07 Juli 2026
Nasehat Rasulullah Saw Untuk Ahmad dan Ancaman Untuk Petinggi yang Sombong dan Pendusta
Beliau Nabi Khidr a.s mendatangiku lalu beliau berkata, "Wahai Ahmad, tulislah dan jangan sedikitpun kamu menahannya."
"Wahai Ahmad, beralihlah dan jangan sampai kedatanganku membangunkan istrimu yang tidur dalam keadaan hati yang penat berperang dengan amarah dan syetan yang hendak merobohkan kekuatan hatinya, sungguh Allah hendak menghiburnya dengan kenikmatan tidur yang menentramkan. Sampaikanlah bahwa Nabi Mulia Muhammad mencintainya. Aku Balya Bin Malkan menjadi saksi bahwa orang-orang yang di cintai Nabi Mulia Muhammad senantiasa tidaklah mudah disebabkan iblis membencinya dan mengerahkan ribuan tentaranya untuk menjauhkannya dari kesabaran dengan tujuan menghalau kejayaan yang akan datang padanya. Hendaklah umat Nabi Mulia Muhammad mengetahuinya."
"Wahai Ahmad, sungguh pada penciptaan langit dan bumi telah nyata sebagai tanda-tanda kekuasaan Allah dan Kemahaadilan Allah. Dan beberapa hal yang ada pada dirimu dan pada diri mereka, hendaklah dirimu tetap menjaga lisan dan tulisan serta bersabar atas apa yang Allah ukir dalam kisah perjuanganmu."
"Wahai Ahmad, janganlah enggan untuk tetap memberikan petunjuk kepada saudara-saudaramu, abaikan rasa malu dan kekhawatiranmu, tidaklah batu permata menjadi hina walau terikat pada tembaga dan tidak pula emas menjadi murah walau tegantung pada rantai di leher seekor anjing. Yang demikian itu perumpamaan seseorang yang Allah berikan kemuliaan walau ia berada pada tempat yang rendah dalam pandangan kebanyakan manusia."
"Wahai Ahmad, sampaikanlah kebenaran dan jalankanlah apa-apa yang Allah perintahkan, walaupun membakar hati dan melelahkan dirimu, sungguh mereka tidaklah mampu memandang matahari dan tidak pula mampu memeluk bumi, jika mereka hanya menggunakan akal terbungkus nafsu dan kesombongan, bukankah telah nyata mereka saksikan bersamamu ? Apakah mereka mengira mengangkat kepala dan berkata-kata kasar kepadamu akan membuat mereka tinggi melebihi gunung ? Apakah mereka mengira merasa lebih luas ilmu mereka hingga mereka merasa langkah mereka lebih luas dari lautan ? Sungguh tetaplah dirimu pada kesabaran dan kelembutan dalam perkataan dan perbuatan. Abaikan penatmu dan tetaplah menjadi pemaaf atas ketidakfahaman orang-orang yang ada di dekatmu dan orang-orang yang tidak mengenalmu."
"Wahai Ahmad, tidaklah gelap itu menjadi gelap ketika cahaya telah sampai pada tempatnya, tidaklah pula syetan-syetan akan tetap pada tempat yang gelap ketika cahaya telah sampai pada tempatnya, sungguh Allah hendak membuka aib-aib mereka yang telah lama mempermainkan ayat-ayat Allah untuk keduniaan hingga dusta-dusta mereka menyesatkan umat Nabi Mulia Muhammad. Tetaplah bersabar."
"Wahai Ahmad, akan tiba masa mulut-mulut yang sombong lagi dusta pada diri para petinggi di negerimu Allah bungkam dengan hukum Nya yang Maha Adil, sungguh mereka dalam keadaan risau tentang apa yang mereka jalankan, namun mereka bersembunyi dalam wajah yang berseri, apakah mereka mengira dapat menipu Allah dengan wajah mereka yang tak sama dengan hati mereka ? Tidak! Sungguh Allah tidaklah menyukai orang-orang yang sombong lagi pendusta, hendaklah mereka bersegera untuk bertaubat dan memperbaiki diri."
"Wahai Ahmad, sungguh Kakekmu yang Mulia Nabi Muhammad memintaku dalam mimpiku menyampaikan nasihat-nasihat Beliau kepadamu. Beliau berkata,
"Wahai Khidr saudaraku katakanlah kepada Cucuku Abu Turob, kerjakanlah apa-apa yang menjadi kewajibannya, tidaklah menjadi berat jika hatinya penuh keyakinan dengan kata-kata Muhammad beberapa tahun yang lalu, jika seseorang menjadi bangga dicintai oleh Seorang Raja, apakah seseorang hamba Allah tidak merasa bahagia dan bangga jika Allah dan Aku Muhammad mencintai nya ? Allah dan Aku Muhammad mencintai seseorang karena kesabaran dan pengabdian yang tulus pada jalan Allah, bukan karena ia mempunyai garis Keturunanku ( Muhammad ) atau garis keturunan seorang Raja. Janganlah ia bersedih dan berputus asa. Tidaklah syetan-syetan berdiam diri kepada hamba Allah yang taat dalam menjalankan pengabdiannya, dan tidak pula berdiam diri orang-orang yang takut kehilangan derajatnya dengan datangnya dirinya yang membawa segenggam cahaya yang mencerahkan dalam karya Allah sebagai amanah mulia. Aku Muhammad akan senantiasa memperhatikannya. Hendaklah ia senantiasa bersabarlah bersama Allah. Wahai saudaraku Khidr, sungguh aku Muhammad memperhatikan beberapa pengikutnya,
- tidaklah aku menerima solawat dan salamnya kepadaku Muhammad bin Abdullah jika di hati mereka masih ada keraguan didalam perahu yang aku titipan kepadanya ( Ahmad ),
- dan tidaklah aku memandang mereka-mereka kelak di yaumul mahsyar bagi mereka-mereka yang mengangkat suara kepadanya.
