Kota Maksiat dan Perzinaan Yang Akan Digoncangkan Allah SWT, dan Tanah Runtuh Di Negeri Barat Yang Sombong

   
Kota Maksiat dan Perzinaan Yang Akan Digoncangkan Allah SWT, dan Tanah Runtuh Di Negeri Barat Yang Sombong

Kota Maksiat dan Perzinaan Yang Akan Digoncangkan Allah SWT, dan Tanah Runtuh Di Negeri Barat Yang Sombong

Kota Maksiat dan Perzinaan Yang Akan Digoncangkan Allah SWT, dan Runtuh Di Negeri Barat Yang Sombong


Pilih bahasa :  Arabic  |  Turkish  |  English



16 Januari 2026

Kota Maksiat dan Perzinaan Yang Akan Digoncangkan Allah SWT, dan Tanah Runtuh Di Negeri Barat Yang Sombong


Nabi Khidr a.s mendatangiku disela-sela kesibukanku, Beliau duduk diantara ramainya orang-orang yang ada di tempatku duduk bersama keluargaku, lalu beliau memberi salam dan berkata,

"Wahai Ahmad, sungguh Kakekmu yang Mulia Muhammad mendatangiku atas izin Allah di dalam mimpiku, beliau memakai pakaian berwarna gelap dan berkaca-kaca seakan menahan kesedihan, lalu Beliau mengeluarkan dua lembar kertas (sirat) Yang Mulia berkata, 

WAHAI SAUDARAKU BALYA NABI KHIDR YANG BIJAK, BACALAH SURAT INI DAN SAMPAIKAN KEPADA CUCUKU YANG AKU SELALU MEMPERHATIKANNYA, DAN BACAKANLAH INI HANYA UNTUKNYA DAN BACAKAN PULA NASIHATKU UNTUK UMMATKU".


Nabi Khidr a.s berkata,

"Lalu aku terbangun dan aku menghafal dengan jelas isi dua surat untukmu, sungguh aku memberi nasihat kepadamu, hendaklah dirimu menahan amarah dan lisanmu kepada mereka yang dzalim, sungguh mereka yang berbicara di belakang punggungmu dan tidaklah mereka menyadari bahwa Allah Maha Mendengar dan Maha Bijaksana hingga aku mendengar apa yang mereka ucapkan sedangkan mereka dalam perahu bersamamu, dan janganlah dirimu berucap dalam hatimu selain memaafkan dan mendoakan agar Allah memberikan hidayah kepada mereka, sebagaimana Akhlaq Kakekmu yang Mulia Muhammad, sungguh selembar surat yang hanya di berikan untukmu berisikan nasihat dan khabar yang membuat diriku khawatir, hendaklah kamu menjaga hatimu dari amarah. Sungguh beberapa kota di negerimu akan terguncang diwaktu malam, sedangkan malam itu kota itu dalam keadaan penuh dengan kemaksiatan dan perzinahan. Lalu sebagian penduduk kota itu berkata,

Mengapa Allah menguji kami ?

Katakanlah kepada mereka wahai Cucu Rasulullah, sungguh jika Allah berkata-kata kepada mereka didunia, pastilah mereka akan mendengar bahwa merekalah yang harus berfikir dan bertaubat, namun Allah menetapkan keatas diri mereka kelak akan ditanya di hadapan mizan. Dan didalam kota itu ada rumah-rumah pengikutmu. Lalu mereka berkata, 

Bukankah kami telah bersama Ahmad ? Lalu mengapa Allah menurukan bencana hingga sampai kepada kami ?

Sungguh mereka memahami tentang hasad, namimah dan fitnah namun mereka menutup telinga dan melakukannya. Disebabkan hati mereka tertutup oleh pujuk rayu sitir yang menguasai hati mereka dan berawal dari amarah mereka kepadamu, hendaklah mereka menyadari dan memperbaiki hati mereka."


"Wahai Ahmad, tidaklah akan binasa suatu negeri jika didalamnya masih ada orang-orang yang bersujud kepada Allah, dan mereka yang kuat menahan lapar dan penat memenuhi kewajiban mereka sebagai hamba yang marbub. Tidaklah musibah besar menimpa rumah-rumah yang didalamnya masih terdengar Kalamullah dibacakan hingga mereka hanya mengalami guncangan kecil saja."


"Wahai Ahmad, ambilah tiga bibit dari pohon yang tumbuh ditempatku, lalu berikanlah kepada yang Allah kehendaki didalam perahumu,

  • dan hedaklah mereka memulai menanam di rumah-rumah mereka yang menjadi makanan wajib mereka,
  • dan hendaklah mereka memperhatikan cara menanam.

Sungguh disetiap satu benih yang mereka tanam maka Allah lipat gandakan menjadi tiga-tiga dan empat. Bukankah telah terjadi hal yang demikian itu pada beberapa ladang-ladang pengikutmu. Hendaklah mereka bersyukur."


"Wahai Ahmad, bukankah mereka para pengikutmu telah membaca kitabmu ? Sungguh apa yang aku dengar dari Allah Azza Wajalla berbeda, tidaklah semua pengikutmu membacanya hingga akhir, dan kebanyakan kaum perempuan yang lebih banyak membacanya. Hendaklah mereka membacanya."


