang masa kemarau yang panjang, hingga beberapa negeri terbakar dan sebagian lagi mencari jalan agar mendapatkan air dengan cara y



28 Maret 2026

Kemarau Panjang & Zaman Kegelapan Yang Mendatang


Beliau mendatangiku selepas melaksanakan ibadah Umrah, lalu beliau berkata,

"Wahai Ahmad, tulislah dan jangan sekali-kali dirimu menahannya dan enggan menuliskannya, sungguh tidaklah ada beban terberat atas diri hamba Allah melainkan jika ia berpaling dari perintah Nya, hingga kelak Allah berpaling darinya di akhirat, sungguh Dia lah Allah Pemilik Segala Kerajaan diatas dunia dan Pemilik Arasy Nya yang Agung."


"Wahai Ahmad, sungguh Allah Azza Wajalla Maha Mengetahui apa-apa yang tersimpan dalam hati seluruh makhluq Nya, katakanlah !!! Tidaklah ada kesalahan seseorang itu berprasangka jika didasari dengan iman dan ketaqwaan kepada Allah ( Wara' ), lalu ia bertanya kepada ahlinya ( Tabayyun ) dan memahami hukum-hukum Allah ( yakni adab dan akhlaqul karimah ) dalam bertanya, yang demikian itu adalah sifat terbaik bagi hamba-hamba Allah yang mencintai Nabi Mula Muhammad dan berharapkan Syafaat Beliau, sungguh aku diperdengarkan Allah atas kebanyakan orang-orang yang membaca tulisanmu, sebagaimana yang hakikatnya adalah perintah Allah yang aku sampaikan kepadamu. Apakah mereka ragu disebabkan sebagian dari mereka mengenal masa lalu mu hanya sebatas kulit dalam pandangan mata mereka ? Sungguh mereka tidak memahami perjalananmu pada awal perjumpaan kita, yakni tentang perjalanan naik kepada makna Syin, Ain, Ba, Alif dan Nun ( شعبان ) sebagaimana awalnya hingga pada akhirnya."


"Wahai Ahmad, sebagian dari mereka menganggap apa-apa yang kamu sampaikan dan tuliskan hanyalah bualan dan dusta semata,

  • sebagian dari mereka merasa lebih berilmu dan tidak mengenalmu, mereka merasa tidak memahami sumber ilmumu dan perjalananmu dalam belajar,
  • sebagian dari mereka tertutup dinding ilmu yang terkotori oleh hubbuddunia dan kesombongan,
  • sebagian dari mereka adalah orang-orang yang takut hilangnya kemuliaan pada diri mereka,
  • lalu sebagian dari mereka ada pula yang mengatakan bahwa dirimu sama saja dengan seorang yang mengaku berjumpa dengan Allah, berjumpa dengan Nabi Mulia Muhammad, berjumpa dengan aku, lalu para malaikat berbicara dengannya,

yang demikian itu adalah orang-orang yang melampaui batas dalam menilaimu, sungguh tidaklah mereka mempunyai mata namun tertutup oleh Al-Hawa yang menguasai akal dan hati mereka. Bersabarlah... Hingga kelak Allah membuka mata mereka dan membuka mulut-mulut mereka dengan bukti-bukti yang nyata."


"Wahai Ahmad, sungguh bumi dan langit itu akan menjadi bukti kekuasaan Allah, atas negeri yang melampaui batas, bukankah telah dirimu khabarkan 

  • negeri-negeri yang sebagian tanahnya ditenggelamkan Allah ?
  • Dan sebagian ditenggelamkan dengan banjir yang besar ? 
  • Lalu gunung yang dingin disebuah negeri mengeluarkan api yang menyala ?
  • Lalu semua itu telah terjadi setelah khabar dirimu sampaikan ?
Maka sampaikanlah, apakah jika Allah Azza Wajalla mendatangkan bukti-bukti yang nyata lalu mereka tetap berpaling ? Katakanlah, bahwa dirimu wahai Ahmad tidaklah menginginkan harta-harta mereka dan tidak pula membuat kisah dusta, melainkan menginginkan mereka ( Kaum Muslimin ) kembali kepada fitrah, dan merobohkan "dinding-dinding" yang mereka bina ditengah ummat hingga terpecah belah. Yakni dinding-dinding yang mereka agungkan dalam "pendapat-pendapat" mereka dalam bertauhid, bersyariat dan berthoriqoh, hingga syi'b tidaklah sama sebagaimana makna Syin, Ain, Ba, Alif dan Nun pada mulanya."


