11 April 2026
Gegaran Akan Datang di Tanah Para Nabi
Beliau mendatangiku disela-sela kesibukanku bersama dua sahabatku.
"Wahai Ahmad, tinggalkanlah sejenak kesibukanmu yang melelahkan ini, sungguh beberapa hari ini aku memperhatikan dirimu mengerjakan pekerjaan yang melelahkanmu, hingga Allah menjaga tidurmu dari nyamuk dan terpaan angin dimalam hari, hendaklah dirimu bersabar, dan hendaklah dirimu memperhatikan kesehatan dan makanmu. Tidaklah sama antara dirimu dengan Kakekmu yang Mulia Muhammad walaupun dirimu menginginkannya, dan tidaklah menjadi bahagia Kakekmu yang Mulia Muhammad, dengan apa yang dirimu kerjakan, perhatikanlah masa tidurmu dan makan serta minummu. Yang demikian itu mengembirakan aku dan Kakekmu Yang Mulia Muhammad."
"Wahai Ahmad, sungguh aku meminta kepadamu atas perintah Allah, tidaklah seorang pemimpin akan selamat didalam kuburnya hingga masuk kedalam neraka yang menyala, yakni bagi mereka (para pemimpin) yang enggan berjuang dengan "tangannya" untuk mencegah kemaksiatan dan menegakkan keadilan, serta memperhatikan semua yang ada dibawah kepemimpinannya itu dalam keadaan tentram dan aman. Apakah aman itu ? Yakni rasa aman dari lapar dan penderitaan, sungguh tidak akan masuk kedalam Syurga Nya Allah bagi pemimpin yang memakan hak rakyatnya dan didalam negrinya ada seseorang yang tidur dalam keadaan lapar."
"Wahai Ahmad, sungguh diatas tanah itu hendak Allah letakkan keberkahan, bukankah dahulu telah aku sampaikan kepadamu, tentang dua laki-laki yang mereka bagaikan dua saudara kandung, hingga mereka berbaiat kepadamu lebih awal ? Hendaklah salah satu dari mereka (Fariz) bertanggung jawab atas tanah di negeri 9 itu, menjalankan perintah yang aku ajarkan kepadamu, hendaklah keduanya taat dan mengikuti apa-apa yang aku ajarkan kepadamu, hingga ditanah itu benar-benar mendapatkan keberkahan yang nyata bagi perahumu dan bagi orang yang menetapkan tanah itu untuk perahumu. Sungguh tidaklah ada hak bagi dirimu dan anak keturunanmu atas tanah itu, melainkan sedikit saja disebabkan cinta mereka para pengikutmu kepadamu. Hendaklah "Laki-Laki itu" benar-benar amanah didalam menjalankan perintah. Sungguh Allah tidaklah menyukai kelalaian dan sifat tergesa-gesa."
"Wahai Ahmad, hendaklah dirimu menunjuk dua orang saksi atas amanah yang dirimu sampaikan, hingga tercatat dalam perjanjian yang kuat dalam ridho Allah dan atas hukum Nya. Hendaklah dirimu berteguh hati dan bersikap tegas dan keras kepada keduanya."
"Wahai ahmad, sungguh akhlaq dan kesabaran serta kasih sayang Kakekmu Rasulullah mengalahkan amarahnya, dan bukanlah bermakna Rasulullah tidak mempunyai rasa marah, akan tetapi kemarahannya telah tertutup rapat dengan sifat penyayang beliau yang memadamkan api hawa dan nafsu beliau."
"Wahai Ahmad, janganlah dirimu melalaikan perintah untuk keluar dari rumahmu selama 3 hari bersendirian, apakah dirimu mengkhawatirkan adanya fitnah dan tuduhan atasmu ? Sungguh aku telah mendengar tentang sikap dan perkataannya, hendaklah dirimu bersabar dan diamlah, hingga Allah memberikan pelajaran terbaik baginya dan bagi perempuan yang merasa dirimu tidak berlaku adil dan kecewa ? Apakah ia berfikir bahwa Allah membenarkan pendapatnya ? Sungguh yang berikutnya akan menjadi pelajaran terbaik dari Allah atas dirinya. Hendaklah dirimu bersabar. Apakah pakaian dan jabatan membuat ia merasa lebih baik dari dirimu ? Sungguh pakaian dan jabatan itu adalah milik Allah. Hendaklah kamu memperhatikan kesudahannya. Sungguh "jabatan dan pakaian dunia" yang kebanyakan manusia merasa aman darinya, sungguh dalam pandangan Allah bagaikan "anakeb" ( laba-laba ) yang merentangkan akdabah nya ( sarangnya ). Hendaklah mereka bertaubat."
"Wahai Ahmad, hendaklah dirimu mengajarkan seseorang untuk meringankan pekerjaanmu, dan menggantikan kedua orang yang bekerja kepadamu dengan lalai lagi lambat, dan berilah upah setengah dari sebagaimana yang ditetapkan oleh negerimu. Yang demikian itu lebih baik dirimu lakukan, hingga leluasa dirimu menjalankan kewajibanmu yang lain. Hendaklah dirimu menjumpaiku setelah khabar ini."
