14 April 2026
Perintah Persiapan Zaman Kegelapan
Beliau Nabi Khidr a.s mendatangiku dan mengucapkan salam, lalu beliau berkata.
"Wahai Ahmad, tulislah... Sungguh Allah Azza Wajalla adalah Tuhan yang Maha Berkuasa atas segala sesuatu, Allah menghamparkan jalan Nya dengan terang, sungguh yang menutupi terangnya adalah kegelapan hati manusia itu sendiri yang tertutup debu dan kotoran hawa nafsu yang di perturutkan, lalu iblis membisikkan dan meniupkannya hingga hawa nafsu manusia berkobar, hingga telinga mereka akan menjadi sakit sampai ke dalam hati mereka ketika mendengar nasihat-nasihat dan teguran-teguran menuju kebaikan. Tidakkah hamba-hamba Allah mengingat kematian ? Apakah mereka mengira bahwa orang-orang yang yang mati dalam keadaan kufur dan dzalim hanya terkubur tanpa hisab dan hukuman ? Sungguh kebanyakan manusia di atas dunia ini lebih memilih hukuman di akhirat disebabkan mereka tak memahami. Dan kebanyakan mereka yang lalai dan sombong itu disebabkan pakaian dan pangkat serta jabatan mereka, lalu mereka merasa lebih benar dan lebih baik dari yang lain."
"Wahai Ahmad, sungguh beberapa pengikutmu di timur pulau ini senantiasa berdoa dan meneteskan air mata mereka menahan rindu kepadamu, dua laki-laki yang serupa wajah, mereka mencintaimu sebagaimana mereka mencintai Kakekmu yang Mulia Muhammad, dan ketahuilah wahai Ahmad, mereka menghadapi rasa sakit dalam hati mereka ketika dirimu mendapatkan hinaan dan fitnahan, namun mereka meyakini bahwa Allah lah yang akan menunjukkan kebenarannya, hingga ia hanya melukiskan dirimu dan leluhurmu dengan bait-bait doa di dalam hatinya. Merekalah termasuk orang-orang yang sampai solawat dan salamnya di "pangkuan" Kakekmu yang Mulia Muhammad, hendaklah mereka berteguh hati dan bersabar, dan mereka pantas mendapatkan bantuan dari Baitul Mal yang kamu bina, dan mintalah beberapa pengikutmu yang lain menolongnya, agar mampu mereka menyewa ladang pertanian dan menanam apa-apa yang dirimu butuhkan, lalu ajarkanlah mereka berdua membuat apa-apa yang kamu butuhkan. Yang demikian itu lebih baik dirimu lakukan dan Allah Maha Melihat lagi Maha Pemberi dan Maha Bijaksana."
Baca juga :
"Wahai Ahmad, sungguh tidak ada kesalahan atas ketegasan hatimu dalam mengajarkan pengikutmu dalam mempertanggung jawabkan apa-apa yang ada dalam tanggungan mereka, janganlah dirimu bersedih hati jika salah satu dari mereka tak mendengarkan nasihat dan perintahmu, diamlah... Dan abaikanlah...!!! Hingga Allah yang akan menekuk punggung mereka hingga hampir-hampir kepala mereka menyentuh tanah... Lalu Allah hilangkan apa-apa yang ia banggakan... Apakah mereka mengira itu akan terjadi dalam waktu yang singkat, hingga ia berkata "sungguh tidak ada yang terjadi pada diriku, apa-apa yang di tuliskan Ahmad tidak berlaku kepadaku" kelak mereka akan mengetahuinya... Abaikanlah... Dan jangan bersedih hati..."
