Ciri-Ciri Lelaki dan Perempuan Yang Tidak Mendapatkan Keberkahan Dunia & Akhirat

  •  
Ciri-Ciri Lelaki dan Perempuan Yang Tidak Mendapatkan Keberkahan Dunia & Akhirat

Ciri-Ciri Lelaki dan Perempuan Yang Tidak Mendapatkan Keberkahan Dunia & Akhirat

Ciri-Ciri Lelaki dan Perempuan Yang Tidak Mendapatkan Keberkahan Dunia & Akhirat


3 November 2026

Ciri-Ciri Lelaki dan Perempuan Yang Tidak Mendapatkan Keberkahan Dunia & Akhirat


Beliau Nabi Khidr a.s menghampiriku lalu berkata.

"Wahai Ahmad, tidaklah ada satu kaum yang berada pada zaman Para Nabi dan Rasul yang melampaui dari ummat akhir zaman, sungguh di zaman Para Nabi dan Rasul sangatlah nyata garis antara gelap dan terang, hingga Allah menurunkan azab kepada kaum yang mengingkari lagi dzalim. Sungguh di akhir zaman bertambah-tambah samar antara terang dan gelap itu. Yakni antara yang haq dan yang bathil, hingga kemaksiatan terbungkus dengan kata-kata dan pakaian indah dari para cendikiawan dan orang-orang yang berpakaian ulama, namun mereka adalah golongan mutasyabbi' dalam padangan Allah."


"Wahai Ahmad, hendaklah dirimu menetapkan apa-apa yang telah aku katakan kepadamu sebagai perintah untukmu dan peringatan serta pengajaran bagi istri-istrimu dan para pengikutmu. Hendaklah mereka yang di depan memperhatikan nafsunya ketika marah. Dan hendaklah mereka menjaga diri mereka dari kelemahan hati dan akal. Sungguh tidaklah akan sampai pada cita-cita Kakekmu Yang Mulia Muhammad di atas perahumu jika sebagian dari mereka diam dan seakan lupa akan kewajiban mereka serta bersangka-sangka kepadamu. Sungguh apa-apa yang dirimu kerjakan adalah bagian dari sifat yang Allah tetapkan kepadamu, yang tidaklah dirimu mampu menolaknya. Sungguh tidaklah dirimu hanyalah khozainuhu dapat menolak yang telah diletakkan benda-benda oleh pemiliknya dan ditetapkan kadarnya."


"Wahai Ahmad, apakah mereka mengira sholat pada hari jumat hanya mengikuti satu jalan saja ? Sungguh tidaklah Allah membebani hambaNya dalam beramal ibadah dan tidak pula menerima keringanan yang berasal dari nafsu dan akal hambaNya. Sungguh apa-apa yang aku ajarkan kepadamu di tempat itu tidaklah menyimpang dari ajaran Kakekmu Yang Mulia Muhammad. Lakukanlah sholat pada hari jumat di tempat itu bagi kaum laki-laki. Dan tetapkanlah sholat zuhur pada saat itu bagi kaum perempuan. Panjangkan surahnya dan pendekkan masa khutbahnya. Yang demikian itu lebih mendatangkan ketenangan dan keberkahan. Dan memperbanyak waktu bagi mereka yang menginginkan duduk dan berbicara denganmu. Utamakanlah yang jauh, orang-orang tua dan fakir miskin serta anak-anak yatim, dan kaum perempuan dan orang-orang yang sakit. Sungguh Allah hendak menyembuhkan sebagian mereka yang sakit dan mendatangimu dan janganlah dirimu membeda-bedakan diantara mereka, sungguh Allah tidaklah melihat pangkat dan derajat mereka. Melainkan Allah memperhatikan dirimu di hadapan mereka."


"Wahai Ahmad, tidaklah akan bermanfaat apa-apa yang telah Allah buka dan titipkan ke atas perahumu, jika mereka yang berada di dalamnya masih mengharapkan peristiwa menakjubkan yang nampak pada pandangan mata mereka. Tidakkah mereka memperhatikan kaum yang melampaui batas di zaman saudaraku Musa dan Para Nabi dan di zaman Para Waliyullah...? Tidaklah ada kesudahan yang baik bagi kaum yang memilih perintah RabbNya sekehendak nafsunya. Hendaklah mereka memperbaiki niat dan hendaklah dirimu dan istri pertamamu bersabar. Sungguh tidaklah akan menjadi indah dan subur serta menentramkan jika tidak adanya salah satu dari matahari dan bulan. Sungguh dirimu dan istri pertamamu bagaikan bulan yang Allah ciptakan berdampingan, apakah tidak kamu perhatikan apa tujuan Allah menciptakan bulan dan matahari ? Sungguh keduanya nampak berdampingan dengan fungsi yang berbeda namun satu tujuan. Tidak akan pernah keduanya berpisah dalam perjalanan dunia menghiasi siang dan malam yakni matahari sebagai penerang dan bulan sebagai tanda dan petunjuk bagi yang memahaminya. Dengan masa-masa yang telah ditetapkan Allah pada bulan itu. Hingga ada masa dimana bulan terlihat bersinar dengan warna-warna yang berbeda, ada kalanya menjadi bentuk yang terhalang oleh bintang yang hitam hingga membentuk sabit dan menghilang. Yang demikian itu adalah perumpamaan bagi diri seorang perempuan yang mempunyai kekurangan, yakni masa haid. Sungguh Allah meletakkan banyak ayat-ayatNya yang tersirat. Hendaklah kalian memperhatikan dan bersyukur."


