Barisan Malaikat Pada 6 Lapisan Langit Dunia

   
Barisan Malaikat Pada 6 Lapisan Langit Dunia

Barisan Malaikat Pada 6 Lapisan Langit Dunia

Barisan Malaikat Pada 6 Lapisan Langit Dunia



Rabu, 24 Juni 2026
Barisan Malaikat Pada 6 Lapisan Langit Dunia

Nabi Khidr a.s mendatangiku di tepi kolam, lalu beliau berkata,
"Wahai Ahmad, sungguh tidaklah Allah ciptakan gunung-gunung yang terpancang ke dasar bumi, yang demikian itu agar manusia berfikir. sungguh segala sesuatu ciptaan Allah tidaklah sia-sia."

"Bukankah telah Allah mudahkan dirimu dan beberapa pengikutmu ditempat ini ? Sungguh Allah lah yang mengumpulkan ikan-ikan dan beberapa hewan di dalam kolammu. Masa itu mereka tengah memikirkan maqliy untuk mereka makan, lalu Allah berikan mereka quridis yang naik ke permukaan dengan banyaknya. Hingga mereka menjadi kenyang. Sungguh yang demikian itu mudah bagi Allah melakukannya. Hendaklah mereka bersyukur."

"Wahai Ahmad, sungguh dalam masa itu, mereka para pengikutmu di tempat ini dalam keadaan demam, lalu dengan quridis yang mereka makan Allah pulihkan kesehatan mereka. Sungguh quridis itu telah lama hilang dari tempat itu yang dahulu adalah rawa yang luas. Sungguh Allah Maha Pengasih lagi Maha Penyayang terhadap hamba-hamba Nya yang ikhlas."

"Wahai Ahmad, telah Allah ciptakan langit dunia dengan enam lapisan.
  1. Pada lapisan pertama, Allah ciptakan malaikat-malaikat Nya yang mengatur awan, hujan dan angin, tidaklah mereka mentaati selain dari Allah Azza Wajalla.
  2. Pada lapisan kedua, Allah ciptakan kubah penjaga bagaikan cermin yang dingin, sebagai penjaga yang menyerap dan memancarkan cahaya matahari ke seluruh permukaan bumi pada siang hari.
  3. Pada lapisan ketiga, Allah ciptakan lautan luas yang dingin hingga tidaklah batu-batu panas dari langit yang menyentuhnya melainkan hancur dan lebur ke dalamnya.
  4. Pada lapisan keempat, Allah hiasi langit dengan malaikat yang berbaris-baris lagi bercahaya pada sayap-sayap mereka, mengelilingi bumi bagaikan kubah cahaya yang berbentuk mahkota dan bermacam-macam bentuknya dengan solawat dan salam yang merdu di setiap harinya hingga datangnya hari kiamat, sebagai tanda-tanda kekuasaan Allah yang Maha Indah dan Menakjubkan. Sungguh pada lapisan keempat ini Allah ciptakan pada masa isra' dan mi'rajnya Kakekmu yang Mulia Muhammad, sebagai salam penyambutan pertama dari Allah Azza Wajalla kepada beliau.
  5. Pada lapisan kelima, Allah ciptakan kubah yang bagaikan jutaan mata rantai yang melingkari seluruh bumi, dengan panah-panah dan para malaikat yang bersiaga.
  6. Pada lapisan keenam, Allah ciptakan kubah gelap sebagai pembatas yang luas bagaikan tak bertepi, hingga tak ada satu pun makhluq yang mampu melihat ke dalamnya.
Sungguh keenam lapisan langit dunia Allah ciptakan Malaikat Mikail dan Malaikat Arrad sebagai pengatur. Sungguh keduanya dan pasukan mereka ( barisan malaikat di keenam lapisan ) tunduk dan patuh hanya kepada Allah. Hendaklah dirimu dan hamba-hamba Allah memperhatikannya. Sungguh yang demikian itu adalah tanda-tanda ke Maha Besaran Allah atas segala Ciptaan Nya."

"Wahai Ahmad, hendaklah dirimu bersabar, dan tidaklah aku meninggalkanmu sebagaimana beberapa orang yang menghinamu, sungguh aku berada pada ketetapan Allah. Tidaklah aku meninggalkanmu dan mendatangimu melainkan atas izin Allah semata, dan janganlah dirimu merasa terabaikan, tidaklah Allah menguji hamba Nya diluar batas kemampuannya. Hendaklah kamu bersabar."