Katakan kepada Ahmad, sungguh Allah tidaklah menemukan kesombongan dihatinya dengan pujian dan tidak pula menemui rasa sakit berkepanjangan ketika ia di hina dan direndahkan, seandainya selama ini Aku mendengar ada sedikit saja rasa itu Aku Muhammad akan berpaling darinya di dunia dan di akhirat. Dan tidak pula aku mendengar ia mencintai harta dunia melainkan untuk kebahagiaan para pengikutnya. Wahai Khidr saudaraku, sampaikanlah kepada Cucuku Ahmad, hendaklah ia tetap pada apa-apa yang Allah ajarkan melalui lisanmu, dan janganlah ia bersedih hati dan menjadi putus asa, tidaklah pada mimpinya aku marah disebabkan benci kepadanya, hal itu karena ia enggan menjalankan perintah untuk menunjukkan wajahnya dan keluar dari Makhfiynya. Tidaklah Allah akan mengabaikan hamba Nya yang ikhlas lagi taat, dan tidak pula Allah membiarkannya tanpa pertolongan yang nyata, katakanlah wahai Khidr saudaraku, aku Muhammad menjadi penjaminnya di dunia dan di akhirat jika ia berteguh hati dalam pengabdiannya kepada Allah. Sungguh telah mereka para pembesar ulama dan negara telah memimpikannya, hendaklah ia berhati-hati dalam menjaga sikap dan dirinya."
"Wahai Ahmad, tidaklah Allah menguji diluar batas kemampuan hamba Nya, bersegeralah menanam padi dan cassava pada ladang sahabatmu, sungguh mereka telah lama menantikannya, hendaklah tiga pengikutmu dari negerimu mendatangi negeri sahabatmu itu."
"Wahai Ahmad, perbaiki kendaraan malamatiyyahmu, janganlah dirimu menjualnya hanya karena merasa tak pantas, dan hendaklah dirimu berteguh hati, dan janganlah dirimu bersedih atas apa-apa yang dikatakan istri-istrimu dan apa-apa yang diberikan oleh mereka kepadamu, tidaklah Allah sia-siakan kebaikan yang mereka jalankan dengan keikhlasan melainkan Allah hendak menguji mereka sebelum Allah memberikan banyaknya karunia ke atas mereka. Apakah dirimu dan mereka sanggup merubah apa-apa yang telah Allah tetapkan ?"
"Wahai Ahmad, ajaklah beberapa pengikutmu untuk menciptakan tempat itu menjadi tempat perniagaan dan tempat pendidikan serta tempat bermain yang mangandung pendidikan Agama di atasnya, lalu binalah bangunan yang sederhana untuk diriku menjumpaimu ditempat itu. Sungguh sumber mata air itu akan Allah ciptakan di bawahnya, yang demikian itu mudah bagi Allah melakukannya, jadikan pula tempat itu sebagai tempat dirimu menerima tamu-tamu yang datang, yang demikian itu lebih menjaga keamanan istri-istrimu dan anak keturunanmu. Dan janganlah dirimu menemui sesiapapun kecuali melalui tiga sahabatmu di negerimu dan di negeri para sahabatmu. Yang demikian itu lebih menjagamu dari orang-orang yang dzalim. Dan janganlah perintah ini menjadi berat, disebabkan sifatmu yang selalu berbaik sangka dan iba kepada sesiapapun yang ingin berjumpa denganmu. Sungguh Allah Maha Mengetahui segala isi hati hamba-hamba Nya, sungguh aku mendengar bahwa ada beberapa orang yang mengatakan ini dan itu tentangmu, tidaklah ringan fitnah dan hinaan yang akan datang kepadamu dari orang-orang terdahulu yang bodoh lagi buta dan berpenyakit hati. Bersabarlah dan taatilah apa-apa yang aku nasihatkan kepadamu."
"Wahai Ahmad, seseorang pendusta yang besar tengah memperhatikanmu, abaikan walau ia akan datang dengan kata-kata yang memuji lagi manis, katakan bahwa diriku hanyalah hamba Allah yang menginginkan mencapai kasih sayang Allah dan cinta Rasulullah dengan karya yang nyata, bukan menginginkan pujian dan banyaknya pengikut dengan kedustaan dan panjang angan-angan."
"Wahai Ahmad, sungguh air itu telah sampai kepadamu. Segeralah jalankan kewajibanmu. Berikanlah kepada para pengikutmu. Allah hendak memberikan kekuatan kepada perindumu hingga ia kelak akan mampu berjalan dengan kedua kakinya. Sungguh mintalah ia melakukan sholat di sepertiga malam setiap harinya walau hanya dengan cara berdiri dan salam. Yang demikian itu akan mendatangkan kasih sayang Allah kepadanya."
Ahmad F. bin Abdullah A. Syams