"Wahai Ahmad, tidaklah akan masuk ke dalam ampunan Allah dan ridho Allah bagi seseorang
- yang merasa aman dari memakan hak orang lain,
- yang memakan hak fakir miskin dan yatim piatu,
- yang berdusta untuk mengambil keuntungan dunia,
- yang memakan hak rakyat secara dzalim,
- yang memakan hak istri-istrinya dengan kedustaan,
- yang memakan hak orang-orang yang ada dalam tanggung jawabnya,
- orang-orang yang mendapatkan keuntungan dari perjudian, perzinahan, khamr, perdukunan, perbuatan ghibah dan fitnah,
- pembuat senjata untuk memerangi ummat islam,
- pembuat cerita-cerita dusta dan pembangkit syahwat menuju perzinahan,
- yang membuat alat pemuas syahwat yang menyerupai manusia dan yang menjualnya,
- yang melindungi perjudian, perzinahan, pembuat khamr,
sungguh mereka adalah penghuni neraka yang kekal di dalamnya... Sungguh dalam perjalananmu nanti, Aku Balya bin Malkan diperintahkan Allah agar membuka sedikit "tirai" azab kubur bagi mereka semua itu, hendaklah dirimu berteguh hati... Hendaklah dirimu bersegera berjalan bersamaku..."
"Wahai Ahmad, tundalah dirimu untuk menjumpai sahabatmu, kecuali ia yang mendatangimu dan menyerahkan hak-hak ummat yang ada di "tangannya", yang demikian itu lebih baik ia lakukan. Tidakkah ia memahami bahwa apa-apa yang ditangannya itu bagaikan "tali" yang bersambung ke neraka atau ke syurga ? Sungguh Allah hendak menyelamatkan dirinya dari hukuman Nya kelak di akhirat... Hendaklah ia bersegera memenuhi kewajibannya atas perahumu."
"Wahai Ahmad, hendaklah dirimu bersabar atas apa-apa yang memberatkan hatimu, Aku Balya bin Malkan telah mendengar perkataan istri-istrimu, hendaklah dirimu bersabar atas mereka, dan kerjakanlah apa-apa yang menjadi kewajibanmu, seorang laki-laki tidaklah berdosa jika tidak mentaati perintah istrinya, yakni
- yang diluar batas kemampuannya,
- yang menyalahi hukum-hukum Allah,
hingga kelak Allah akan memberikannya kecukupan kepadanya jika ia bersabar... Sungguh Allah Maha Adil lagi Maha Bijaksana dan Maha Pengampun atas hamba-hamba Nya yang bertaubat dan bersabar."
"Wahai Ahmad, seseorang setelah dua saudaramu yang terdahulu, di tanah Malaka Tengah bersungguh-sungguh dalam menolong perniagaanmu, hendaklah mereka empat saudaramu itu mengikat perjanjian yang kuat atas apa-apa yang akan mereka kerjakan, sungguh Allah hendak menjadikan mereka contoh terbaik untuk anak keturunan mereka dan para pengikutmu didalam perahumu, katakanlah kepada mereka!!! Sungguh iblis tidak akan membiarkan mereka tentram dalam perjuangan itu, melainkan akan berusaha memecah belah mereka hingga tidak mencapai tujuan, hendaklah mereka memahaminya. Dan hendaklah mereka berteguh hati... Bukankah mereka telah menyaksikan pada 1223 itu ada pertolongan dan kekuasaan Allah yang Allah letakkan didalamnya ? Hendaklah mereka bersyukur."
"Wahai Ahmad, katakanlah kepada para pengikutmu, hendaklah mereka tidak mendahuluimu dalam mengambil keputusan atas tanah dan binaan-binaan diatasnya, atas harga-harga dalam perniagaan, sungguh Allah menginginkan kebersihan dalam perniagaan dari riba dan hubuddunia. Yang demikian itu adalah apa-apa yang dijalankan Kakekmu yang Mulia Muhammad. Sungguh Allah Maha Adil dan Maha Cepat Perhitungan Nya."
