Kamis, 24 September 2026
Perjuangan Untuk Tanah Negeri Sembilan & Seksaan Kubur Bagi Wanita Yang Mendedahkan Aurat di Medsos
Beliau mendatangiku dengan wajah khawatir dan cemas, lalu beliau mengucapkan salam dan berkata,
"Wahai Ahmad... Tidaklah pohon itu jatuh dan binasa jika akar dan dahannya kuat menggenggam tanah dan tidaklah menghasilkan buah yang baik pula. Begitulah perumpamaan bagi seseorang hamba yang menjalankan hukum-hukum Allah ( Syariat ) dengan ikatan kuat yang kokoh ( Tauhid ), sungguh tidaklah sempurna iman seseorang tanpa tauhid dan syariat, dan tidaklah akan ada buah iman yang tidak dilengkapi dengan Tauhid dan Syariat. Tahukah kamu buah itu ? Yaitu “Makrifat” yang berbuah “Musyahadah”, “Mukhasyafah” dan “Mahabbah”. Yang demikian itulah jalan yang terang menuju cinta Allah dan ampunan Nya, yang ditunjukkan oleh Kakekmu yang Mulia Muhammad."
"Wahai Ahmad, bukankah telah aku khabarkan kepadamu, tentang penolong atas ladang-ladang di atas perahumu. Yakni seorang fakir miskin yang Allah berikan kekayaan dari jalan yang tidak dia sangka-sangka. Dan bukan mereka yang kaya dan berpangkat. Yang demikian itu adalah cara Allah menunjukan kekuasaan dan kekayaan Nya ke atas perahumu. Sungguh mudah bagi Allah memberikan kekayaan yang tidak akan ada habisnya hingga ia wafat kelak. Sungguh suaminya telah dijamin Allah masuk ke dalam Iliyyin dan mengampuni segala dosanya selama 14 tahun lebih 4 hari, menjelang ia wafat. Sungguh Allah lah yang membayarkan hutang-hutang dan segala kebutuhannya di dunia hingga akhirat. Dan Allah juga yang menjamin nafkah kepada istri yang ditinggalkannya. Bukankah ini bukti-bukti nyata bahwa Allah mencintai perahu kalian...? Hendaklah kalian bersyukur."
"Wahai Ahmad, sungguh mulailah para pengikutmu bergantian dengan membuat masa mengurus ladang itu, bukankah telah Allah berikan dengan nyata, dinar dan dirham (uang), untuk membuat pertanian dan perairan di atas tanah itu ? Buatlah segera binaan (rumah itu) lalu binalah pertanian dan kolam ikan-ikan dan penampungan air dengan panapis yang aku ajarkan kepadamu, tanamlah dengan baik anggur dan padi serta beberapa pohon yang menghasilkan buah dengan cepat. Sungguh hasil dari semua yang ada di ladang itu, 100% (setelah dikeluarkan untuk pekerja dan kebutuhan atas ladang dan baitul mal) adalah hak semua pengikutmu di negeri Itu tanpa terkecuali (miskin atau kaya). Sungguh Allah menghendaki dirimu menjalankan keadilan dan kebaikan, sebagaimana Kakekmu yang Mulia Muhammad menjalankannya. Dan tidaklah ada hak atas dirimu dan anak keturunanmu, kecuali atas kesepakatan seluruh pengikutmu menetapkan hadiah untukmu dan keluargamu. Tidaklah Kakekmu yang Mulia Muhammad beserta anak keturunanmu, mengambil harta dari baitul mal dan tidaklah pula Beliau meminta-minta hadiah dan tidaklah pula Beliau menolak hadiah. Yang demikian itu pun telah menjadi ketetapan Allah atas dirimu wahai Ahmad Fahmi bin A Syams."
