10 Februari 2026
Maksud Kalimat "LA" Dan Tongkat Yang Akan Dihujamkan Ke Atas Negeri Yang Sombong
Nabi Khidr a.s mendatangiku dan beliau berkata,
"Wahai Ahmad, dengar dan tulislah... Allah adalah Rabb yang Maha Satu... Tidaklah ada satupun yang luput dari pandangan Allah atas apa-apa yang dilakukan hamba-hambaNya. Karena Allah Maha Melihat dan Maha Mengetahui segalanya. Dan Allah Azza Wajalla sebaik-baik perencana.
Bahwa kalimat LA pada Lailaha Illah adalah menunjukan ketiadaan segala sesuatu yang Maha Menciptakan dan Maha Berkuasa kecual Allah. Dan LA bermakna tidak ada satupun yang menyerupai NYA, segalanya kembali kepada Mukhalafatu lil hawadits."
"Wahai Ahmad,
- tidaklah beriman seseorang hingga ia meniadakan segala sesuatu kecuali Allah.
- Dan tidaklah sempurna iman seseorang hingga ia mengenal Rabbnya.
SyurgaNya
- tidak pernah sedikitpun telintas dan mampu terbayang pada alam khayalan manusia,
- tidak pernah pula terlihat oleh pandangan mata manusia,
- tidak pernah pula suara-suara indahnya terdengar oleh telinga manusia,
- dan tidak pula mampu diraih hanya dengan amal-amal shaleh hamba-hambaNya, melainkan atas izinNya ( Rahmat Allah ).
Sungguh celakalah manusia-manusia di zamanmu ini yang mengatakan bahwa ia telah sampai kepada langit-langit tertinggi ( Arasy ), dan Allah telah mencatat nama-nama mereka pada dinding-dinding Neraka Jahannam yang paling dalam, sungguh hina dan azab yang pedih atas diri mereka didalam kubur-kubur mereka hingga masuk kedalam neraka tanpa hisab."
"Wahai Ahmad, sungguh aneh manusia-manusia di zamanmu, hamba-hamba yang merugi bagaikan berjalan sebuah jalan yang terbentang luas dan terang dan tidaklah jauh dari tujuan yang membahagiakan, lalu sebagian hamba-hamba itu mencari jalan pintas yang gelap lagi terjal bebatuan dan pohon-pohon yang kering, begitulah perumpamaan bagi orang-orang yang mengaku beriman kepada Allah dan Al-Qur'an, namun mereka mencari petunjuk kepada dukun - dukun dan tukang ramal, merekalah yang menukar petunjuk yang terang (Al-Qur'an) dengan kesesatan."
"Wahai Ahmad, tidaklah sia-sia perbuatan baik dan kesabaran, dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana, sungguh tidaklah akan luput satu perbuatan baik atau buruk diatas dunia melainkan Allah mencatatnya, apakah mereka para ahli maksiat dan pendusta mengira Allah membiarkan perbuatan mereka ? Tidak...!! Kelak mereka akan mendapatkan balasan yang setimpal atas apa-apa yang mereka kerjakan."
"Wahai Ahmad, sungguh tidaklah hina bagi seorang hamba yang menutupi tubuhnya dengan lumpur yang nampak menjijikkan dan kotor namun dalam pandangan syariat tetap suci, demi menutupi tubuhnya dari sengatan lebah-lebah hutan yang membahayakan, begitulah perumpamaan bagi seseorang yang menjauhi yang haram mengambil hal yang dibencinya, hingga ia benar-benar berada pada kelapangan hingga menjauhi yang haram dan yang mubah."
"Wahai Ahmad, akan tiba masa datangnya Ramadhan yang mulia, sungguh Ramadhan akan datang dengan sesedihan dan kegembiraan, tidaklah dapat dihindari bencana-bencana kecuali hamba-hamba Allah
- membersihkan negerinya dari kaum sadum dan tunduk kepada penguasa yang menyembah terhadap Iblis dan dajjal,
- dan membersihkan negerinya dari permusuhan,
- dan membersihkan negerinya dari kebodohan, yakni merusak tanah dan tumbuhan serta hewan."
