
Kamis, 23 Juli 2026
Para Penipu Pemimpin dan Rakyat Ibarat Pemuja Burung Nyau
Beliau Nabi Khidr a.s mendatangiku, dengan pakaian yang belum pernah aku saksikan sebelumnya, lalu beliau berkata.
"Wahai Ahmad, sungguh mereka para penipu pemimpin tertinggi di negerimu, para penipu ummat dan rakyat bagaikan para pemuja burung "NYAU" pada zaman Mesir dahulu. Tidaklah burung itu merupakan penghinaan atas diri mereka, penghinaan kepada manusia yang diciptakan iblis melalui khayalan para dukun dan tukang ramal, yakni para Al-Qolla yang diharamkan Allah masuk ke dalam syurga Nya."
"Tahukah kamu Wahai Ahmad? Sungguh burung "NYAU" itu tidaklah mampu bersembunyi dari bahaya melainkan hanya menutupi sebagian kepala mereka ke dalam pasir, begitulah perumpamaan bagi para penipu Pemimpin di negerimu dan para penipu Rakyat dan Ummat di negerimu dalam pandangan Allah, sungguh mereka akan menjumpai kebinasaan yang hina."
"Wahai Ahmad, tulislah dan katakanlah. Apakah diantara mereka yang berada di sekeliling Pemimpin negerimu mengira dapat menipu Allah dan bersembunyi dari penghitungan Allah atas apa yang mereka lakukan dengan dua wajah mereka? Yakni mereka yang dengan indah dan dengan lisan-lisan mereka yang manis dalam menipu Pemimpin di negrimu dan membuat Pemimpin di negrimu tertipu dengan lisan-lisan mereka, lalu mereka tertawa di belakang pemimpin di negrimu. Sungguh jika demikian keadaan negerimu. Tidaklah akan mencapai kejayaan melainkan kesengsaraan yang nyata."
"Wahai Ahmad, tenangkanlah dirimu atas ikan-ikan di dalam kolammu, sungguh esok hari akan Allah turunkan hujan yang hanya akan mencukupi air dalam kolammu, dan janganlah dirimu memakan ikan-ikan yang ada di dalam kolammu kecuali hanya sekedar untuk memenuhi kebutuhan beberapa pengikutmu yang menjadi penjaga dan pemelihara diatasnya. Dan menjamu tamu-tamu yang Allah izinkan mereka berjumpa denganmu ditempat itu. Dan katakan kepada istri-istrimu, dan beberapa pengikutmu, agar tidak membiarkan dirimu bersendirian ditempat itu, ketika adanya orang yang datang kepadamu. Jumpailah mereka pada waktu siang hari diantara bakda Dzuhur hingga masuk waktu Asar dan tidaklah ada kewajibanmu menjadi imam dalam Sholat Asar. Yang demikian itu lebih menjagamu dari kedzaliman kaum yang melampaui batas."
"Wahai Ahmad, bukankah telah Allah sembuhkan beberapa pengikutmu yang sakit dengan cara Nya...? Hendaklah mereka bersyukur, dan janganlah dirimu bersusah hati dan takut, sungguh Allah lah yang berkehendak untuk menunjukkan kekuasaan Nya. Hendaklah mereka memahami."
"Wahai Ahmad, telah sampai dirimu pada perintah untuk membuka penutup wajah makhfiymu. Hendaklah dirimu menjaga lisan dan berhati-hati, tidaklah Allah menginginkan atas tanah-tanah itu melainkan agar mereka benar-benar menjalankan amanah yang telah aku sampaikan kepadamu, dan hendaklah mereka mentaati apa-apa yang istri pertamamu lakukan atas perniagaan-perniagaan di dalam perahumu di negrimu dan di negri saudaramu. Apakah mereka mengira akan mencapai kejayaan dengan cara yang mereka lakukan...? Sungguh Allah telah memberikan perintah kepadaku agar memperhatikan mereka dan ladang-ladang mereka, hingga mereka benar-benar memahaminya. Tidaklah akan sempurna apa-apa yang mereka buat tanpa "air dan tanah" yang ada pada "tanganmu"."