"Wahai Ahmad, tidaklah ada kewajibanmu untuk menahan istri-istrimu yang meminta cerai kepadamu, hendaklah mereka berfikir. Apakah mereka lebih memilih menentang Allah, setelah mereka mengikat perjanjian dengan istri pertamamu...? Ataukah mereka buta tidak memahami hakikat pernikahan denganmu ? Sungguh tidaklah aku melihat kecurangan dan ketidakadilan dirimu atas diri mereka. Jika satu dirham saja aku melihat kecuranganmu atas istri-istrimu, aku Balya bin Malkan akan meninggalkanmu dan membiarkanmu menjadi kufur. Sungguh Allah lah yang menetapkan atasmu apa-apa yang kamu kerjakan dan apa-apa yang kamu karyakan. Hendaklah kamu tetap berteguh hati. Kecuali mereka menyadarinya dan bertaubat."
"Wahai Ahmad, sungguh tidaklah seseorang itu berkewajiban mengerjakan badal haji atas suaminya, ayahnya, anaknya dan orang-orang yang berada di dalam tanggung jawabnya kecuali telah cukup harta dan telah benar menjalankan hukum faraidh sesuai dengan ketetapan Allah atas empat jalan yang ditempuh. Dan tidak diizinkan seorang Mubaddil bagi mereka yang belum mengerjakan ibadah haji. Hendaklah dirimu memperhatikan hukum-hukum dalam jalanmu. Sungguh tidaklah satu kendaraan mampu berjalan dengan sempurna (penat dan berat), tanpa adanya roda dibawahnya, pada akhirnya akan binasa dalam kepenatan. Yang demikian itu perumpamaan Orang yang beriman dan bertauhid tanpa berilmu (bersyariat)."
"Wahai Ahmad, sungguh akan datang orang-orang yang akan memenuhi perahumu, dan kebanyakan mereka adalah para petani yang miskin, hendaklah dirimu bersabar dan hendaklah dirimu mengajarkan kepada mereka dan menjadi pemimpin mereka dalam menyuburkan ladang-ladang mereka. Lalu Allah akan mendatangkan penolong bagimu dan penjagamu. Sungguh mereka yang iri dan dengki, lalu hendak menjatuhkanmu disebabkan mereka yang selama ini memakan riba, akan jatuh bangkrut dengan sebab engkau menjalankan perintah Allah itu. Janganlah dirimu merasa takut. Tidaklah sempurna pertolongan yang mereka datangkan untuk menjatuhkan, disebabkan Allah senantiasa bersamamu dan pengikutmu."
"Wahai Ahmad, katakan kepada istrimu. Bukankah telah nyata apa-apa yang diberikan Allah atas perniagaannya...? Tidaklah akan datang 3 perniagaannya sebelum adanya ketulusan tanpa batasan atas segala yang hendak kamu jalankan. Bukankah ia mengetahui bahwa yang kamu jalankan tidak sedikit pun atas kehendak nafsumu...? Sungguh Allah memberikan dirimu keleluasaan untuk memilih yang terbaik diantara yang baik. Hendaklah istrimu berteguh hati. Sungguh takdirnya adalah menjadi penghuni Jannah di bawah kaki Kakekmu yang Mulia Muhammad sebagaimana yang ada dalam mimpinya. Hendaklah ia tidak menukar akhirat dengan dunia. Hendaklah ia melembutkan suaranya dalam berkata-kata. Dan hendaklah ia menetapkan kadar yang hendak ia ciptakan dari buah tangannya. Sungguh Allah akan menyempurnakan apa-apa yang diciptakan dari tangannya. Hendaklah ia bersabar. Sungguh tidaklah waktu yang singkat kebersamaannya bersamamu. Yang demikian itu telah sampai kepada keteguhan yang nyata bersamamu."
"Wahai Ahmad... Berjalanlah bersama satu pengikutmu selama tiga hari. Lalu kembalilah ia ke tanah kelahirannya, hendaklah ia tidak menahan istrinya, tidaklah ada kewajiban mut’ah atas istrinya, dan tidak pula ada hak istrinya atas anaknya, begitulah hukum yang tegas dan keras bagi istri yang nuzuzy lagi pezina. Tuliskan!!! Janganlah dirimu menahannya. Yang demikian itu menjadi ketetapan Allah ke atas perahumu. Sungguh segala peristiwa yang berlaku di atas perahumu adalah contoh tauladan yang Allah tetapkan atasmu."