Baca juga :
"Wahai Ahmad, sungguh Allah telah memperlihatkan kekuasaanNya atas tanah para pengikutmu,
- sungguh tidaklah getaran berarti yang mangguncang para pengikutmu meski sangat dekat dengan terjadinya bencana.
- Dan tidaklah banjir menenggelamkan rumah-rumah mereka kecuali hanya sedikit saja.
Sungguh pergilah ke tepi lautan dan hentakkan tongkatmu dengan keras, Allah hendak mengembalikan bencana dan wabah ke negeri-negeri yang dzalim. Hendaklah kamu bersyukur, bukanlah disebabkan dirimu Allah menahannya, akan tetapi
- keihklasan sebagian pengikutmu yang menyisihkan harta-harta mereka untuk perjuangan diatas perahumu, yang mereka membangun empat bangunan didalam perahumu,
- dan mereka yang istiqomah dan menyadari kekhilafan mereka,
- dan mereka yang bersabar atas pasangan-pasangan halal mereka,
hendaklah mereka menyambut Ramadhan dengan meningkatkan amal-amal shaleh mereka itu. Yang demikian itu lebih cepat mendatangkan keberkahan atas mereka dan perahumu. Allah Maha Adil dan Maha Bijaksana."
"Wahai Ahmad, sungguh aneh seseorang yang ketika dirimu mendiamkannya, lalu ia membiarkan syetan-syetan bermain dan menari di qolbu dan hammnya ( khayalannya ), lalu mereka berkhayal mendapatkan Syafaat Kakekmu yang Mulia Muhammad, tidakkah mereka mendengar kisah sahabat yang tetap berjuang bersama Kakekmu Muhammad, meski kakekmu yang mulia tidak pernah mau melihat wajah dan dirinya ? Sungguh mereka tidaklah membuka mata dan hati mereka. Sungguh aku Balya bin Malkan mendengar dan menyaksikan apa yang mereka katakan. Hendaklah mereka memperbaiki diri. Sungguh jika mereka berjalan bersamaku dan dirimu pada siang dan malam sebagaimana yang Allah perintahkan kepadamu dan kepadaku, pastilah mereka akan menarik selimut mereka dan menutupi telinga dan mata mereka, menahan sebak dan gemuruh didada karena amarah kepada syetan-syetan dari jenis jin dan manusia. Hendaklah mereka memahaminya."
"Wahai Ahmad, tidaklah ada sekawanan katak yang mengangkat kepala mereka lalu saling berteriak satu sama lainya, lalu ketika datang hujan dan gemuruh petir, lalu sebagian dari mereka berlindung ke dalam air dibawah pohon yang rapuh dan sebagian dari mereka berlari dan berlindung ke dalam lubang-lubang tanah, yang demikian itu adalah perumpamaan kaum yang sombong yang saling merasa lebih hebat "suara-suara" mereka, saling menghujat dan saling menunjukan kekuatan mereka hingga berperang, tetapi ketika kekuatan yang sesungguhnya Allah hadirkan keatas negeri-negeri mereka, sebagian dari mereka akan binasa dan sebagian dari mereka mati terkubur oleh lubang-lubang yang mereka ciptakan sendiri. Sungguh Allah lah yang Maha Perkasa dan Maha Kuat lagi Maha Terpuji. Hendaklah dirimu menjalankan perintahNya untuk menghujamkan tongkat ditanganmu diatas negeri-negeri mereka yang sombong. Agar mereka berlari bagaikan katak yang hina lagi tercela dan sebagian dari mereka binasa hingga menjadi contoh bagi kaum yang sombong."
Ahmad F. bin Abdullah A. Syams
.png)