"Wahai Ahmad, janganlah dirimu menjual kendaraan Malamatiyyahmu. Sungguh tidaklah dirimu menghargai dan mencintai pemberi hadiah itu walau pun dirimu tidak menghendakinya, yang demikian itu adalah ujian Allah untukmu dan para pengikutmu, dan katakan kepada dua laki-laki itu, untuk bersegera menjalankan perintah atas tanah itu, lalu peliharalah pohon-pohon diatasnya, sungguh Alpah akan menyuburkan pohon-pohon itu, sebagai karunia Nya hingga pohon-pohon yang kering ( tua ) kembali berbuah dan membawa keberkahan atas perahumu. Tidaklah Allah halalkan dirimu mengambil keuntungan diatasnya kecuali sedikit saja hadiah dari mereka. Yang demikian itu menjagamu dan anak keturunanmu dari perpecahan dan dari azab kubur dan azab neraka. Hendaklah kamu berteguh hati."
"Wahai Ahmad, atas hasil tanah itu, aku ajarkan kepadamu pembahagiannya, yakni
- hak pemilik asal 2%,
- hak Baitul Mal negeri itu 30%,
- hak pekerja dengan upah yang sesuai dan disepakati,
- hak yang bertanggung jawab ( Pekasa ) 10%,
- hak Baitul Mal di negerimu 5%,
- hak empat mufti dalam perahumu 10%,
- hak penerima perintah 4 orang sahabatmu 20%,
sungguh yang demikian itu mendatangkan keberkahan dan menjauhkan perahumu dari perpecahan. Sebagaimana dalam perniagaanmu bersama istrimu, sungguh pada bangunan perniagaan yang dirimu perbaiki dan jalankan bersama istri pertamamu telah aku saksikan perhitungannya yang adil."
"Wahai Ahmad, katakan kepada empat sahabatmu diatas tanah itu, hendaklah mereka tidak mendahuluimu dalam mengambil keputusan, sebagaimana Kakekmu bersama sahabat-sahabat mereka dalam perjuangan untuk memberikan yang terbaik bagi fakir miskin dan yatim piatu serta orang-orang yang ada didalam tanggung jawab mereka, perhatikan zakat dan kewajiban mereka atas negeri mereka, hingga tak satu pun pengikutmu mengingkari hukum Allah dan hukum diatas negeri mereka. Yang demikian itu menjaga mereka dari azab akhirat dan azab dunia."
"Wahai Ahmad, binalah pasar-pasar atas segala apa yang kamu ciptakan, dengan harga-harga yang dirimu sepakati dengan istrimu, sungguh pada diri istri pertamamu tidak ada keraguan para pengikutmu atas hitungan dan jauh dari riba. Hendaklah mereka memahaminya, dan jadikanlah Sharifah pengganti sahabat dari negerimu dalam salah satu bangunan yang kamu bina, sungguh ia telah lama bersamamu dan bersama dua sahabatmu. Yang demikian itu adalah janji Allah kepada mereka di waktu yang lama, hendaklah mereka berlaku adil didalamnya."
"Wahai Ahmad, sungguh apa-apa yang akan terjadi di atas dunia hanya Allah lah yang Maha Mengetahuinya, apakah mereka tidak menyaksikan tanda-tanda akan datang masa yang sulit ? Sungguh jika mereka mengetahui, tidaklah mereka akan melakukan amal-amal dunia melainkan yang mereka lari dan berlindung dari apa yang akan mereka hadapi, hendaklah dirimu besungguh-sungguh mencitpakan alat-alat dan pertanian untuk menjaga pengikutmu dari kepayahan. Bukankah itu tujuan binaan dan Baitul Mal yang diperintahkan Allah untuk dirimu dan pengikutmu jalankan ? Maka keluarkanlah untuk mengurus dan membangun tanah-tanah hadiah di negerimu dan di negeri sahabatmu."
"Wahai Ahmad, sungguh kesabaran yang benar adalah menahan lisan dan hati dari
- membalas hinaan dengan hinaan,
- membalas ghibah dengan ghibah,
- membalas fitnah dengan fitnah,
- menahan amarah ketika amarah membakar hati,
hingga hati penuh cahaya ampunan dan perlindungan dari Allah, cukuplah Allah yang akan menetapkan hukuman atas mereka yang dzalim."