"Wahai Ahmad, sungguh akan datang gegaran sekali lagi, maka tetapkanlah pencarian di atas ladang di tanah negeri saudaramu, sungguh empat sahabatmu itulah yang berjuang mengambilnya, dan janganlah mereka mengharapkan dunia, melainkan jalankan dengan sabar dan tabah. Sungguh jika sebiji pasir saja ada keserakahan di hati seluruh pengikutmu di neegri itu, tidaklah akan Allah nyatakan apa-apa yang dijanjikan Nya di atas ladang itu. Hendaklah mereka bersabar."
"Wahai Ahmad, cukupkan sedekahmu. Lalu nasehatilah mereka, agar menutup aurat. Sungguh kemaksiatan dalam genggaman perempuan-perempuan Islam yang nyata ada di zaman ini. Sungguh mereka tidak menyadarinya. Kemaksiatan ada dalam genggaman mereka. Sungguh dirimu adalah ayah dari ummat Nabi Mulia Muhammad. Tidakkah telah kamu saksikan masa yang lalu kesusahan siksa kubur bagi perempuan-perempuan yang terbuka aurat ? Hingga gambar-gambar mereka tetap ada pada alat-alat itu ? Sungguh tidaklah akan terhenti siksa kubur bagi mereka selama gambar mereka yang terbuka aurat mengundang hawa nafsu yang memandangnya abadi pada alat-alat itu. Sungguh sia-sialah kecantikan yang Allah berikan kepada mereka, melainkan mendatangkan azab yang pedih."
"Wahai Ahmad, katakan kepada pengikutmu. Sungguh mubaddil dari tanah negerimu atau tanah negerinya adalah sama. Hendaklah dirimu memutuskan perkara ini dengan bijaksana."
"Wahai Ahmad, sungguh akhalqul karimah yang terbaik adalah memaafkan kesalahan dan dosa orang yang dzalim kepada salah seorang pengikutmu, tidaklah ada kebaikan atas dirinya memenuhi amarahnya. Bukankah dahulu sahabat Kakekmu ada yang saling bermusuhan. Hingga Allah memberikan hidayah hingga keduanya mendapatkan drajat Ahli Syurga terbaring di sisi Kakekmu yang Mulia Muhammad dengan indahnya. Yang demikian itu lebih baik ia lakukan. Sungguh Allah Maha Pengampun lagi Maha Bijaksana."
"Wahai Ahmad. Hendaklah ia pengikutmu merahasiakan apa-apa yang di berikan si dzalim itu kepada dirinya. Lalu membagi tiga hingga tidak ada satu dirham pun berada pada dirinya kecuali apa-apa yang aku katakan kepadamu sebagai haknya. Yang demikian itu lebih menjaga keberkahan dan ketenangan. Lalu berilah mut'ah atas talak yang ia jatuhkan, dengan jumlah yang aku ajarkan kepadamu. Yang demikian itu lebih disukai Allah atas pengamatan hukum talak yang telah Allah tetapkan. Hendaklah ini menjadi pelajaran bagi para pengikutmu. Dan hendaklah ia bersabar. Sungguh Allah hendak menggantikan yang rusak, dengan yang terbaik dalam pandangan Allah."
"Wahai Ahmad, sungguh aku merasakan beban dalam hatimu. Hingga syetan-syetan berusaha mencari celah pada dirimu dalam perintah yang aku katakan kepadamu. Hendaklah dirimu menjalankan apa-apa yang harus dirimu jalankan. Hendaklah mereka yang telah aku katakan sebagai pemimpin di ladang dan di tempat-tempat yang telah Allah tetapkan itu, bersungguh-sungguh menjalankan kewajiban mereka dengan perniagaan dan pertanian."
"Wahai Ahmad, tidaklah hujan itu turun melainkan atas ladang-ladang yang mendapatkan sentuhan tanganmu. Yang demikian itu sebagai tanda kebenaran yang Allah turunkan atas apa-apa yang dirimu khabarkan. Hendaklah mereka yang bersamamu berteguh hati. Bukankah telah dirimu katakan ? Bahwa zakat pertanianlah yang mendatangkan keberkahan."
Ahmad Fahmi bin Abdullah Alwie Syams
