Getaran dan Gegaran di Sekitar Ladang Khizba

   
Getaran dan Gegaran di Sekitar Ladang Khizba

Getaran dan Gegaran di Sekitar Ladang Khizba

Getaran dan Gegaran di Sekitar Ladang Khizba


26 Agustus 2026

Getaran dan Gegaran di Sekitar Ladang Khizba


Nabi Khidr a.s mendatangiku, lalu berkata.

"Wahai Ahmad, tulislah dan janganlah dirimu mengurangi apa-apa yang aku sampaikan kepadamu. Sungguh apa-apa yang aku khabarkan kepadamu sejak dahulu bukanlah atas kehendak hatiku. Janganlah dirimu menolaknya atau enggan melakukannya dikarenakan rasa khawatir dan malu. Dan rasa takut menyinggung perasaan orang lain.

  • Sungguh sifat nasihat dan teguran selembut apapun akan sakit dan menusuk telinga bagi orang-orang yang berpenyakit hati.
  • Dan sifat nasihat dan teguran sekeras apapun akan dapat menyejukkan dan menentramkan bagi orang-orang yang ikhlas lagi berhati baik."


"Wahai Ahmad, hendaklah mereka tidak mengkhawatirkan angin dan hujan yang akan turun di tempat itu pada awalnya, sungguh yang demikian itu petanda Rahmat Allah atas segala yang mereka kerjakan. Bukankah telah mereka saksikan dan rasakan getaran pada awal dimana mereka hendak menuju ke tempat itu ? Dan bukankah telah Allah khabarkan sebelumnya ?"


"Wahai Ahmad, tidaklah gunung-gunung itu indah dan mudah jika mereka hamba-hamba Allah mendaki hingga pada puncaknya, hingga ketenangan dan kesejukan dirasakan oleh orang-orang yang mempunyai ilmu dan kemampuan mendaki gunung itu, yang demikian itu perumpamaan hamba-hamba Allah yang saling berkasih-sayang dan saling tolong-menolong dalam kebaikan. Yakni Untuk membina sebuah bangunan yang kokoh lagi penuh keberkahan di dalamnya. Hendaklah mereka berfikir."


"Wahai Ahmad, bukankah telah Allah berikan secara mutlak ladang itu hingga pada sungainya yang mengalir pun menjadi hak atas mereka. Hendaklah mereka bersabar dan menjauhi bujuk rayu syahwat dan setan, yang akan mendorong hati mereka menjadi serakah dan tamak. Sungguh keserakahan adalah sumber bencana hati dan sumber kehancuran tali persaudaraan dan mampu merusak dan menghancurkan sebuah negeri yang kuat sekalipun."


"Wahai Ahmad, katakan kepada mereka. Apakah tidak mereka perhatikan gegaran di tepi lautan yang merubah isi dalam perut bumi hingga kepada ladang yang hakikatnya adalah milik Khizba dan yang pernah diamanahkan Allah kepada leluhurmu dan sahabatnya yang mereka adalah Raja-Raja yang adil dan bijaksana, hingga Allah kembalikan hak itu kepadamu, sungguh Kakekmu Yang Mulia Muhammad memperhatikanmu dengan gembira, tidaklah sedikit pun aku dan Beliau Yang Mulia Muhammad merasakan adanya keserakahan dalam dadamu atas tanah-tanah yang Allah amanahkan itu dalam ungkapan sebagai wasiatmu untuk mereka para pengikutmu. Walaupun dirimu mampu untuk meminta hakmu dari seluruh tanah-tanah itu. Yang demikian itu adalah sifat Sayyidina Hasan Al Sibthi bin Sayyidina Ali yang mulia. Hendaklah mereka yang berkumpul mengingat sejarah atas tanah itu. Sungguh janganlah mereka bagaikan kera, anjing dan ular dalam kisah terdahulu."


"Wahai Ahmad, akan Allah buka jalan bagi dirimu dan pengikutmu, sungguh akan datang kabar gembira bagi perniagaanmu, hendaklah mereka tetap taat pada perintahmu, sungguh 5555 hektar bukanlah jumlah yang sedikit, dan hendaklah mereka memperhatikan takaran untuk menyuburkan pohon-pohon walaupun jumlahnya belum mencapai 5555 itu. Janganlah mereka lalai dari apa yang telah dirimu ajarkan. Sungguh lahan di negerimu hendaklah segera diselamatkan. Hingga Allah mencatatnya sebagai pengorbanan yang terbaik untuk masa depan perahumu. Tidaklah dirimu menahannya melainkan menjual sebagian untuk binaan yang besar setelahnya. Yang demikian itu pernah aku ajarkan kepada orang sebelummu."


"Wahai Ahmad, bersegeralah menyelamatkan istrimu dari tepi lautan, dan hendaklah dirimu tidak merasa enggan disebabkan kekhawatiran dan ketakutanmu. Bukankah Allah telah berfirman bahwa dibalik apa-apa yang tidak di sukai hambaNya, boleh jadi dibalik itu banyak tersimpan hikmah dan kebaikan di dalamnya. Berilah ujian sebagaimana yang aku ajarkan kepadamu ke atas dirinya. Dan janganlah dirimu menunda-nunda apa-apa yang telah Allah perintahkan dan amanahkan kepadamu. Walaupun terasa berat bagimu dan bagi para pengikutmu. Sungguh tidaklah menjadikan kurang keberkahan di atas ladang-ladang itu melainkan 7 sampai kepada 10 ton pada masa panennya. Dan rawatlah 50 pohon nakhiluzzeit pada pertemuan mereka masa sekarang ini, serta buatlah ladang padi dan kolam ikan setelahnya pada bulan ke-7 pada bulan Islam, buatlah penapis air yang menghilangkan racun yang terbawa pada air disebabkan orang-orang yang serakah yang membuangnya. Tidaklah akan terkotori air yang masuk ke dalam kolam-kolam di tanah itu dengan penapis yang aku ajarkan kepadamu. Sungguh Allah Maha Adil dan Maha Bijaksana."


