14 Agustus 2026
5 Pesanan Rasulullah Dalam Menyambut Maulidurrasul
Beliau Nabi Khidr a.s mendatangiku di siang hari dan membangunkan tidurku, lalu beliau berkata.
"Wahai Ahmad, janganlah dirimu mengurangi apa-apa yang harus dirimu tuliskan. Bangkitlah dan duduklah."
"Wahai Abu Turob Ahmad... Bangunlah, dan duduklah. Nampak penat dirimu yang tertidur di dalam tenda yang sempit ini. Hingga terik panas siang hari membuatmu berpeluh basah bajumu. Tidaklah menjadi sehat dirimu dan tidak pula menjadi kemuliaan dalam pandangan Allah caramu memimpin ummat di tempat ini. Dengan menyiksa tubuhmu, tidur ditempat yang sempit dan dingin dimalam hari, serta panas ketika datang siang hari. Minumlah air ini. Sungguh dirimu dalam keadaan sakit."
"Wahai Ahmad. Tidakkah mereka menyaksikan, sungguh sebuah pohon yang tumbuh dari benih lalu mengeluarkan daun-daun, hingga menjadi bercabang-cabang dengan kokoh batang pohon itu berdiri, lalu menghasilkan buah-buahan yang banyak ? Setiap daun yang muda menggantikan daun yang tua, tidaklah selalu daun yang tua gugur lebih dahulu dibandingkan dengan daun-daun yang muda. Sungguh Allah lah yang Maha Mengetahui masa pohon itu berada di atas dunia, yang demikian itu adalah perumpamaan bagi orang-orang yang beramal shaleh, yang memberikan manfaat yang banyak bagi orang-orang di sekitarnya hingga ajarannya akan menumbuhkan pohon-pohon baru yang bermanfaat dan daun-daun yang berguguranpun mampu menyuburkan tunas-tunasnya."
"Wahai Ahmad, jagalah kesehatanmu dengan apa-apa yang telah Allah tetapkan atas diri hamba-hambaNya, hendaklah dirimu dan istrimu memperhatikan hak-hak tubuhmu untuk tidur dengan wudhu dan dengan tawakkal yang besar kepada Allah Azza Wajalla. Bukankah di negerimu dan di negeri sahabatmu telah Allah cukupkan dengan orang-orang yang setia dan ikhlas bersamamu dan bersama istrimu ? Hendaklah dirimu dan istri pertamamu memperhatikannya, hingga apa-apa yang ada dalam tanggung jawab kalian berdua menjadi ringan."
"Wahai Ahmad, sungguh aku Balya bin Malkan tidaklah marah kepadamu, melainkan hanya enggan mengulangi kalimat yang sama untukmu dan untuk istri pertamamu. Sungguh Allah Azza Wajalla yang memberikan perintah untuk aku sampaikan kepadamu. Hendaklah dirimu bersabar. Tidaklah ada kebahagiaan dan ketenangan Allah turunkan ke atas diri hambaNya tanpa adanya keikhlasan dan kesabaran."
"Wahai Ahmad, telah sampai masamu hingga nampak dirimu dihadapan ummat manusia di akhir zaman, bukanlah aku atau dirimu atau tulisanmu yang mereka abaikan dan cela, sungguh apa-apa yang dahulu aku katakan dan engkau tuliskan, datang dari Rabbul'alamiin. Lalu mereka memilih jalan lain, lalu terpesona dengan kata-kata dusta dari mereka para pendusta di kiri dan kanan pembesar negerimu. Hendaklah mereka perhatikan keadaan negrimu saat ini. Apakah semakin baik atau kah semakin membingungkan ...? Hendaklah mereka berfikir dan menelaah kembali khabar-khabar yang dirimu tuliskan."
"Wahai Ahmad, hendaklah dirimu tidak menahan apa-apa yang telah aku katakan kepadamu, jalankanlah lima perkara hingga membuka lima puluh jalan yang telah Allah tetapkan atas ladang-ladang yang Allah titipkan kepadamu dan kepada semua pengikutmu. Dan janganlah dirimu merasa takut untuk menggantikan orang-orang yang tidaklah memahami teguranmu dalam bangunan itu, sungguh tidaklah akan mampu leluhur-leluhur mereka dan jabatan mereka menolong mereka dari kehinaan, jika mereka tetap diam dan menyombongkan diri dan enggan menerima ketetapan yang aku sampaikan kepadamu. Hendaklah mereka menyadarinya."
"Wahai Ahmad, katakan... Aku Balya bin Malkan menyampaikan apa-apa yang Rasulullah Muhammad Kakekmu yang mulia sampaikan dalam mimpiku.
