Nabi Khidr Menjelaskan Tentang Sang Asrarul Makhfiy dan Bencana di Timur dan Barat di Tanah Kelahiran Ahmad

  •  
Nabi Khidr Menjelaskan Tentang Sang Asrarul Makhfiy dan Bencana di Timur dan Barat di Tanah Kelahiran Ahmad

Nabi Khidr Menjelaskan Tentang Sang Asrarul Makhfiy dan Bencana di Timur dan Barat di Tanah Kelahiran Ahmad

 



11 Oktober 2026

Nabi Khidr Menjelaskan Tentang Sang Asrarul Makhfiy dan Bencana di Timur dan Barat di Tanah Kelahiran Ahmad


Beliau mendatangiku pagi ini dengan ucapan salam yang sama, lalu beliau berkata.

"Wahai Ahmad, sungguh demi Allah yang Aku berada dalam genggamanNya. Tulislah apa-apa yang aku sampaikan kepadamu, walau memberatkan hatimu. Bukankah telah Allah berikan jaminan untukmu ? Dan telah Allah buktikan semua yang Aku khabarkan terdahulu ? Bukanlah Aku tapi Dialah Allah yang memberikan bukti-bukti nyata kepada mereka. Apakah mereka buta ?"


"Wahai Ahmad, tidaklah rencana buruk yang mereka rencanakan untukmu melainkan bagaikan sarang "ukasy" (laba laba) yang nampak indah dan tersusun rapi namun rapuh. Hendaklah dirimu bertenang hati. Sungguh tidaklah ada kebaikan atas diri mereka di dunia dan akhirat bagi mereka yang telah mengikat perjanjian kepadamu lalu mereka ingkar dan menganggap telah menguasai dirimu, katakanlah... Sungguh aku Ahmad bukanlah pendusta dan bukan pula atas kehendakku, atas segala yang aku jalankan hingga tiba masa 2027 yang telah Allah tetapkan. Hingga kehancuran tak tersisa bagi yang mengabaikan hingga menganggap dirimu pendusta. Yang demikian itu adalah Janji Allah kepada hamba hambaNya yang sabar. Yakni adanya pertolongan yang nyata bagi orang-orang yang sabar."


"Wahai Ahmad, katakanlah... Siapakah yang rencananya lebih baik dibandingkan apa-apa yang Allah rencanakan ? Sungguh... Perencanaan mereka yang dzalim tidak akan sampai kepada garis pembatas dan pembeda yang telah Allah tetapkan keatas diri hamba-hamba Nya yang sabar. Hendaklah dirimu bertawakkal."


"Wahai Ahmad, akan berjumpa salah satu pengikutmu dengan seorang pembesar di negerinya. Lalu Allah menuntun lisannya hingga takjub pembesar itu. Sungguh kuatkanlah barisan mereka diatas perintah yang aku katakan kepadamu, hendaklah para pengikutmu di negeri itu benar-benar berjuang untuk menciptakan keindahan dan keadilan diatas tanah yang Allah amanahkan kepada mereka. Bukankah kolam pasir dan emas yang sejak 6 tahun yang lalu Allah janjikan kini telah nampak dalam pandangan mereka setelah tanah negeri mereka bergetar ? Sungguh sangatlah mudah bagi Allah membuktikannya, dan hendaklah para pemimpin di negeri itu tidak menjadi serakah, dan hendaklah seluruh pengikutmu menjaganya. Sungguh ujian terbesar dari Allah adalah dunia dan isinya."


"Wahai Ahmad, katakanlah kepada para pengikutmu dan Ummat Kakekmu yang mulia Nabi Mulia Muhammad di negeri itu, sedikit saja ada keserakahan dan adanya ketidakadilan atas hasil dari ladang diatas tanah itu dan apa-apa yang ada di bawahnya, dan jika adanya kesombongan dan keserakahan pemimpin di negeri itu atas ladang dan tanah itu. Tidaklah mereka jumpai emas dan apa-apa yang berharga didalamnya melainkan hanya pasir dan tanah. Dan Allah hapuskan emas dan sesuatu yang berharga di bawahnya. Sungguh negeri itu hendak Allah jadikan contoh keadilan dan keindahan yang di janjikan dahulu. Hendaklah mereka berfikir. Sungguh Allah ridho atas negeri mereka jika mereka mengetahui dan berlaku adil. Hendaklah mereka yang ada di negeri itu saling berkasih sayang."


"Wahai Ahmad, katakan kepada mereka yang terdepan di perahumu dan nereka yang berada didalamnya. Apakah mereka mengira dirimu adalah malaikat yang tidak mempunyai rasa penat dan lelah ? Hingga mereka hanya menunggu dirimu untuk menyelesaikan semua persoalan menjelang perjumpaan mereka di tahun ini ? Hendaklah mereka meringankan urusanmu dengan menetapkan tempat perjumpaan itu di tepi lautan. Hendaklah mereka tidak bermewah dan bermegah-megahan dalam acara itu."