"Wahai Ahmad, katakan kepada istri-istrimu selain istri pertamamu, sungguh Allah dan Rasulullah hanya menciptakan Ahmad satu kali dalam kisahnya, dan bukanlah Ahmad seorang pendusta dan bukan pula milik istri-istri mereka. Sungguh Ahmad hanyalah seorang hamba keturunan Al Hasan dari ayahnya dan Al Husain dari Ibunya, hendaklah mereka menetapkan keputusan hati mereka. Yang demikian itu lebih baik mereka dibandingkan melampiaskan nafsu amarah."


"Wahai Ahmad, janganlah dirimu menahan khabar tentang istri-istrimu hingga menahanmu untuk menuliskannya. Sungguh tidaklah sama mereka laki-laki yang beristri lebih dari satu dibandingkan dengan dirimu. Sungguh mereka adalah laki-laki yang sombong dengan harta-harta dan jabatan mereka, sedangkan dirimu adalah bayangan dari kisah leluhurmu yang Mulia Muhammad. Apakah mereka (Para Pengikutmu) tidak memperhatikan mimpi mereka ketika berjumpa dengan Rasulullah Muhammad...? Sungguh Aku Balya bin Malkan menantang mereka yang ragu. Untuk membaca 11111 kali solawat, lalu mengangkat kedua tangan mereka apakah apa-apa yang aku sampaikan tentang Ahmad adalah dusta ? Sungguh jika mereka lakukan itu dengan keikhlasan. Tidaklah akan mereka jumpai kecuali Rasulullah yang Mulia Muhammad dalam mimpi mereka berdiri lalu mereka di awal mengira sosok dari sisi kiri dan belakang itu adalah Ahmad. Sungguh telah banyak yang memimpikannya. Bukanlah Ahmad yang mengakuinya. Melainkan Nabi Mulia Muhammad yang menyatakannya."


"Wahai Ahmad, sembunyikan kembali wajahmu setelah dirimu memperlihatkannya, kecuali pada gambar-gambar ciptaan. Dan tempat yang paling aman adalah tempat yang aku tunjukkan kepadamu."


"Wahai Ahmad, Aku Balya bin Malkan diperintahkan Allah berlaku tegas kepadamu, janganlah menunda-nunda apa-apa yang Allah perintahkan kepadamu, sungguh keberkahan atas istri pertamamu akan datang dari jalan yang tidak ia sangka-sangka, janganlah dirimu mengambil hak istri pertamamu yang aku katakan ini ****, dan hendaklah ia memberikan mut'ah kepada istrimu yang berada di tepi lautan sebagai penebusnya. Sungguh kesalahan dirimu adalah sengaja mencari jalan untuk perceraian hingga Allah bungkam mulutmu dan Allah pelihara dirinya dari sentuhan laki-laki. Apakah dirimu memilih masuk ke dalam neraka bersama laki-laki dayyuts...? Tulislah!!! Hingga Allah mengampuni segala kekhilafanmu dan menjadi contoh terbaik bagi ummat akhir zaman. Sungguh kisah Rasulullah Yang Mulia Muhammad antara Sayyidah Aisyah, Sayyidah Hafsah dan Sayyidah Mariya Qothbiyyah telah Allah letakkan ke atas bahu dan kepalamu. Walau hanya seujung rambut yang ada pada dahi Kakekmu Yang Mulia Muhammad. Apakah masih terlalu berat untukmu ? Manakah yang lebih berat siksa neraka dibandingkan kepayahanmu dalam menerima KETETAPAN Allah di atas fana ?"


"Wahai Ahmad, sungguh pada tempat itu tetapkanlah pada bangunan yang mereka bina menjadi tempat pendidikan yang terbaik, tetapkanlah orang-orang yang ada dalam perahumu menjadi pemimpinnya, dan kembalikan hak-hak istrimu diantara barang-barang amanah ummat di dalamnya, dan tetapkan masa bagi Handri untuk mengajar di tempat itu walau hanya satu bulan satu kali dan berikan upah dan ringankan perjalanan pulang dan perginya. Tidaklah Badrus dan Lutfi bersamanya adalah ikatan yang kokoh di atas perahumu. Janganlah mereka saling membantah dan jangan pula mereka keluar dari apa-apa yang telah diriku ajarkan. Dan dirimu bersama Deri adalah penasihat utama mereka. Yang demikian itu lebih baik mereka dan dirimu kerjakan."


"Wahai Ahmad, sungguh mereka tidak mengetahui bahwa Allah memperhatikan apa-apa yang mereka kerjakan di tanah para Nabi, lalu mereka berencana untuk saling mengatur siasat untuk meruntuhkan satu bangunan yang besar. Lalu Allah datangkan bencana ke atas negeri mereka akibat kesombongan dan keserakahan. Sungguh yang demikian itu mudah bagi Allah melakukannya. Sungguh kejatuhan pembesar negerimu akan membawa guncangan di atasnya. Hendaklah Pemimpin negerimu menyadarinya. Dan janganlah dirimu menjumpai sesiapapun pembesar jika mereka melebihi jumlah dari apa yang aku khabarkan kepadamu. Dan jangan pula dirimu membungkukkan punggungmu kepada mereka disebabkan mereka mempunyai jabatan dan harta."


Ahmad Fahmi bin Abdullah Alwie Syams

Last update
Add Comment

Translate

Pengunjung