- Yang pertama, hendaklah para pengikutmu tidak memaksakan diri dalam perayaan hari kelahiran Beliau Nabi Mulia Muhammad, yakni isilah dengan memperbanyak bersedekah yang sesuai dengan kemampuan mereka, yakni terhadap istri dan anak-anak mereka, kepada ayah ibu mereka, kepada anak yatim dan fakir miskin di sekeliling mereka yang terdekat, yang demikian itu lebih dicintai Kakekmu Yang Mulia Muhammad dibandingkan gemerlapnya perayaan hari kelahiran Beliau.
- Yang Kedua, hendaklah yang berselisih saling memaafkan dan saling merelakan, dan memberi keringanan bagi yang berhutang, dengan mengikhlaskan atau kembali mengikat perjanjian yang meringankan saudaranya.
- Yang ketiga, hendaklah bagi yang berharta dan mempunyai kelapangan waktu untuk mengajak kerabat dan fakir miskin untuk makan bersama, di sepanjang bulan kelahiran Nabi Mulia Muhammad, yang demikian itu lebih baik mereka lakukan atau sekedar memberi hadiah kepada orang-orang yang berada dalam tanggung jawabnya, yang demikian itu lebih baik mereka lakukan.
- Yang ke empat, bagi laki-laki, hendaklah ia mengutamakan memberikan hadiah sesuai dengan kemampuannya kepada ayah ibunya, kepada istri-istrinya dan kepada anak-anaknya, di bulan kelahiran nabi Mulia Muhammad, walau hanya sekedar hadiah yang kecil yang menyenangkan hati, walau hanya sekedar meringankan pekerjaan istri-istrinya dalam sehari atau sekedar duduk bersama di halaman rumah, lalu bermain bersama anak-anak mereka. Yang demikian itu lebih baik mereka lakukan dibandingkan ia duduk di dalam masjid lalu membaca 7.000 sholawat keatas Kakekmu yang Mulia Muhammad. Yang demikian itu mendatangkan keberkahan atas diri mereka.
- Yang ke lima, hendaklah mereka memberi hadiah sesuai dengan kemampuan mereka kepada guru-guru mereka walau sekedar sebiji kurma terutama kepada mereka yang mengajarkan membaca Al-Qur'an yang paling dasar, yakni kepada guru-guru yang terdekat dari rumah-rumah mereka. Yang demikian itu mendatangkan keberkahan Ilmu yang Allah curahkan ke atas mereka dan guru-guru mereka."
"Wahai Ahmad, sungguh telah dekat kehancuran pada negeri-negeri yang sombong, dan kehancuran telah nyata terjadi pada perahu-perahu besar di negerimu, lalu datanglah para cendekiawan dan para hartawan dan orang yang berpangkat namun serakah yang akan menawarkan kerjasama kepadamu akan obat-obatan itu, maka yang awal itu wajiblah dirimu menolaknya sebagaimana tawaran itu datang kepadamu setahun yang lalu, aku telah Allah perintahkan selalu berada dekatmu ketika orang-orang yang mempunyai kedudukan dan harta mendatangimu, hingga mereka mengira aku adalah salah satu dari mereka. Hendaklah dirimu menerima satu orang yang aku setujui diantara mereka yang datang bersama pengikutmu. Dan hendaklah dirimu dengan beberapa orang itu mengikat perjanjian yang kuat. Dan tuliskan namamu pada tanda tangan itu dengan nama aslimu dan nama Kakekmu Yang Mulia Muhammad. Hingga kelak mereka akan diminta pertanggungjawabannya di dunia dan akhirat dengan keras oleh Allah Azza Wajalla jika mereka berkhianat. Janganlah sedikit pun dirimu menjadi getar dan takut dengan jabatan tinggi mereka dan kekayaan mereka yang mengancammu, jika dirimu bersama Dia Yang Maha Tinggi dan Maha Berkuasa, apakah masih pantas ada keraguan dan rasa takut di dalam dadamu...? Hendaklah dirimu berteguh hati."
"Wahai Ahmad, ajaklah para pengikutmu untuk menyelesaikan tiga perkara dalam perahumu yang belumlah selesai, atau beberapa orang dari mereka hingga terikat dalam perjanjian atas tanah itu denganmu, dan jadikanlah bilangan ukuran tanah di negerimu sama dengan di negeri saudaramu, lalu bangunlah sebuah rumah yang cukup untuk menampung para pekerja dan untuk tempat tinggal pengikutmu yang tak mempunyai tempat tinggal bagi mereka dan anak istri mereka, yakni mereka yang ikhlas menjaga ladang-ladang itu dan bekerja diatasnya. Dan perhatikanlah keadaan mereka. Sungguh yang demikian itu mendatangkan kasih sayang Allah dan keberkahan yang banyak."
