Hujan Deras dan Matahari Yang Bersinar Tanda Kedatangan Nabi Khidr a.s di Negeri Sembilan

   
Hujan Deras dan Matahari Yang Bersinar Tanda Kedatangan Nabi Khidr a.s di Negeri Sembilan

Hujan Deras dan Matahari Yang Bersinar Tanda Kedatangan Nabi Khidr a.s di Negeri Sembilan

Hujan Deras dan Matahari Yang Bersinar Tanda Kedatangan Nabi Khidr a.s di Negeri Sembilan



03 Januari 2026

Hujan Deras dan Matahari Yang Bersinar Tanda Kedatangan Nabi Khidr a.s di Negeri Sembilan


Nabi Khidr a.s mendatangiku dengan senyuman dan salam khas beliau, namun kali ini beliau memakai pakaian yang umum dipakai masa sekarang. Beliau berkata,

"Wahai Ahmad, salam penuh kebaikan untukmu dan ummat Nabi Mulia Muhammad, dan untuk ummat Nabi Mulia didalam perahumu. Sungguh aku merasakan getaran hati perempuan itu saat aku berada diatas tanahnya, dan aku memanjatkan doa untuknya dan untuk kedua orang tuanya. Lalu Allah hendak mendatangkan hujan yang deras di Negeri Sembilan dengan sebagian matahari yang masih bersinar dengan gemuruh petir yang hanya sembilan kali sahaja. Yang demikian itu sebagai tanda bahwa aku Balya bin Malkan berada disana."


"Wahai Ahmad, tidaklah seseorang memikul beban dosa melainkan Allah menantikan taubatnya. Hendaklah ummat Nabi Mulia Muhammad bersegera meraih ampunan Allah. Karena tidak lah ampunan Allah tertutup untuk semua ummat Nabi Mulia Muhammad hingga hari kiamat tiba, kecuali mereka yang menyekutukan Allah dan berlaku hasad hingga akhir masa."


"Wahai Ahmad, sungguh telah aku saksikan didalam surbanku, bahwa di taman syurga tengah duduk seorang wanita penuh kebahagiaan bersama seekor anjing yang setia, yang menikmati hidangan yang lezat, dan dibahagian taman syurga yang lain nampak para pemuda tengah berbahagia saling memuji dan memuji Rabbul'alamiin bersama seekor anjing yang senantiasa menemani mereka berjalan-jalan di taman yang begitu menakjubkan. Sungguh di tempat yang lain pun di dalam Raudhatul Jannah di Iliyyin beberapa ekor anjing berjalan bersama tuannya menikmati keindahan taman syurga sebelum syurga yang sebenarnya, yang demikian itu adalah bukti ke Mahaadilan Allah atas segala yang di firmankanNya. Sungguh Allah mengumpulkan para penghuni syurga dengan yang dicintainya."


"Wahai Ahmad, tidaklah aku diizinkan memperlihatkan tentang taman syurga kepadamu, sungguh aku memintamu menahan rasa takutmu, Allah memintaku agar dirimu manyaksikan apa yang akan aku perlihatkan kepadamu. Sebuah siksa yang ada didalam Sijin, didalam kubur-kubur orang-orang yang mengaku beriman kepada Allah namun melakukan dosa-dosa besar. Sungguh di dalam neraka ada dingin yang menghancurkan. Hendaklah dirimu senantiasa memperbaiki iman dan hatimu."


"Wahai Ahmad, tulislah apa yang aku katakan dan apa yang Allah perlihatkan, sungguh mereka yang berada didalam siksa kubur yang membeku dan menghancurkan, merasa telah masuk kedalam NERAKA ZAMHARIR yang sebenarnya, hingga teriakan mereka merobek mulut-mulut mereka dan setiap jengkal kulit mereka merasakan pedihnya dingin yang menusuk hingga kedalam tulang-tulang mereka, lalu tubuh mereka yang membeku dihantam dengan palu yang besar hingga hancur berkeping-keping dengan jeritan yang dahsyat disebabkan setiap inchi tubuh mereka yang hancur dapat mereka rasakan sakitnya bagaikan di sayat dengan pedang yang tajam lagi bergerigi. Lalu Allah menyatukan kembali seperti semula dengan sangat cepatnya, yang demikian itu berlaku hingga yaumul qiyamah tiba. Sungguh mereka dahulu di dunia adalah manusia-manusia munafik yang melakukan dosa-dosa besar, dan kebanyakan dari mereka adalah

  • kaum sadum,
  • pelaku dosa ghibah,
  • fitnah
  • dan orang-orang yang melakukan dosa hasad tanpa bertaubat hingga ajal mereka."

 

"Wahai Ahmad,

  • apakah mereka mengira peringatan yang Allah timpakan keatas bangunan suci mereka yang terbakar adalah biasa saja ?
  • Apakah gegaran yang terjadi mereka anggap hanya bencana biasa saja ?
  • Apakah mereka mengira tidak akan terjadi hal yang lebih dahsyat dari itu semua ?

Sungguh didalam bangunan suci mereka yang terbakar kebanyakan mereka kaum sadum yang bersembunyi dalam pakaian dan lidah-lidah mereka, dan kebanyakan para pejabat di negeri itu menganggap biasa dan remeh perilaku zina dan kaum sadum, sugguh dibawah kaki mereka Bumi tengah menantikan perintah Rabbul'Alamin."