Baca juga :


"Wahai Ahmad, ambilah hak dalam menolong perjuanganmu setengah dari negerimu dan setengahnya dari negeri saudaramu, dan binalah dengan itu "bangunan" diatas tanah yang telah Allah tetapkan pada permulaannya, kerjakanlah apa-apa yang diabaikan beberapa pengikutmu atas perintah itu, dan janganlah dirimu mengabaikannya, dan mengabaikan perintah Allah sekalipun memberatkan diri dan hatimu, dan janganlah dirimu condong kepada salah satu istrimu, sungguh keduanya dalam perhatian Allah dan dalam pemeliharaanNya, bukankah mereka telah berbaiat kepadamu dalam tiga ikatan ? Sungguh ikatan pertama adalah aqdun nikah, lalu dikuatkan dengan ikatan kedua yakni ikatan "Bismillah fi sabilillah", yang ketiga adalah ikatan yang dilakukan Kakekmu yang Mulia Muhammad dalam mimpi istri pertamamu, hendaklah mereka berfikir, sungguh kemuliaan itu tidaklah datang dengan hati yang keras dan hati yang gelisah, melainkan datang ketika seorang hamba berdiri pada cahaya Allah yang tak tertutup amarah dan keraguan. Hendaklah mereka memahami jalan yang mereka tempuh bersamamu. Tidaklah ada kesalahan atasmu menceraikan selain keduanya pada masa yang lalu, sungguh yang demikian itu sebagai contoh kekuatan hati seorang laki-laki dalam menjalankan hukum-hukum Allah dengan benar. Tidaklah aku memegang dadamu saat itu, melainkan tidak aku jumpai penyesalan, melainkan kegembiraan hatimu menjalankan perintah Allah ( hukum Allah ), seandainya ada setitik penyesalan dan kecemburuan masa itu, tidaklah aku berpaling darimu melainkan Allah berpaling darimu juga."


"Wahai Ahmad, tulislah, dan janganlah mengurangi apa-apa yang aku katakan, sungguh apa-apa yang terjadi kepadamu sejak kelahiranmu hingga saat ini, kesemuanya itu hanyalah cara Allah agar para pengikutmu mengambil "pelajaran" atasnya, tidaklah benih sebuah pohon akan menjadi pohon yang berbuah lebat lagi manis jika tidak dilemparkan keladang yang luas, hingga hujan dan panas menerpanya, dan kotoran-kotoran hewan menjadi penyubur baginya, yang demikian itu adalah perumpamaan seseorang manusia yang terasing lalu mendapatkan berbagai macam ujian dalam hidupya, yang menggunakan hati dan akalnya hingga ia memahami makna keterasingan dirinya, lalu Allah menolongnya. Dengan sebab kesabaran dan kegigihannya dalam mencari ilmu dan mencari hakikat dalam hidupnya, dengan mengabaikan hinaan dan cacian atas dirinya, menuju jalan yang diridhoi Allah lalu Allah memberinya petunjuk-petunjuk yang benar. Hendaklah dirimu bersyukur atas segala peristiwa yang Allah berikan kepadamu dalam makna Syin, Ain, Ba, Alif dan Nun."


"Wahai Ahmad, katakanlah. Sungguh iblis memerintahkan kepada para pengikutnya pada akhir Ramadhan yang lalu sebagaimana ramadhan-ramadhan terdahulu disetiap tahunnya, yakni mendorong kaum muslimin melakukan dosa-dosa yang sama sebelum datang bulan Ramadhan, hendaklah mereka ( kaum muslimin ) memperhatikan dan menjaga diri mereka dari kemaksiatan yang sama dan menguatkan taubat mereka, sungguh hamba Allah yang kuat adalah mereka yang berulang kali di jatuhkan oleh syetan dan nafsu mereka, lalu mereka kembali bangkit dan memperbaiki diri mereka bersegera menuju ampunan Allah."