"Wahai Ahmad, ambillah dua pengikutmu untuk menjadi penolongmu didalam rumahmu, sebagaimana selama ini dirimu memberi upah untuk mereka, lalu mulailah dirimu membuat mesin yang aku ajarkan kepadamu nanti di tepi pantai, yang akan meringankan para pengikutmu dalam merubah padi menjadi beras dan beberapa alat yang dapat digunakan dalam merubah sampah menjadi benda yang bermanfaat, dan beberapa mesin yang menjadi alat perlindungan bagi diri dan ladang-ladang mereka. Yang demikian itu akan Allah ajarkan kepadamu dalam satu malam. Sebagaimana Allah ajarkan dahulu dirimu melalui aku dalam satu malam, hingga tercipta beraneka ragam pupuk / baja dan obat-obatan yang masa sekarang ini, telah mereka rasakan manfaatnya. Yang demikian itu mudah bagi Allah membuatnya. Katakanlah wahai Ahmad, Dia lah Allah yang menurunkan Al-Qur'an yang sempurna, Dia lah Allah yang Maha berkuasa dan Maha berkehendak atas segala sesuatu. Katakanlah wahai Ahmad, mana yang lebih sempurna, alat-alat dan obat-obatan yang mereka kaum yang melampaui batas lagi serakah, dibandingkan apa-apa yang kamu kerjakan...? Kelak mereka akan membuka mulut-mulut mereka ketika alat-alat mereka tak berguna pada tangan-tangan mereka. Siapakah yang mendatangkan gegaran yang besar atas negeri-negeri mereka ? Hingga akan datang badai dan gegaran yang membuat mereka menangis dan tidaklah dapat tuhan-tuhan mereka dan alat-alat mereka dapat melindungi negeri mereka dari Murka Allah."
"Wahai Ahmad, ajaklah dua pengikutmu dalam perjalananmu dan istri-istrimu. Dan janganlah berat hati dan jangan pula ada perselisihan di sepanjang perjalanan itu. Dan janganlah membuat dirimu penat dan jangan pula dirimu merasa enggan disebabkan keadaanmu yang sakit. Hendaklah dirimu berteguh hati."
"Wahai Ahmad, hendaklah para pengikutmu yang berada di depan bersungguh-sungguh atas ladang-ladang di negeri saudaramu, bukankah dahulu telah aku katakan bahwa Allah hendak menyuburkan ladang-ladang di negeri saudaramu ? Lalu perintah mendirikan bangunan di atas perahumu didahului di negeri mereka? Apakah dirimu dan diri para pengikutmu di negerimu ini tidak memperhatikan masa sekarang ini ? Hendaklah dirimu mengajarkan beberapa hal kepada beberapa pengikutmu, setelah perjalananmu selama 4 atau 5 hari atau sesuai apa yang Allah kehendaki, dan ajarkan mereka untuk menjalankan pekerjaan di dalam bangunan yang telah dirimu ciptakan di negeri itu. Dan mengikat perjanjian yang kuat di dalamnya."
"Wahai Ahmad, hendaklah kamu perhatikan tanda di atas langit dan diantara kedua kaki istri-istrimu dan di hadapan mereka. Sungguh aku berada bersama mereka di tepi pantai. Hendaklah istri pertamamu menjadi penentram bagi istrimu yang ada bersamanya. Disebabkan ia akan banyak melihat apa-apa yang tak nampak dalam pandanganmu dan pandangan istri pertamamu. Sungguh pada diri mereka ada contoh tauladan bagi kaum perempuan dalam perahumu. Dan Rasulullah Muhammad Yang Mulia akan memberikan petunjuk di dalam mimpi mereka atau salah satu dari keduanya. Sungguh Kakekmu yang Mulia Muhammad telah menyampaikannya kepadaku dalam mimpiku, bahwa Dia memaafkanmu ketika enggan menyampaikan mimpimu tentang perkataan Beliau Yang Mulia, lalu kamu meminta kepada Allah agar Beliau mengatakannya sendiri dalam mimpi istrimu. Sungguh itu akan terjadi pada perjalananmu hingga menjadi tanda usainya perjalanan itu."
"Wahai Ahmad, lihatlah pada langit dimalam sabtu ini di tepi kolam... Lalu memohonlah kepada Allah dengan doa yang aku ajarkan nanti. Dan bersabarlah atas sakitmu yang disebabkan kelalaian dirimu."
Ahmad Fahmi bin A. Syams