"Wahai Ahmad, katakan kepada para perempuan, sungguh tidaklah ada jalan menuju syurgaNya Allah jika mereka melakukan nuzusy,

  • yakni diamnya seorang perempuan kepada pasangan halalnya ketika marah, hingga melampaui batas antara siang dan malam,
  • yakni keluarnya seorang istri tanpa izin suaminya,
  • merendahkan drajat suaminya dengan mendahulukan kepentingan kedua orang tuanya,
  • mengutamakan kepentingan saudara kandungnya,
  • mendahulukan kepentingan orang yang berada di dalam rumahnya yang berada dalam tanggung jawab keduanya (suami istri),
  • mengangkat kepala dan mengeraskan suara di hadapan suaminya,
  • dan menghilangkan pahala ilmu dan keberkahan atas diri seorang perempuan yang mengutamakan dan lebih memperhatikan nasihat gurunya dibandingkan suaminya,
  • perempuan memberikan sebagian hartanya tanpa izin suaminya sekalipun di jalan Allah sedangkan suaminya termasuk orang yang sabar lagi memahami ilmunya,
  • perempuan yang berkata-kata kasar dan enggan memberi maaf kepada suaminya atas kesalahan yang tidak menyimpang dari hukum-hukum Allah dan bukan melakukan dosa syirik dan murtad dari Dienul Haq.
  • Perempuan yang merasa dirinya lebih pintar dari suaminya walaupun ia (perempuan) lebih kaya dan lebih pintar dari suaminya,
  • perempuan yang gemar mengumpulkan sahabat-sahabatnya lalu melakukan dosa ghibah dan membuka aib suaminya dalam berbicara,
  • yang mengabaikan anak-anaknya hanya karena kegemarannya dan membebani urusan anak-anaknya kepada suaminya di luar batas hukumnya.
  • Perempuan yang gemar bersolek hanya untuk kesenangan dirinya,
  • yang gemar menghiasi dirinya dengan emas permata tanpa mempedulikan kesanggupan suaminya.
  • Perempuan yang lari dari rumah suaminya hanya karena keadaan suaminya yang miskin dan bukan kemiskinan akibat kemaksiatan,
  • perempuan yang mencari jalan perceraian dengan menuduh dan memfitnah suaminya.

Yang demikian itulah nuzusynya perempuan yang tidak akan dapat keberkahan dan keselamatan dunia dan akhirat."


"Wahai Ahmad, tidaklah mendapatkan ampunan Allah dan syafaat Rasulullah bagi

  • laki-laki yang menyimpan hartanya dengan tujuan memanjakan dirinya dan mementingkan kesenangan dirinya.
  • Laki-laki yang tidak menjaga kesucian hati dan dirinya,
  • laki-laki yang hanya melihat keburukan istrinya lalu berkata-kata kotor dan menghina kekurangan yang ada pada istrinya,
  • yang makanan dan pakaiannya lebih baik dari istri dan anak-anaknya,
  • laki-laki yang merahasiakan hartanya dengan dzalim kepada istrinya,
  • yang mencari-cari kesalahan istrinya sebagai jalan untuk bercerai,
  • laki-laki yang bermanis muka dan kata-kata kepada perempuan lain yang bukan muhrimnya dengan tujuan memuaskan nafsunya,
  • laki-laki yang melampiaskan syahwatnya kepada istrinya namun ia membayangkan perempuan lain yang bukan haqnya.

Yang demikian itu hendaklah kamu dan para pengikutmu memperhatikannya."


"Wahai Ahmad, sungguh apa-apa yang Allah perintahkan kepadamu adalah cara Allah memberikan pengajaran kepada mereka yang memperhatikan. Sungguh tidaklah akan datang apa-apa yang di janjikan Allah ke atas perahumu jika istri pertamamu tidaklah menetapkan dan membawanya ke dalam "rumah" mu dan menjadikannya Ummus Safinah yang telah Allah tetapkan dalam kisah perjalanan perahumu. Hendaklah ia memperhatikannya. Tidakkah ia mengambil pelajaran dari kisah yang sebelumnya...? Sungguh janganlah melakukan kesalahan untuk kedua kalinya. Janganlah ia menjatuhkan diri dalam kehinaan setelah Allah mengangkatnya pada drajat "Al Mashunatun Nafisah" yang aku gambarkan kepadamu dalam surbanku saat dirimu bersamaku di tepi lautan. Katakanlah!!! Tidaklah Ahmad berdusta dan membelakanginya, melainkan aku Balya bin Malkan yang memintamu. Hingga terpilih wanita yang terbaik diantara pilihan yang telah Allah perlihatkan kepadamu. Bukankah peristwa masa lalu menjadi pelajaran yang paling berharga dalam kisah perjalanannya bersamamu...? Hendaklah ia berfikir dan bertaubat."