"Wahai Ahmad, sungguh telah aku ceritakan kepadamu tentang fitnah yang terjadi kepada Kakekmu yang Mulia Muhammad yang dilakukan salah satu istri Beliau, sungguh bukanlah hanya sebatas pengharaman, melainkan penyebab terciptanya jalan seorang nabi palsu Musailamah Al Kaddzab yang memanfaatkan salah satu rahasia yang terbuka akibat kemarahan Hafsah dan kelalaian Aisyah yang menelan mentah apa-apa yang disampaikan Hafsah kepadanya dan beberapa kaum munafiqun yang memanfaatkan hal itu untuk menjatuhkan Kakekmu yang Mulia Muhamamd Rasulullah hingga tercipta jalan masuknya sang nabi palsu ke kota suci itu dalam waktu yang jauh, aku ceritakan kepadamu sebagian dan tutuplah sebagian kisah itu untuk bekal dirimu dalam menjalankan amanah Allah kepadamu. Sungguh dia perempuan yang suci dan diridhoi Allah dan Rasulullah hingga Malaikat Jibril menjelaskan kepada Kakekmu yang Mulia Muhammad tentang gelar yang Allah berikan kepadanya Aisyah Ar-Ridho, yang menerima segala ketetapan Allah atas sikap dan perbuatan suaminya. Sungguh apa-apa yang datang kepada Nabi Mulia Muhammad adalah petunjuk yang nyata dari Allah. Hendaklah mereka para pengikutmu berfikir."


"Wahai Ahmad, Asrar adalah alat yang diciptakan Allah jauh sebelum Asrar itu lahir kedunia. Lalu di makhfikan dalam dzahir ditengah keramaian dengan sikap dan sifat yang membingungkan. Dan tidaklah Asrar itu Allah ciptakan di dunia melainkan sejak awal setelah Nur Muhammad Rasulullah. Hingga Sang Asrar berpasangan dan berbaris-baris hingga bergantian Allah perjalankan satu Asrar yang berpasangan di setiap zaman satu Asrar hingga wafat Asrar itu barulah Allah menggantikannya dengan yang lainnya, hingga tak akan mampu Sang Asrar itu berlepas dari takdirnya kecuali memisahkan diri menjadi pengikut iblis yang menghinakan. Hendaklah dirimu dan istrimu bersabar. Sungguh pada diri Asrar banyak penderitaan hingga batas waktu yang ditetapkan di dalam kehidupannya. Sungguh Allah tidaklah membebani hamba-hamba Nya melebihi batas kesanggupan sang hamba, dan Allah membebani Sang Asrar dua derajat diatas hamba-hamba Nya yang lain. Sungguh diamnya Asrar adalah kesunyian dan kemarahan dan kegelisahan Sang Asrar adalah gejolak Nya, serta kepergian akibat kemarahan Sang Asrar adalah penderitaan pada tempat yang di tinggalkannya dan penderitaan bagi yang mengabaikan dan meragukannya. Hendaklah dirimu memhaminya."


"Wahai Ahmad, hendaklah dirimu memperhatikan para pengikutmu di tepi gunung dan lautan. Lalu aku hendak mengajakmu berkeliling mendatangi mereka tanpa mereka menyadarinya. Tanamlah kembali apa-apa yang aku bawa ke ladang dan rumah-rumah mereka. Sangatlah mudah bagi Allah medatangkan perlindungan kepada mereka atas apa-apa yang akan turun dari langit dan apa-apa yang akan keluar dari bumi. Sungguh Allah hendak menunjukan kekuasaan Nya ke atas negerimu di daratan dan lautan. Dan peringatan bagi mereka yang berfikir. Hendaklah dirimu bersabar dan hendaklah dirimu tidak merasa enggan melakukannya. Sungguh peringatan yang besar dari Allah berawal dari timur negerimu lalu terjadi di barat tanah kelahiranmu. Sungguh gemuruh itu akan terjadi. Hendaklah dirimu bersegera keluar dari rumahmu. Sungguh tidaklah aku jumpai pada hati istrimu kemarahan dan kekecewaan, melainkan ia tengah berbicara kepada Allah dengan hatinya agar ridho atas segala yang kamu jalankan. Hendaklah dirimu bersabar dan berbangga hati atas keteguhannya. Bukankah kisahmu tidak ada bedanya dengan Kakekmu yang Mulia Muhammad ? walau kadarnya sebesar debu yang menempel pada biji pasir di tepi lautan, sungguh besar fitnah yang dirasakan Kakekmu yang mulia Muhammad dan Sang Istri Ausyatur Ridho padamu saat ini. Hendaklah dirimu dan istrimu bersyukur dapat merasakan ujian yang sama meskipun kadarnya sangat sedikit saja."


"Wahai Ahmad, katakan kepada para petinggi di perahumu di negeri Malaka, hendaklah mereka kokoh dalam menjaga amanah, tidaklah menjadi utama dirimu melainkan mereka wajib menjaga karya-karyamu dan menjaga dirimu dari fitnah-fitnah yang datang kepadamu, sungguh perhatikanlah orang yang hampir sembuh dari penyakit yang dunia mengatakan tidak ada obatnya, hingga ia benar-benar sembuh dengan sempurna atas izin Allah. Dan hendaklah mereka berjuang menjaga obat itu hingga dunia mengatakan bahwa di tanah Malaka lah obat itu Allah kuatkan dan amanahkan melalui air pada tangan Ahmad F. bin A. Syams. Yang demikian itulah cara Allah mengikatmu pada negeri itu. Berlaku adillah dirimu keatas diri mereka. Dan berteguh hatilah mereka denganmu. Sungguh Kakekmu yang Mulia Muhammad memperhatikanmu dan mereka yang ada dalam perahumu. Hendaklah kalian bersyukur."


Ahmad Fahmi bin A. Syams

Last update
Add Comment

Translate

Pengunjung