"Wahai Ahmad, katakanlah sungguh apa yang diriku ajarkan kepadamu dalam menjalankan syariat adalah mengikuti Al-Ahlul Madinah, tidaklah ada kewajiban atasmu mengajarkan mereka para pengikutmu melainkan mereka menjalankan hukum-hukum syariat mengikuti mazhab yang mahsyur dalam negri-negri mereka ( Madzab yang Empat). Hendaklah mereka memahaminya."
"Wahai Ahmad, sungguh sekelompok kelelawar yang tertidur lalu mereka saling berteriak dengan bisingnya disetiap menjelang bulan purnama yang mereka nantikan malam bulan purnama, lalu sekelompok kelelawar itu berterbangan dengan mata yang tertutup ke berbagai arah tanpa melihat sang bulan yang bersinar. Sungguh yang demikian itu bagaikan mereka yang berdebat dan berbantah-bantahan tentang dirimu sebelum Allah mengizinkan untuk membuka makhfiymu, lalu ketika dirimu telah jelas menampakkan wajah dan pakaianmu, mereka menutup mata dan mengatakan bukanlah dia yang kita harapkan. Katakanlah Wahai Ahmad!!! Sungguh dirimu hanya menyampaikan apa-apa yang Allah titipkan kepadaku. Sungguh tidaklah aku dan dirimu menjadi hina atau pun mulia dengan hinaan atau pujian manusia. Melainkan Allah lah yang meninggikan hamba Nya atau merendahkannya."
"Wahai Ahmad, buatlah peraturan dan perjanjian yang kokoh atas tanah yang diberikan kepadamu, lalu Allah memintamu untuk memberikan kepada mereka sebagai wakaf yang abadi. Bukanlah untuk menjadi penyebab terjadinya kegaduhan atau pula saling merasa benar. Melainkan agar menjadi tempat yang menjadi contoh terbaik akhir zaman atas cinta dalam ukhuwah dan persaudaraan. Hendaklah mereka mengikuti apa-apa yang aku ajarkan kepadamu. Dan tanamlah tujuh pohon kurma di setiap sudutnya, lalu buatlah ladang padi memanjang di tepi sungai seluas 999 meter, dengan aliran air sungai ke dalamnya, lalu berilah pupuk yang kamu buat khas untuk 55 pohon nakhiilazzait ( sawit ) hingga Allah tetapkan ia berbuah selama 3 tahun tanpa pemupukan. Dan Allah jadikan padi-padi itu berbuah lima kali hanya dengan satu kali menanam. Lalu padi-padi itu mencukupkan bagi para pengikutmu di negeri itu. Lalu tanamlah pohon anggur dan tembikai ( semangka ) di atas ladang itu.
- Sungguh 60% hasil semua pertanian diatasnya adalah hak bagi seluruh pengikutmu tanpa membeda-bedakan,
- lalu ambillah 2,5 % hak mereka yang berkecukupan untuk dijadikan infaq di jalan Allah, kecuali pengikutmu yang fakir, yang miskin dan yang berhak menerimanya secara utuh sesuai hukum yang aku ajarkan kepadamu.
- Lalu ambilah 40% untuk dijadikan simpanan pada baitul mal di negeri itu.