"Wahai Ahmad, akan datang masa kemarau yang panjang, hingga beberapa negeri terbakar dan sebagian lagi mencari jalan agar mendapatkan air dengan cara yang dzalim. Sungguh bagi Hamba Allah yang sabar lagi penolong, tidaklah akan Allah keringkan sumur-sumur mereka dengan sebab kedermawanan mereka atas sumber air yang mereka miliki, dan tidak pula pada bangunan-bangunan didalam perahumu yang dirimu bina diatasnya. Yang demikian itu sebagai tanda kasih sayang Allah atas perahumu."


"Wahai Ahmad, sungguh telah banyak kemuliaan jatuh hanya disebabkan rasa takut seseorang itu kehilangan kemuliaan dalam pandangan manusia, sungguh tidaklah lebih mulia anjing-anjing yang ada didekatmu dibandingkan mereka para penjilat penguasa dan sikaya dengan jilatan yang dzalim lagi najis. Katakanlah, memuliakan dan mentaati pemimpin-pemimpin negeri adalah wajib, tetapi hendaklah mereka lebih memuliakan dan mentaati perintah Allah dan Rasulullah, lalu mentaati perintah kedua orang tuanya dalam hal yang baik lagi benar."


"Wahai Ahmad, lihatlah kepada surbanku, pada catatan dirimu dalam memimpin perahumu, tidaklah ada kekhilafan pada dirimu atas harta-harta ummat didalamnya, melainkan sedikit kepenatan dirimu dalam bekerja dan berfikir untuk kemajuan ummat didalam perahumu, berfikir kuat dalam membayar hutang-hutang yang bukan hutangmu. Tulislah !!!! ( beliau membentak dengan suara yang kuat hingga saya bergetar diri saya ). Wahai Ahmad, sungguh bodoh mereka yang mengatakan "aku enggan mengisi baitul mal" namun ia bersuka cita menerima bantuan dari baitul mal, dan sebagian mengatakan bahwa dirimu tidak melakukan apapun lalu mereka merasa takjub dengan apa yang mereka lihat dalam karya-karya yang dirimu lakukan, lalu aku memuji si miskin yang dalam catatan ini, yakni mereka mengangkat kedua tangan mereka lalu berdoa kepada Allah untuk kejayaan apa-apa yang dirimu lakukan bersama orang-orang yang terdepan bersamamu, apakah mereka menginginkan aku Balya bin Malkan memintamu menuliskan semua yang ada pada surbanku ini ? Sungguh jika ada perintah Allah atasku agar dirimu menuliskannya, akan aku memintamu dengan keras untuk menulisnya, tidaklah Allah menahannya melainkan aku memahami bahwa dirimu memintanya. Sungguh Allah menyukai doa yang datang dari hati yang penuh kasih sayang."


"Wahai Ahmad, tidaklah ada satu pohon yang tumbuh subur lagi berbuah manis jika rusak pada akarnya, lalu menjadi penyuluh yang menerangi sesaat saja, hingga Allah hilangkan cahaya api mereka, serta merta mereka akan jatuh dalam kegelapan dan binasa, yang demikian itu adalah perumpamaan orang-orang yang berhati kotor, yakni mereka yang membiarkan hatinya dikuasai rasa iri, dengki dan hasad, hendaklah dirimu bersabar atas orang-orang yang demikian."


"Wahai Ahmad, pergilah bersendirian lalu kerjakanlah apa-apa yang menjadi perintah Allah atas dirimu. Dan janganlah seseorang menjadikan dirimu bergantung kepadanya, tidak pula kepada istri-istrimu, yang demikian itu lebih baik dirimu lakukan hingga Makhfiymu tetap bersamaku."


"Wahai Ahmad, tidaklah enam jenis pohon yang aku ajarkan kepadamu untuk membuat minyak yang baik, melainkan agar dirimu mengerjakannya, hingga tiba masa yang telah Allah tetapkan atas negeri-negeri yang sombong, lalu dengan minyak itu anak keturunan para pengikutmu menjadi tenang dalam menghadapi masa-masa ujian yang berat dihadapan. Hendaklah para pengikutmu bersabar dalam perjuangan diatas perahumu, ajarkanlah beberapa cara yang aku ajarkan kepadamu untuk menghadapi masa-masa yang "gelap". Dan buatlah alat untuk memudahkan mereka membuat makanan, hingga mereka menjadi tentram."


Ahmad F. bin Abdullah A. Syams

Last update
Add Comment

Translate

Pengunjung