"Wahai Ahmad, sungguh tidaklah ada dosa dan kesalahanmu atas ketegasan sikapmu diatas perahumu. Apakah mereka mengira tidak akan datang hukuman atas mereka yang bersembunyi dari kekhilafan ? Hendaklah mereka mendatangimu sebelum kota itu benar-benar bergetar. Sungguh Ramadhan tahun ini adalah Tahun Kemenangan. Sungguh Allah Maha Sempurna perencanaanNya. Hendaklah dirimu bersabar."


"Wahai Ahmad, setelah berita ini dirimu tuliskan, maka diamlah selama **** dan ajarkanlah tiga saudaramu yang laki-laki dan tiga perempuan, dan diantara empat perempuan pengikutmu jadikanlah hakim yang adil diantara mereka sebagai orang yang dipercaya menjalankan amanah di negeri mereka. Sungguh satu dan tiga adalah PerintahNya."


"Wahai Ahmad, pada 12 itu ada dalam 31, sungguh Allah menciptakan 12 bagian dalam akal manusia (otak), tidaklah 12 itu terpisah dan saling berhubungan, hingga 31 menjadi sempurnanya tubuh manusia isyarat agar manusia bersyukur kepada Allah Azza Wajalla. Yang demikian itu adalah tanda-tanda kekuasan Allah dan Kemahaadilan Allah atas perahumu. Hendaklah mereka tidak terpecah cermin (tercerai-berai). Dan hendaklah mereka menjauhi sifat was-was dan berburuk sangka atas apa yang dirimu dan beberapa pengikutmu kerjakan."


"Wahai Ahmad, katakan kepada mereka yang berperang, 

  • apakah mereka mengira dengan peperangan akan menyelesaikan persoalan mereka ?
  • Apakah mereka mengira Allah Azza Wajalla menyukai mereka yang kuat dengan persenjataan mereka ?

Sungguh setelah kemenangan kaum di negeri yang sombong lalu mereka hendak menguasai dunia, Allah Azza Wajalla tidaklah akan membiarkan mereka meninggikan kepala hingga langit (Sombong), sungguh gemuruh langit dan getaran bumi di negeri mereka pertanda Allah hendak menenggelamkan satu negeri hingga sebagian negeri itu tenggelam, dan sebagian negeri yang lain tercerai-berai hingga datang Hukuman Allah dari sebuah gunung yang melenyapkan sebagian negeri itu. Apakah mereka akan menyadari kebodohan mereka hingga tanah menutupi seluruh mulut-mulut mereka ? Merekalah yang berasa berbuat kebaikan, tetapi mereka tengah membuat kerusakan yang nyata. Sungguh hukum Allah didunia dan akhirat tidaklah akan sanggup mereka memikulnya. Apakah mereka buta ?"


"Wahai Ahmad, diamlah dan abaikan mereka yang ragu, hendaklah dirimu melakukan perintah Allah dan kewajibanmu diatas dua bangunan diatas perahumu, hingga berdiri tegak 9 bangunan kecil sebelum 33 di negerimu, dan 3 bangunan kecil sebelum 5 di negeri saudaramu. Tidaklah ada kesalahan untukmu menerima seseorang yang datang dari negeri yang lain untuk perniagaanmu. Sungguh tidaklah dirimu bersalah, tidak pula dirimu menukar Agama dengan dunia karena berniaga adalah wajib. Hendaklah dirimu membuat hukum dan aturan dalam perniagaan itu."


"Wahai Ahmad, bersabarlah... Bukankah mereka telah menyaksikan kekuasaan Allah Azza Wajalla diatas ladang-ladang para pengikutmu ? Sungguh mereka yang gagal bukan karena tanah dan apa yang dirimu ciptakan, hendaklah mereka memperhatikan hati mereka pada awal mulanya, adakah keyakinan atau rasa takut menemui kegagalan ? Sungguh keikhlasan bermakna hilangnya keraguan dan harapan dunia. Hendaklah mereka memperbaiki diri. Tidaklah tawakal kepada Allah itu dengan menutup mata dan bersembunyi tangan. Sungguh tawakal itu dengan usaha dan upaya yang kuat dan menggunakan kedua tangannya mengikuti ilmunya untuk mencapai kejayaan. Sungguh yang datang akan menjadi contoh bagi mereka yang was-was dan ragu."


"Wahai Ahmad, sungguh akan datang dari negeri yang jauh, hingga mereka berjanji setia kepadamu. Ajarkanlah mereka hingga di negeri mereka tetaplah tumbuh pepohonan yang tidak pernah tumbuh di negeri itu, dan datang dari negeri-negeri yang lain, sedangkan kebanyakan mereka membawa penyakit itu (HIV AIDS), hendaklah dirimu bersabar dan merawat mereka, sungguh abaikan mereka yang tidak beriman kepada Allah dan Kakekmu yang Mulia Muhammad dan Al-Qur'an, sungguh Allah hendak menunjukkan kekuasaanNya pada apa yang ada di "tanganmu". Allah lah Yang Maha Berkehendak atas segala sesuatu. Apakah mereka para pengikutmu akan bersamamu ketika di tanah itu Allah mengeluarkan emas dan minyak yang banyak ? Sungguh jika itu terjadi, sia-sialah duduk mereka bersamamu."


Ahmad F. bin Abdullah A. Syams

Last update
Add Comment

Translate

Pengunjung