"Wahai Ahmad, hendaklah dirimu memulai mengerjakan apa-apa yang aku ajarkan kepadamu, mulailah dari yang "sederhana" hingga dirimu memahami yang lebih "besar" lalu binalah tempat untuk membuatnya dengan dua orang saksi yang terpercaya, hingga tentram hati para pengikutmu dengan sebab kemudahan diri mereka dalam merubah padi menjadi makanan yang aman lagi bersih, dan mendapatkan kemudahan untuk menyalakan tungku di rumah-rumah mereka, dan pada kendaraan-kendaraan mereka, tidaklah akan datang pertolongan Allah tanpa kesungguhan hati beberapa pengikutmu. Hingga Allah menetapkan kebahagiaan dunia dan akhirat bagi yang berfikir dan berjuang bersamamu. Hendaklah dirimu bersabar."
"Wahai Ahmad, tidaklah 3336 itu adalah apa yang pernah aku khabarkan kepadamu dahulu ? Hingga datang masanya pada hari Isnin setelah khabar ini dirimu sampaikan, yang demikian itu tidaklah menjadi khabar yang terang, kecuali bagi mereka para pengikutmu yang membacanya dengan hati mereka. Sungguh pada 3336 itu adalah ketetapan bagi laki-laki dan perempuan yang ada dibawah tanggung jawabmu. Hendaklah mereka berfikir."
"Wahai Ahmad, telah Allah izinkan atasmu menjalankan apa-apa yang Allah titipkan kepadamu, yakni "nama" yang menunjukan ilmu Nya, sungguh Allah hendak menguji mereka para cendikiawan yang merasa ilmu mereka telah cukup dan mereka menjadi sombong. Tidaklah upah itu datang dari kehendak hati dan syahwatmu, melainkan atas izin Allah yang aku sampaikan kepadamu. Hendaklah dirimu berteguh hati. Sungguh pada 1223 itu adalah penyembuh bagi mereka yang bertaubat."
"Wahai Ahmad, katakanlah.. apakah mereka mengira apa-apa yang disampaikan Kakekmu yang Mulia Muhammad adalah milik satu golongan ? Sungguh apa-apa yang hendak Kakekmu yang Mulia Muhammad tuliskan bukanlah wasiat tentang pengganti dirinya, melainkan kalimat yang Beliau tujukan kepada seluruh ummat setelah beliau wafat dan kepada Ahlul Bait beliau hingga akhir zaman, tidaklah ada kekhilafan atas diri Kakekmu yang Mulia dan para sahabat Beliau. Hendaklah ummat Nabi Mulia membaca surat cinta Beliau Nabi Mulia Muhammad kepada Ummat yang telah dirimu sampaikan kepada mereka. Hendaklah mereka berfikir."
"Wahai Ahmad, sungguh tidaklah akan matahari menjadi bulan dan bulan itu menjadi matahari, yang demikian itu adalah ketetapan Allah yang nyata, apakah mereka para pengikutmu mengira dengan mengabaikan apa-apa yang dirimu tetapkan disebabkan memberatkan hati mereka, adalah kebenaran ? Sungguh sebagian dari mereka menjumpai kebuntuan dan ketidaktenangan didalam hati mereka disebabkan mereka enggan bertanya dan bermusyawarah kepadamu. Sungguh bukanlah dirimu yang menetapkan tapi Allah lah yang memberi ketetapan. Hendaklah dirimu bersabar."
"Wahai Ahmad, sungguh Kakekmu yang Mulia telah datang kedalam mimpi-mimpi sahabatmu. Apakah mereka merasa ragu ? Tidaklah bijak dan sangat bodoh seseorang yang mengaku cucu dari Nabi Mulia Muhammad sedangkan ia berhati kasar dan hubuddunia, dan tidaklah terhina dengan seribu hinaan bagi yang dibenarkan sendiri oleh Nabi Nulia Muhamamd bahwa ia adalah cucu Nabi Mulia Muhammad didalam mimpi-mimpi selain dirinya sendiri. Hendaklah dirimu bersabar dan berteguh hati dalam kesabaran dan akhlaqul karimah. ( tawaddhu' ). Tulislah...!!! Dan janganlah dirimu ragu atau merasa takut untuk menuliskannya. Dan janganlah mereka mengira dirimu mengikuti hawa nafsu dan kehendak akalmu dalam menuliskannya. Bukankah kepayahan yang dirimu rasakan bersama pasanganmu adalah tanda kebodohan dan kelemahan dirimu dalam menetapkan dan menjalankan perintah Allah ? Sungguh pada ketetapan Allah ada didalamnya hikmah dan kebahagiaan dunia dan akhirat. Hendaklah mereka berfikir."
"Wahai Ahmad, sungguh gegaran yang akan datang di tanah Para Nabi adalah peringatan yang keras bagi mereka kaum yang sombong. Datanglah ketempat dimana aku senantiasa menjumpaimu dalam membicarakan persoalan yang wajib aku sampaikan dengan berhadapan denganmu, duduklah dan perhatikanlah apa yang akan terjadi selama dirimu bersamaku."
Ahmad F. bin Abdullah A. Syams
.png)