Semua itu setelah dirimu mengeluarkan untuk upah para pekerja, kemodalan dan zakat, serta kewajiban perahumu atas negeri mereka ( Zakat, pajak dan lainnya ). Yang demikian itu mendatangkan kecintaan Allah dan Kakekmu yang Mulia Nabi Muhammad ke atas perahumu. Dan tidaklah ada hakmu dan anak keturunanmu hingga hari kiamat tiba atas hasil di atas ladang itu, kecuali atas izin para pengikutmu yang bermusyawarah. Bukankah telah Allah hadiahkan ladang yang luas di negerimu untuk anak cucumu...? Dan hendaklah para pengikutmu menolongmu untuk menjalankan perintah Allah ke atas tanah dan perniagaanmu sekali lagi. Yang demikian itu lebih baik mereka kerjakan hingga mudah bagimu berkeliling ke negri-negri saudaramu dalam mengajarkan mereka dan dengan tanganmu membuat pertanian dan apa-apa yang aku ajarkan kepadamu di atas negri mereka. Apakah mereka mengira akan mampu menghadapi kaum yang melampaui batas hanya dengan "duduk" dan menunggu dirimu sampai pada negri-negri mereka? Amat buruklah keadaan mereka yang berdiam diri dan menantikan dahaga tanpa menggali tanah untuk menimba airnya."
"Wahai Ahmad, hendaklah para pengikutmu di negrimu mendatangi tepi kolam itu. Lalu buatlah bangunan itu dalam masa 3 hari dan membuat sumur yang menampung mata air yang telah nyata Allah berikan. Apakah mereka mengira dirimu adalah Ashif bin Barkhiya hingga mampu membina bangunan dari buluh ( bambu ) itu sendirian dalam sekedipan mata...? Teramat buruklah jika sangka mereka demikian."
"Wahai Ahmad, sungguh datangilah istri-istrimu dengan cara yang adil, sungguh dirimu hanyalah menjalankan perintah Allah dan Nabi Mulia Muhammad dalam mimpimu dan mimpi-mimpi istrimu. Tidaklah ada keraguanku Balya bin Malkan atas apa apa yang Allah perintahkan ke atas dirimu. Sungguh beberapa pengikutmu telah memimpikannya."
"Wahai Ahmad, tidakkah mereka memahami bahwa akan datang orang-orang dari negri yang jauh lalu mereka meminta dirimu mengajarkan kepada mereka tentang menyembuhkan penyakit yang mereka mengira tidaklah ada obatnya. Katakanlah dengan kelembutan dan ketegasan, sungguh mereka wajib mengikat diri mereka menjadi ahli zimmah dan hendaklah mereka mengokohkannya dengan perjanjian yang kuat, dan hendaklah dirimu mengatakan dengan tegas bahwa apa yang dirimu ciptakan adalah datang dari Allah Azza Wajalla dan tertulis dalam Al-Qur'an dan terucap dalam lisan Mulia Kakekmu yang Mulia Muhammad Rasulullah. Sungguh jika mereka berpaling, tidaklah ada kewajibanmu memaksa mereka menjadi ahli zimmah atau memaksa mereka kaum muslimin bertaubat dari kemaksiatan kaum sadum. Hingga kelak mereka menyaksikan azab Allah ke atas diri dan negeri mereka dengan penyakit itu. Hendaklah dirimu berteguh hati lagi sabar."
"Wahai Ahmad, hendaklah dirimu memakai pakaianmu. Lalu berkata-katalah pada alat itu kepada sebanyak orang yang melihatmu, sungguh Allah hendak menunjukan kekuasaan Nya atas diri mereka yang mengenalmu atau pun yang tidak mengenalmu. Sungguh Allah hendak menyembuhkan sebagian dari mereka yang sakit dan menguji sebagian yang sakit dengan menunda kesembuhannya setelah beberapa hari. Yang demikian itu mudah bagi Allah melakukannya. Janganlah dirimu enggan melakukannya. Sungguh bersamaan dengan itu, Allah turunkan hujan sebagai bukti yang nyata. Bukankah telah engkau lakukan sebelum ini ke atas diri para pengikutmu...? Janganlah ragu. Lalu bersembunyilah kembali pada bangunan yang telah Allah tetapkan untukmu."
Ahmad Fahmi bin A. Syams