"Wahai Ahmad, sungguh ikhlas adalah amaliyyah tanpa rupa dan kata, hanya ada keyakinan dengan hati yang hanya berharap ampunan dan pertolongan Allah. Tidaklah seseorang dianggap telah ikhlas hingga ia hanya mengingatnya dan memuji Allah tanpa mencari pujian dari makhluq dan berharap pakaian dan pangkat dunia. Apakah amaliyyah sholat dan puasa itu? Sholat dan puasa adalah amaliyyah sabar serta ikhlas tanpa berharap apapun kecuali cinta dan kasih sayang Allah. Sungguh didalam amaliyyah keduanya ada ujian dan pengajaran dari Allah bagi hamba-hamba Nya yang berakal."
Baca juga :
"Wahai Ahmad, janganlah membebani dirimu melebihi batas kesanggupanmu, dan jangan pula dirimu berat hati untuk menjalankan perintah yang aku sampaikan, apakah dirimu mengira bahwa "tanganmu" mampu menjaga istri-istrimu ? Tidak !!! Allah lah yang menjaga mereka dan Allah lah yang akan mengikat mereka dengan ikatan yang tidak akan mampu mereka lepaskan sekalipun mereka inginkan, Aku Balya bin Malkan yang menggenggam catatan mereka dalam Ainul Hayat masa kita pertama berjumpa, hendaklah dirimu berteguh hati dan bertegas hati atas kewajiban yang harus dijalankan mereka atas perahumu. Hingga ketetapan Allah datang atas istri-istrimu. Apakah mereka mengira dirimu adalah milik mereka...? Katakan!!! Bahwa dirimu telah terikat dengan Kehendak Allah yang kuat dan tali ikatan yang kokoh dalam "genggaman tangan" tangan Kakekmu yang Mulia Muhammad, dan telah tergadai dirimu dalam jalan Nya sebagaimana yang diharapkan dan dirahasiakan Kakekmu yang Mulia Muhammad pada masa Beliau hidup bersama Ummat terdahulu. Apakah mereka tidak memperhatikan ??"
"Wahai Ahmad, ciptakanlah "dengan tanganmu" alat-alat yang memudahkan para pengikutmu membuatnya, hingga para pengikutmu merasa tentram dalam memasak dan menjalankan mesin-mesin dan dalam mengubah padi menjadi beras, hingga masa kesulitan di atas dunia tidak bermakna pada para pengikutmu didalam perahumu, ajaklah mereka ( pengikutmu ) yang mempunyai alat-alat pendukung dan sedikit harta-harta yang cukup untuk menolongmu dan orang-orang yang membantumu membuat 4 alat-alat yang dibutuhkan manusia dalam memenuhi hak-hak tubuh mereka ( makan dan minum ), dan janganlah dirimu mengatakan aku tidak pernah belajar akan hal itu!!! Sungguh Allah lah yang akan menolongmu, bukankah dahulu Kakekmu bukan seorang cendikiawan ? Namun Beliau diberikan petunjuk oleh Allah melebihi seluruh tabib dan cendikiawan ? Hendaklah dirimu bersabar dan bersungguh-sungguh."
"Wahai Ahmad, apakah ketika Kakekmu Yang Mulia Muhammad mengatakan ketika dajjal datang maka ummat Beliau diperintahkan menutup pintu-pintu rumah-rumah mereka lalu mereka secara "buta akal" masuk ke dalam rumah lalu mereka atau anak-anak mereka mati dalam keadaan lapar ? Atau pernahkah mereka memikirkan apa-apa yang aku katakan kepadamu ? "Buatlah alat-alat itu !!!" Hingga ketika dajjal datang di zamanmu atau di zaman anak keturunanmu kelak, mereka akan aman didalam rumah-rumah mereka. Itulah tujuan peringatan dari Kakekmu yang Mulia dalam perkataan nyata ( hadits ) dan apa-apa yang Beliau katakan kepadamu dalam mimpi-mimpiku dan mimpimu, hendaklah kalian berfikir dan hendaklah kalian berteguh hati."
Ahmad F. bin Abdullah A. Syams
.png)