"Wahai Ahmad, janganlah dirimu enggan menjalankannya, dan janganlah pula dirimu mencari sekehendak syahwatmu. Apakah dirimu tidak memperhatikan perniagaanmu yang berkurang keberkahan di dalamnya ? Sungguh yang demikian itu disebabkan dirimu lalai kapada perintah yang Allah tetapkan sebagai pembuka jalan keberkahan. Dan bukanlah memilih orang yang mengatakan dirinya adalah jalan pembuka keberkahan lalu mengangkat kepala di hadapan kalian berdua. Bukanlah kesalahanmu yang memeriksa dan mendidik yang berikutnya melainkan semua itu adalah apa-apa yang aku ajarkan kepadamu. Hendaklah dirimu berteguh hati."


"Wahai Ahmad, tidaklah Allah ciptakan sesuatu yang berharga di dalam ladang-ladangmu, melainkan Allah hendak menguji mereka yang berada di dalam perahumu, sangatlah mudah Allah meletakkan sesuatu yang berharga di bawah kakimu dan di atas ladang-ladang yang ada pada tanggung jawabmu. Yang demikian itu hendaklah mereka bersabar dan menjauhi sifat tamak dan sombong. Galilah dan buatlah sumur di ladang yang baru. Lalu perhatikanlah lagi apa yang terkandung di dalamnya. Sungguh selagi dirimu bertenang hati dan adanya "sesuatu milikmu" di atasnya, Allah menetapkan keberkahan di atas dan di bawahnya. Sungguh sesuatu yang berharga yakni yang telah Allah perlihatkan pada ladangmu di negeri itu. Maka hendaklah mereka memeriksanya. Lalu apakah mereka bersyukur dan istiqomah di dalam perahumu atau menjadi kufur dan serakah. Sebagai bukti kebenaran yang nyata, ambillah tanah dengan tanganmu di tepi kolam itu. Lalu gunakanlah alat yang ada pada mereka. Lalu perhatikanlah apa yang Allah letakkan di dalamnya. Hendaklah mereka tidak menjadi takjub melainkan mereka bersyukur dan berteguh hati. Bukanlah apa-apa yang ada tanah itu telah ada sejak dahulu, melainkan Allah lah yang meletakkannya disetiap keberadaan tempat untukmu yang mereka sediakan. Hendaklah mereka memperhatikannya."


"Wahai Ahmad, bersegeralah dirimu menuliskan apa-apa yang aku sampaikan ini. Dan janganlah dirimu mengurangi dan enggan menuliskan sebagian yang memberatkan hatimu."


"Wahai Ahmad, akan datang kepadamu, beberapa orang yang berharta dan berkedudukan dan ada pula mereka adalah kerabat seorang Raja dan Pemimpin Negara yang memahami tentang khabar-khabar yang aku sampaikan, katakanlah kepada mereka, aku Ahmad bukanlah seperti yang mereka sangkakan, dan katakanlah bahwa Allah menghendaki negeri-negeri mereka aman dengan apa-apa yang diriku ajarkan kepadamu. Katakanlah, hendaklah mereka mengkhawatirkan negeri mereka hancur dan dikuasai oleh negeri yang melampaui batas. Dan hendaklah mereka berteguh hati bersamamu dalam masa 40 hari di tepi lautan bersamamu, lalu mereka akan menyaksikan kehancuran negeri-negeri lain yang memerangi dan hendak menjatuhkan negerinya. Yang demikian itu adalah cara Allah agar mereka memperhatikan Ummat Nabi Mulia Muhammad di atas negeri mereka. Hendaklah mereka tidak menunda-nunda keinginan mereka menjumpaimu setelah mereka membaca khabar ini, walaupun sebagian dari mereka bukanlah seorang Muslim."


"Wahai Ahmad... Bersabarlah... Jika diriku mempunyai 17 yang Allah berikan sebagai takdirku. Sungguh 7 itu ada pada dirimu. Dan janganlah dirimu menjadi was-was karena arti dari 7 itu dan ingin merasakannya. Sungguh 7 itu adalah mutlak dari Allah Azza Wajalla yang tidak bisa kamu menolaknya dan tidak pula sesiapapun mampu mencapainya melainkan atas izin Allah. Hendaklah kamu memperhatikannya."


Ahmad Al-Makhfiy

Last update
Add Comment

Translate

Pengunjung