"Wahai Ahmad, katakanlah kepada para pengikutmu, hendaklah mereka menyelesaikan satu perkara yang tengah dirimu kerjakan di negrimu, setelah itu mereka menyelesaikan perkara pada ladang di negri para pengkutmu di tanah itu. Yang demikian itu mendatangkan keridhoan Allah atas apa-apa yang kalian kerjakan. Sungguh pada Bulan Muharram ini, bersegeralah menyelesaikan kewajiban kalian ke atas tanah ini. Bukankah telah aku khabarkan kepadamu ? Khabar yang tidak kamu tuliskan dahulu ? Sungguh dirimu menyimpannya dan malu dan takut untuk mengkhabarkannya kepada beberapa pengikutmu, janganlah demikian. Sungguh pada hari ini aku mendatangimu untuk mengkhabarkannya kembali. Tulislah !!!"

"Wahai Ahmad, segeralah mengeluarkan hak-hak yatim dan fakir miskin, zakat-zakat yang ada dalam kekuasaanmu hingga tak tersisa di bulan muharram ini. Dan segeralah dirimu berdiri di tepi lautan bersama istrimu, dan beberapa pengikutmu. Apakah yang menahan mereka dan dirimu untuk berdamai sedangkan dirimu dan mereka merasakan sakit sebagai peringatan dan teguran yang keras dari Allah ? Hendaklah mereka menggunakan akal dan hati mereka. Dan hendaklah dirimu dan mereka bertaubat. Apakah kamu dan mereka mengira perintah ini adalah datang dari hawa nafsuku dan dirimu ? Tidak !!! Demi Allah yang kita ada dalam genggaman Nya."

"Wahai Ahmad, bersegeralah menyelesaikan tempat perniagaan dan taman hiburan yang mendidik anak-anak lebih dekat dengan Allah di tempat ini.
  • Dan pada setiap hari kamis dan jumat sebagai hari bercuti dan bersedekah.
  • Dan pada hari ahad jadikan tempat ini berkumpulnya para pengikutmu di negrimu setiap tiga bulan satu kali pada pertengahan bulannya, yang demikian itu sebagai penguat perahumu.
  • Dan tutuplah perniagaanmu di tempat ini pada waktu asar hingga maghrib tiba.
  • Dan jadikan tempat ini pada masa di antara asar dan maghrib sebagai tempat taklim Al-Qur'an dan hukum-hukum Allah untuk anak-anak yatim dan fakir miskin.
Hendaklah dirimu tidak meminta upah dari mereka sedikit pun. Setelah itu, barulah Allah halalkan membuka kembali perniagaan di tempat ini setelahnya. Yang demikian itu lebih menjaga kasih sayang Allah ke atas dirimu dan orang-orang yang berjuang bersamamu di tempat ini."

"Wahai Ahmad, janganlah dirimu menjadi risau atas tanah di negri sahabatmu, tidaklah Allah biarkan tempat itu melainkan Allah suburkan pertanian dan perternakan di atasnya, sungguh pada sungai yang mengalir tidaklah akan membawa manfaat kecuali dirimu menjadikannya aliran yang mengalir pada ladang-ladang di atasnya, dan jembatan penghubung yang menjadi jalan yang kelak akan dikenang. Kerjakanlah hal itu setelah tempat ini terselesaikan. Sungguh pada bulan ke empat setelah muharram."

"Wahai Ahmad, tulislah dan janganlah engkau menguranginya..."

"Wahai Ahmad, janganlah bersedih atas khabar tentang kemarahan Kakekmu yang Mulia Muhammad kepadamu pada bulan yang lalu, apakah tidak kamu perhatikan kata-kata Beliau yang Mulia Muhammad yang aku sampaikan kepadamu ? Sungguh dalam kemarahan Beliau berisi kasih sayang yang besar kepadamu, sungguh mulia tujuan Beliau ke atas dirimu, agar dirimu bertegas hati dan kukuh dalam perjuangan. Tidaklah dirimu perhatikan...? Janganlah bersedih hati... Dan janganlah takut jika dirimu berteguh hati di jalan yang Allah tetapkan ke atasmu."

Ahmad F. bin A. Syams
Last update
Add Comment

Translate

Pengunjung