"Wahai Ahmad, tidaklah ada balasan yang terbaik pada sisi Allah melainkan syurga yang tertinggi pada sisi Allah dan Nabi Mulia Muhammad bagi mereka yang syahid ditanah Muqaddasah, sungguh aku setiap malam jumat tiba senantiasa berada di As-Sahlah, dan pada pagi hari menjelang subuh aku berada di masjid Aqsha bersujud dengan perasaan sedih dan dengan doa penuh harapan agar aku dapat pengakuan Nabi Mulia Muhammad sebagai Ummatnya. Agar Allah mengizinkan aku berada dalam barisan para pejuang tanah Muqaddasah, sungguh Allah tidaklah menerima doaku. Hendaklah Ummat Nabi Mulia Muhammad melakukan sholat dan doa untuk ummat Nabi Mulia Muhammad di Tanah Muqaddasah agar Allah menentramkan dan segera menyelamatkan mereka yang lapar dan menemui syahid dengan rasa lapar dan haus serta ketidakberdayaan. Tidaklah masuk ke dalam jannah jika dihati ummat Nabi Mulia Muhammad tidak mempunyai rasa cinta terhadap sesama saudara muslimnya. Hendaklah dirimu lebih baik dalam mengamalkannya."


"Wahai Ahmad, tidak lah Rasulullah yang Mulia melupakan kebaikan seseorang walau sekedar memberinya sebutir gandum, sungguh Beliau membentangkan surban beliau yang putih lagi bersih untuk menyambut seorang perempuan renta yang pernah menyusuinya, dengan sikap yang berubah sebagaimana seorang anak kecil yang berbahagia menyambut datangnya sang ibu. Memeluk dan merendahkan tubuhnya saat berdiri dan duduk bersamanya. Sungguh akhlaq yang sangat terpuji, hendaklah dirimu mengunjungi ( berziarah ) ke makam ibu susumu dan mendoakan beliau, janganlah dirimu melupakannya, dan hendaklah dirimu menyambung silaturrahmi kepada saudara-saudara sepersusuanmu."


"Wahai Ahmad, hendaklah dirimu memanggil kembali beberapa sahabatmu yang berada pada garis terdepan dalam perahumu, persiapkanlah perjanjian yang adil dan bijaksana, hingga kelak anak cucu kalian mencontoh dan menjalankan apa-apa yang ada dalam ikatan perjanjian yang kuat diatas tanah Arkhabil, dan hendaklah dirimu membuat rencana sebelum Ramadhan tiba, yakni apa-apa yang diajarkan Shodif dan Khizba dalam pertanian dan perniagaan. Hendaklah mereka ( para pengikutmu ) mentaati dan menjalankannya. Yang demikian itu lebih mendatangkan keberkahan dan kebahagiaan dan menciptakan warisan keadilan dan keindahan dalam persaudaraan hingga Allah kelak mengumpulkan kalian bersama Nabi Mulia Muhammad didalam Jannah. Sungguh aku menyaksikan seorang perempuan yang wafat didalam perahumu melainkan ia masuk ke dalam Iliyyin tanpa hisab. Apakah mereka tidak mencium harumnya makam saudari mereka yang wafat itu ? Sungguh Allah mengabadikan harumnya kubur pengikutmu itu hingga dunia berakhir."


"Wahai Ahmad, bersegeralah dirimu kembali ke atas bukit yang aku tunjukan, hendaklah dirimu membawa perbekalan dan memperhatikan masa tidurmu dan janganlah dirimu melupakan hak-hak tubuhmu. Sungguh beberapa perhiasan yang aku berikan sebagai penghibur dirimu atas sakit yang menyiksa hingga aku pun menitiskan air mata menyaksikannya, sungguh jika aku diizinkan Allah untuk memeluk dan meringankan rasa sakitmu saat itu, akan aku lakukan sepanjang hari, namun Allah tidaklah hendak memanjakanmu. Sungguh memelukmu adalah pelepas rinduku kepada leluhurmu Hasan bin Ali yang sabar lagi lembut hatinya. Tulislah hal ini dan janganlah dirimu menghapusnya sebagaimana yang kamu lakukan pada khabar-khabar yang lalu. Tidaklah aku memujimu melainkan menghormati darah yang mengalir pada dirimu dan berharap syafaat Kakekmu, dan agar para pengikutmu memahaminya. Sungguh adab adalah pembungkus cahaya Allah dan Ilmu Allah didalam hati."


"Wahai Ahmad, sungguh di tanah Muqaddasah mulai memperhatikanmu, dan di beberapa negeri-negeri yang jauh di tanah Para Nabi, tetaplah pada Makhfiymu, kecuali mereka yang akan bermimpi berjumpa Kakekmu Rasulullah yang mulia, yang akan mengatakan kepada mereka tentangmu, 

  • sebagian mereka adalah pejuang
  • dan sebagian mereka adalah para cendikiawan
  • dan alim ulama.

Tidaklah mereka dapat menjumpaimu melainkan atas izin Allah dan aku Balya bin Malkan akan berada sangat dekat denganmu. Janganlah dirimu khawatir dan takut."


Ahmad F. bin Abdullah A. Syams

Last update
Add Comment

Translate

Pengunjung